Jangan Pernah Menyusuri Pantai Utara Highlands Saat Malam
VOXBLICK.COM - Langit di atas dataran tinggi Skotlandia memang selalu tampak berbeda. Saat gelap mulai merayap dan kabut tipis menggulung di atas rerumputan, aku selalu teringat satu larangan yang sering diucapkan penduduk lokal: jangan pernah menyusuri pantai utara Highlands saat malam tiba. Kata-kata itu biasanya diiringi bisikan dan tatapan mata yang tak pernah benar-benar menjelaskan alasan di baliknya. Tapi malam itu, aku, bersama tiga temanku, memutuskan untuk mengabaikan peringatan tersebutpilihan yang kini kusesali sepenuh hati.
Malam dan Dataran Tinggi yang Membisu
Kami menyusuri jalan setapak berbatu di bawah cahaya rembulan yang sayup. Suara ombak dari pantai utara Highlands terdengar lembut, namun ada sesuatu yang terasa berbeda. Hening yang menekan, seakan seluruh alam menahan napas.
Tidak ada suara burung, tidak ada hembusan anginhanya detak jantung kami yang terdengar semakin keras di telinga.
Salah satu temanku, Jamie, berkata dengan suara bergetar, “Kupikir pantai ini cantik jika malam, tapi… rasanya seperti ada yang mengawasi.” Aku menertawakannya, berusaha menepis rasa takut yang mulai merayap.
Namun, langkah kami melambat tanpa sadar, kaki-kaki kami enggan menjejak pasir yang lembab itu.
Bisikan dari Pantai Utara
Kami berjalan beriringan, menelusuri garis pantai yang tampak tak berujung. Tiba-tiba, terdengar suara gemerisik dari balik batu-batu besar. Suara itu tak seperti angin atau ombaklebih mirip bisikan samar, panggilan lirih yang sulit diabaikan.
“Dengar itu?” tanya Fiona, matanya membelalak ke arah kegelapan. Aku mengangguk, merasakan bulu kudukku berdiri.
Kami berhenti, saling menatap dalam diam. Bisikan itu semakin jelas, kini terdengar seperti seseorang yang mengucapkan nama kami satu per satu.
Jamie mulai mundur, namun langkahnya terhenti saat pasir di bawah kakinya tiba-tiba terasa basah dan berat, seolah ada tangan-tangan tak kasat mata yang menariknya ke bawah.
- Angin berhenti bertiup, membuat udara semakin pengap dan mencekam.
- Ombak tiba-tiba membisu, hanya terdengar suara-suara aneh dari kejauhan.
- Bayangan bergerak di antara batu-batu, berkelebat cepat di sudut mataku.
Aroma Asin dan Bayangan Tak Bernama
Fiona berlari, suaranya parau memanggil-manggil nama kami. Aku ingin mengejarnya, namun langkah kakiku terasa berat. Di kejauhan, samar-samar, kulihat sosok bergerak menelusuri tepi air, tinggi dan kurus, tubuhnya membaur dengan kabut malam.
Satu per satu, teman-temanku menghilang dari pandangan, suara mereka digantikan oleh tawa lirih yang menggema di antara karang.
Panik, aku berteriak namun suaraku lenyap ditelan gelap. Di sekelilingku, pasir berubah menjadi lumpur, dingin dan lengket, menarikku semakin dalam.
Dalam ketakutan, aku melihat ke arah lautdan di sana, di antara ombak yang membeku, mata-mata menyala menatapku tanpa berkedip.
Larangan yang Tak Pernah Dijelaskan
Entah bagaimana aku akhirnya terbangun, tergeletak di antara rerumputan basah, jauh dari garis pantai. Tidak ada jejak Jamie, Fiona, atau Callum. Hanya suara samar bisikan, seperti kenangan buruk yang enggan hilang.
Di kejauhan, pantai utara Highlands tetap membisu, seolah tak pernah terjadi apa-apa.
Sejak malam itu, aku tak pernah berani kembali ke sana. Namun, kadang, di tengah malam sunyi, aku masih mendengar suara merekamemanggil namaku dari kejauhan, dari balik ombak dan kabut. Dan setiap kali itu terjadi, aku tahu satu hal pasti:
Larangan itu bukan sekadar cerita lama. Pantai utara Highlands memang bukan untuk manusia di waktu malam.
Apa Reaksi Anda?
Suka
0
Tidak Suka
0
Cinta
0
Lucu
0
Marah
0
Sedih
0
Wow
0