Internet Makin Buruk? Pahami Fenomena 'Enshittification' Bersama Cory Doctorow!

Oleh VOXBLICK

Minggu, 30 November 2025 - 09.45 WIB
Internet Makin Buruk? Pahami Fenomena 'Enshittification' Bersama Cory Doctorow!
Fenomena Enshittification internet memburuk (Foto oleh greenwish _)

VOXBLICK.COM - Pernahkah Anda merasa pengalaman berselancar di internet belakangan ini terasa makin buruk? Konten yang kurang relevan, iklan yang makin membabi buta, atau fitur yang dulu gratis kini berbayar? Anda tidak sendirian. Kritikus teknologi terkemuka, Cory Doctorow, punya istilah jitu untuk fenomena ini: "Enshittification". Ini bukan sekadar keluhan iseng, melainkan analisis mendalam tentang bagaimana platform-platform digital raksasa seperti Amazon, Google, dan Instagram secara sistematis merosot kualitasnya, merugikan pengguna demi keuntungan mereka sendiri.

Doctorow, seorang jurnalis, aktivis, dan penulis fiksi ilmiah yang dikenal vokal, pertama kali memperkenalkan konsep "Enshittification" pada akhir tahun 2022. Intinya, ia menjelaskan sebuah siklus kemerosotan kualitas platform yang terjadi ketika

mereka beralih dari melayani pengguna menjadi mengeksploitasi mereka, kemudian mengeksploitasi pihak ketiga (seperti pengiklan atau penjual), sampai akhirnya platform itu sendiri menjadi "sampah" atau "shitty". Ini adalah evolusi yang menyedihkan dari janji awal internet yang terbuka dan memberdayakan.

Internet Makin Buruk? Pahami Fenomena Enshittification Bersama Cory Doctorow!
Internet Makin Buruk? Pahami Fenomena Enshittification Bersama Cory Doctorow! (Foto oleh cottonbro studio)

Memahami Tiga Fase "Enshittification"

Menurut Doctorow, proses "Enshittification" terjadi dalam tiga fase yang saling berkaitan dan seringkali tidak disadari oleh pengguna atau bahkan sebagian besar pihak ketiga di awal:

  • Fase 1: Memberi Manfaat Bagi Pengguna (Awal yang Indah)
    Pada tahap ini, platform berusaha keras menarik pengguna dengan menawarkan fitur-fitur menarik, pengalaman yang mulus, dan seringkali gratis. Mereka berinvestasi besar dalam infrastruktur, inovasi, dan membuat ekosistem yang ramah pengguna. Tujuannya adalah membangun jaringan efek (network effect) yang kuat, di mana semakin banyak pengguna bergabung, semakin berharga platform tersebut. Contohnya, Instagram di awal-awal menawarkan cara mudah berbagi foto dengan filter menarik, Google memberikan pencarian yang cepat dan relevan, atau Amazon menyediakan harga murah dan pilihan produk melimpah.
  • Fase 2: Mengeksploitasi Pengguna untuk Menarik Mitra Bisnis (Mulai Terasa Ada yang Aneh)
    Setelah platform mengumpulkan basis pengguna yang besar dan setia, kekuatannya mulai bergeser. Sekarang, platform menggunakan basis pengguna tersebut sebagai daya tawar untuk menarik bisnis lain, seperti pengiklan, penjual, atau kreator konten. Untuk melakukan ini, platform mulai "memeras" sedikit nilai dari pengguna. Misalnya, Instagram mulai menyisipkan iklan di feed, Google memprioritaskan hasil pencarian dari pengiklan, dan Amazon mulai mengenakan biaya lebih tinggi untuk penjual pihak ketiga. Pengguna mungkin mulai melihat sedikit penurunan kualitas, tapi masih bisa ditoleransi karena nilai keseluruhan yang ditawarkan platform masih tinggi.
  • Fase 3: Mengeksploitasi Mitra Bisnis untuk Keuntungan Platform Sendiri (Benar-benar Rusak)
    Ini adalah fase puncak di mana platform telah mencapai posisi dominan, bahkan monopoli. Sekarang, mereka tidak lagi perlu bersikap baik kepada mitra bisnis atau pengguna. Platform mulai mengeksploitasi nilai dari bisnis yang bergantung pada mereka. Algoritma diubah untuk memprioritaskan keuntungan platform, biaya iklan dinaikkan, komisi diperbesar, dan jangkauan organik (organic reach) konten dikurangi drastis. Akibatnya, kualitas konten yang sampai ke pengguna menurun, iklan makin banyak dan mengganggu, dan pengalaman online secara keseluruhan terasa buruk. Pengguna kabur, bisnis mencari alternatif, dan platform pada akhirnya merosot.

Contoh Nyata "Enshittification" di Platform Raksasa

Fenomena ini bukan teori semata, melainkan sesuatu yang bisa kita saksikan setiap hari:

  • Amazon: Dulu dikenal karena harga murah dan pengiriman cepat. Kini, platform ini dibanjiri produk palsu atau berkualitas rendah dari penjual pihak ketiga, hasil pencarian seringkali didominasi oleh produk Amazon sendiri atau pengiklan berbayar, dan pengalaman belanja jadi kurang menyenangkan. Penjual pihak ketiga dipaksa membayar biaya tinggi untuk visibilitas, sementara Amazon sendiri bersaing langsung dengan mereka.
  • Google: Mesin pencari raksasa ini dulunya adalah sumber informasi paling relevan. Sekarang, halaman hasil pencarian (SERP) seringkali dipenuhi iklan, artikel SEO yang dioptimasi berlebihan namun minim substansi, dan jawaban dari AI generatif yang kadang keliru. Mencari informasi murni tanpa gangguan menjadi tantangan, dan banyak pengguna merasa kualitas hasil pencarian telah menurun.
  • Instagram/Facebook: Awalnya tempat berbagi momen personal dan terhubung dengan teman. Kini, feed didominasi oleh iklan, konten dari akun yang tidak diikuti, video Reels yang tak relevan, dan algoritma yang terus berubah membuat kreator konten kesulitan menjangkau audiens mereka tanpa membayar. Pengalaman pengguna berubah dari interaksi sosial menjadi konsumsi konten yang didikte algoritma demi keuntungan.

Mengapa Ini Terjadi? Kekuatan Monopoli dan Tekanan Investor

Doctorow berargumen bahwa akar masalah "Enshittification" adalah kekuatan monopoli yang dimiliki platform-platform ini.

Ketika sebuah platform menjadi terlalu dominan di pasarnya, ia tidak lagi memiliki insentif untuk melayani pengguna atau mitra bisnisnya dengan baik. Tidak ada lagi ancaman kompetisi yang berarti, sehingga mereka bisa memprioritaskan keuntungan jangka pendek untuk pemegang saham.

Tekanan dari investor juga memainkan peran besar. Perusahaan publik harus terus menunjukkan pertumbuhan pendapatan yang agresif, dan salah satu cara termudah untuk mencapainya adalah dengan "memeras" lebih banyak nilai dari ekosistem yang sudah ada.

Ini menciptakan lingkaran setan di mana kualitas pengalaman online terus dikorbankan demi metrik keuangan.

Dampak "Enshittification" pada Pengalaman Online Kita

Dampak dari "Enshittification" sangat terasa bagi miliaran pengguna internet.

Kita menghabiskan lebih banyak waktu untuk menyaring konten yang tidak relevan, berhadapan dengan iklan yang makin agresif, dan merasa kurang memiliki kendali atas pengalaman digital kita. Privasi data juga seringkali menjadi korban, karena platform mengumpulkan lebih banyak informasi untuk menargetkan iklan atau memanipulasi algoritma.

Lebih jauh, ini juga merugikan kreator konten, jurnalis, dan bisnis kecil yang bergantung pada platform ini untuk menjangkau audiens.

Mereka dipaksa bermain sesuai aturan platform yang terus berubah, seringkali dengan biaya yang makin tinggi dan hasil yang makin kecil. Ini mengancam keragaman dan inovasi di internet.

Mencari Jalan Keluar dari "Enshittification"

Meskipun fenomena "Enshittification" terdengar suram, kesadaran adalah langkah pertama. Dengan memahami bagaimana platform bekerja, kita bisa membuat pilihan yang lebih baik sebagai konsumen dan advokat. Beberapa langkah yang bisa dipertimbangkan:

  • Mendukung Alternatif: Cari dan gunakan platform atau layanan yang lebih kecil, terdesentralisasi, atau yang memiliki model bisnis yang lebih transparan dan berpusat pada pengguna.
  • Menuntut Regulasi: Mendorong pemerintah untuk membuat regulasi yang lebih ketat terhadap monopoli teknologi dan praktik-praktik eksploitatif.
  • Edukasi Diri: Terus belajar tentang cara kerja internet dan kekuatan di baliknya, seperti yang dijelaskan oleh Cory Doctorow.
  • Mengurangi Ketergantungan: Mencoba mengurangi ketergantungan pada satu platform raksasa dan mendiversifikasi penggunaan internet kita.

Jadi, ketika Anda merasa internet makin buruk, ingatlah bahwa itu bukan cuma perasaan Anda.

Ini adalah konsekuensi dari model bisnis yang dirancang untuk mengoptimalkan keuntungan di atas segalanya, sebuah proses yang oleh Cory Doctorow disebut "Enshittification." Memahami fenomena ini adalah langkah awal untuk menuntut kembali internet yang lebih baik dan lebih adil bagi semua.

Apa Reaksi Anda?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Marah Marah 0
Sedih Sedih 0
Wow Wow 0