Sarung iPhone Apple Rp 4 Juta Dikira Kaos Kaki Bekas, Netizen Heboh!

Oleh VOXBLICK

Sabtu, 15 November 2025 - 15.10 WIB
Sarung iPhone Apple Rp 4 Juta Dikira Kaos Kaki Bekas, Netizen Heboh!
Sarung iPhone Apple diejek netizen (Foto oleh Anastasiya Badun)

VOXBLICK.COM - Apple kembali berhasil mencuri perhatian dunia maya, bukan karena inovasi hardware terbaru, melainkan sebuah aksesori yang harganya bikin banyak orang geleng-geleng kepala. Kali ini, raksasa teknologi asal Cupertino itu merilis iPhone Pocket yang dibanderol £220, atau setara dengan Rp 4 jutaan. Begitu dirilis, aksesori ini langsung jadi bulan-bulanan netizen karena desainnya yang disebut-sebut mirip kaos kaki bekas. Reaksi warganet pun tak terhindarkan, dari kaget, heran, sampai ngakak massal di berbagai platform media sosial.

Kabar mengenai sarung iPhone atau sleeve mewah ini pertama kali mencuat dan langsung menyebar bagai api di padang rumput kering.

Dengan harga yang setara satu unit ponsel kelas menengah, banyak yang mempertanyakan nilai dan fungsionalitas dari iPhone Pocket ini. Lebih dari sekadar pelindung, aksesori ini justru memicu perdebatan sengit tentang strategi harga Apple dan persepsi konsumen terhadap produk-produk premium mereka.

Sarung iPhone Apple Rp 4 Juta Dikira Kaos Kaki Bekas, Netizen Heboh!
Sarung iPhone Apple Rp 4 Juta Dikira Kaos Kaki Bekas, Netizen Heboh! (Foto oleh Anna Shvets)

Apa Itu iPhone Pocket Sebenarnya?

Sebenarnya, iPhone Pocket adalah sebuah sarung pelindung atau pouch yang dirancang khusus untuk menyimpan iPhone.

Meskipun detail materialnya belum diungkap secara spesifik di semua sumber, produk-produk aksesori premium Apple biasanya menggunakan bahan berkualitas tinggi seperti kulit asli, wol merino, atau material sintetis canggih lainnya. Tujuannya tentu saja untuk melindungi iPhone dari goresan, benturan ringan, atau sekadar memberikan sentuhan kemewahan. Desainnya yang minimalis, hanya berupa kantung dengan bukaan di satu sisi, justru menjadi titik utama ejekan karena tampilannya yang terlalu sederhana, dan bagi banyak orang, tidak sepadan dengan harganya yang selangit.

Banyak yang membandingkan bentuknya dengan kaos kaki biasa yang sudah tidak terpakai, atau bahkan tempat pensil kain anak-anak. Padahal, Apple dikenal selalu memperhatikan detail dan estetika dalam setiap produknya.

Namun, untuk iPhone Pocket ini, sepertinya desain minimalis tersebut justru menjadi bumerang dan gagal menyampaikan kesan premium yang biasanya melekat pada merek Apple. Alih-alih terlihat eksklusif, sarung iPhone ini malah jadi bahan guyonan.

Kenapa Harganya Bikin Geleng-Geleng Kepala?

Harga Rp 4 jutaan untuk sebuah sarung iPhone jelas bukan angka yang kecil. Angka ini bahkan bisa digunakan untuk membeli sebuah smartphone Android kelas menengah yang sudah punya fitur lengkap, atau bahkan tablet.

Bandingkan dengan aksesori pelindung iPhone dari merek lain yang kualitasnya juga tidak kalah bagus, namun dibanderol dengan harga yang jauh lebih realistis. Misalnya, case kulit premium dari produsen pihak ketiga biasanya dijual di kisaran ratusan ribu rupiah, bukan jutaan.

Fenomena ini bukan hal baru bagi Apple. Perusahaan ini memang punya reputasi menjual aksesori dengan harga premium.

Ingat Apple Polishing Cloth seharga Rp 300 ribuan yang hanya kain pembersih, atau roda Mac Pro yang harganya mencapai puluhan juta rupiah? iPhone Pocket ini seolah melanjutkan tradisi tersebut, menguji seberapa jauh loyalitas konsumen dan kesediaan mereka membayar lebih untuk sebuah merek, sekalipun untuk produk yang secara fungsionalitas terlihat biasa saja.

Reaksi Netizen: Dari Kaget Sampai Ngakak

Begitu foto dan harga iPhone Pocket ini tersebar, jagat maya langsung riuh. Platform seperti Twitter (kini X), Instagram, dan TikTok dibanjiri berbagai komentar kocak dan sindiran pedas.

Mayoritas netizen heboh dan terkejut dengan harga yang dianggap tidak masuk akal untuk sebuah sarung ponsel.

  • Perbandingan dengan Kaos Kaki Bekas: Ini adalah sentimen yang paling dominan. Banyak yang mengunggah foto iPhone Pocket disandingkan dengan kaos kaki lusuh atau sarung tangan bekas, dengan caption seperti "Apple sekarang jual kaos kaki bekas Rp 4 juta?" atau "Fix, ini kaos kaki gue yang hilang".
  • Keterkejutan dengan Harga: "Rp 4 juta cuma buat sarung? Mending buat beli iPhone-nya sekalian!" atau "Gue bisa beli motor bekas pakai uang segitu," adalah beberapa komentar yang menunjukkan betapa kagetnya warganet.
  • Sindiran Terhadap Apple: Beberapa netizen menyindir Apple yang seolah-olah semakin jauh dari realitas konsumen umum. "Apple sudah kehabisan ide, jual sarung kaos kaki harga sultan," tulis seorang pengguna X. Ada juga yang memprediksi bahwa meskipun mahal dan diejek, produk ini tetap akan laku di kalangan penggemar setia Apple.

Reaksi ini menunjukkan bahwa meskipun loyalitas terhadap merek Apple tinggi, ada batasan toleransi harga yang dimiliki konsumen, terutama untuk produk yang dianggap "remeh" atau kurang inovatif.

Bukan Kali Pertama Apple Bikin Heboh dengan Aksesori Mahal

Seperti yang disebutkan sebelumnya, iPhone Pocket ini bukan insiden pertama di mana Apple merilis aksesori dengan harga yang membuat dahi berkerut.

Beberapa tahun lalu, Apple juga menjadi bahan perbincangan hangat karena menjual kain pembersih layar, Apple Polishing Cloth, seharga $19 atau sekitar Rp 300 ribuan. Meskipun kain tersebut diklaim terbuat dari bahan non-abrasif dan lembut, harganya tetap dianggap kemahalan. Contoh lain yang lebih ekstrem adalah roda untuk Mac Pro yang dijual terpisah dengan harga $699 atau sekitar Rp 10 jutaan, dan kaki untuk Mac Pro yang dibanderol $299.

Deretan aksesori mahal ini menunjukkan pola yang konsisten dari Apple. Mereka tampaknya tidak takut untuk menetapkan harga premium, bahkan untuk item yang bagi kebanyakan orang terlihat sederhana.

Ini adalah bagian dari strategi branding mereka yang membangun citra eksklusivitas dan kemewahan.

Strategi di Balik Harga Premium Apple

Meskipun banjir ejekan, Apple punya alasan tersendiri di balik penetapan harga yang tinggi ini. Pertama, ini adalah bagian dari strategi branding mereka untuk menempatkan produk di segmen pasar premium.

Harga tinggi menciptakan persepsi kualitas superior, eksklusivitas, dan status sosial bagi pemiliknya. Kedua, Apple menargetkan konsumen yang tidak keberatan membayar lebih untuk merek yang mereka percaya dan untuk produk yang dianggap memiliki nilai estetika atau fungsionalitas unik (meskipun dalam kasus iPhone Pocket ini, fungsionalitasnya diperdebatkan).

Ketiga, ada kemungkinan ini adalah uji coba pasar. Apple mungkin ingin melihat seberapa jauh mereka bisa mendorong batas harga untuk aksesori, dan seberapa besar respons pasar.

Jika produk ini, terlepas dari ejekan, tetap menunjukkan angka penjualan yang lumayan, maka strategi ini bisa dianggap berhasil dari sudut pandang bisnis.

Terlepas dari pro dan kontra, Sarung iPhone Apple Rp 4 Juta Dikira Kaos Kaki Bekas ini sekali lagi membuktikan bahwa Apple selalu punya cara untuk menjadi pusat perhatian.

Entah itu karena inovasi yang memukau, atau karena keputusan harga yang bikin netizen heboh dan tertawa. Satu hal yang pasti, perbincangan tentang iPhone Pocket ini akan terus bergulir, menjadi bukti bahwa di dunia teknologi, harga dan persepsi bisa menjadi topik yang tak kalah menarik dari spesifikasi hardware itu sendiri.

Apa Reaksi Anda?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Marah Marah 0
Sedih Sedih 0
Wow Wow 0