Waduh! Konsumen Curiga Pertamax Sama Saja Dengan Pertalite, Ada Apa?

Oleh VOXBLICK

Kamis, 06 November 2025 - 14.45 WIB
Waduh! Konsumen Curiga Pertamax Sama Saja Dengan Pertalite, Ada Apa?
Kualitas Pertamax dipertanyakan konsumen (Foto oleh Jill Evans)

VOXBLICK.COM - Belakangan ini, obrolan tentang kualitas bahan bakar minyak (BBM) Pertamax mendadak ramai di kalangan pemilik kendaraan. Bukan tanpa alasan, banyak konsumen mulai melontarkan kecurigaan bahwa Pertamax yang mereka isi di SPBU kini terasa ‘mirip’ dengan Pertalite. Keluhan mulai dari performa kendaraan yang menurun, mesin jadi lebih cepat ‘ngelitik’, hingga konsumsi bahan bakar yang terasa lebih boros, menjadi perbincangan hangat di media sosial dan forum otomotif.

Fenomena ini bukan sekadar gosip belaka. Banyak pengemudi yang sebelumnya rutin menggunakan Pertamax, tiba-tiba merasakan perbedaan signifikan pada tarikan mesin dan respons akselerasi kendaraan mereka.

Seolah-olah, mereka membayar untuk kualitas Pertamax (dengan nilai oktan Research Octane Number/RON 92) namun mendapatkan sensasi berkendara layaknya menggunakan Pertalite (RON 90). Tentu saja, hal ini memicu tanda tanya besar: ada apa sebenarnya dengan kualitas Pertamax?

Waduh! Konsumen Curiga Pertamax Sama Saja Dengan Pertalite, Ada Apa?
Waduh! Konsumen Curiga Pertamax Sama Saja Dengan Pertalite, Ada Apa? (Foto oleh Mike Bird)

Keluhan Konsumen yang Menggema: Pertamax Rasa Pertalite?

Gelombang keluhan ini menyebar cepat, terutama di platform media sosial seperti Twitter, Facebook, dan grup-grup WhatsApp. Para pengguna kendaraan roda dua maupun roda empat kompak menyuarakan pengalaman mereka.

Beberapa poin keluhan yang sering muncul antara lain:

  • Mesin Lebih Cepat Ngelitik (Knocking): Ini adalah salah satu indikator paling umum bahwa bahan bakar yang digunakan memiliki RON lebih rendah dari yang direkomendasikan pabrikan. Ngelitik bisa merusak komponen mesin dalam jangka panjang.
  • Tarikan Mesin Berat dan Loyo: Sensasi akselerasi yang tidak responsif atau tenaga mesin yang terasa berkurang drastis dibanding sebelumnya.
  • Konsumsi Bahan Bakar Lebih Boros: Pengemudi merasa harus lebih sering mengisi tangki, padahal pola berkendara dan rute yang dilalui tidak berubah.
  • Bau Knalpot yang Berbeda: Beberapa konsumen bahkan mengklaim mencium bau knalpot yang tidak biasa setelah mengisi Pertamax.

Kecurigaan ini semakin kuat karena keluhan ini tidak muncul secara sporadis, melainkan serentak dari berbagai daerah dan jenis kendaraan.

Hal ini membuat banyak orang bertanya-tanya, apakah ada perubahan dalam formulasi Pertamax atau masalah dalam proses distribusi dan pengawasan kualitas BBM?

Mengapa Perbedaan RON Sangat Penting Bagi Kendaraan?

Untuk memahami mengapa keluhan ini serius, kita perlu sedikit mengulas tentang RON. RON adalah angka yang menunjukkan ketahanan bahan bakar terhadap kompresi sebelum terbakar secara spontan (pre-ignition).

Semakin tinggi RON, semakin baik kemampuan bahan bakar untuk tidak terbakar sebelum waktunya, terutama pada mesin berteknologi tinggi dengan rasio kompresi tinggi.

Pertamax dengan RON 92 direkomendasikan untuk sebagian besar kendaraan keluaran baru yang membutuhkan performa optimal dan efisiensi bahan bakar.

Sementara itu, Pertalite dengan RON 90 ditujukan untuk kendaraan dengan rasio kompresi lebih rendah atau yang direkomendasikan untuk BBM minimal RON 90. Jika kendaraan yang seharusnya menggunakan RON 92 justru diisi dengan bahan bakar yang kualitasnya setara RON 90, maka efek negatif seperti yang dikeluhkan konsumen bisa terjadi:

  • Pembakaran tidak sempurna.
  • Penurunan tenaga dan performa.
  • Kerusakan komponen mesin akibat ‘ngelitik’ yang terus-menerus.
  • Peningkatan emisi gas buang.

Dengan harga Pertamax yang lebih tinggi dari Pertalite, konsumen tentu berharap mendapatkan kualitas yang sepadan dengan uang yang mereka keluarkan. Jika kualitasnya diragukan, maka ini bisa menjadi isu kepercayaan yang besar.

Tanggapan Pertamina dan Harapan Konsumen

Menanggapi berbagai keluhan yang beredar, pihak Pertamina, sebagai penyedia utama bahan bakar di Indonesia, tentu menjadi sorotan.

Dalam berbagai kesempatan, Pertamina selalu menegaskan bahwa spesifikasi dan kualitas produk BBM mereka, termasuk Pertamax, selalu sesuai dengan standar yang ditetapkan. Mereka juga mengklaim rutin melakukan pengawasan dan pengujian kualitas di setiap lini, mulai dari kilang, terminal BBM, hingga SPBU.

Namun, di tengah pernyataan resmi tersebut, keluhan di lapangan terus bermunculan. Ini menunjukkan adanya celah antara jaminan kualitas dari produsen dan pengalaman nyata yang dirasakan konsumen.

Konsumen berharap Pertamina tidak hanya memberikan jaminan verbal, tetapi juga melakukan investigasi mendalam dan transparan terkait dugaan penurunan kualitas ini. Penting bagi Pertamina untuk:

  1. Melakukan Audit Menyeluruh: Mengecek kembali proses produksi, distribusi, dan pengawasan kualitas di seluruh SPBU.
  2. Transparansi Informasi: Memberikan penjelasan yang gamblang kepada publik mengenai hasil investigasi dan langkah-langkah perbaikan yang diambil.
  3. Membuka Saluran Keluhan Efektif: Mempermudah konsumen melaporkan keluhan dan memastikan setiap laporan ditindaklanjuti.

Kepercayaan konsumen adalah aset tak ternilai.

Jika isu dugaan penurunan kualitas Pertamax ini tidak ditangani dengan serius, bukan tidak mungkin konsumen akan beralih ke merek bahan bakar lain yang menjanjikan kualitas lebih terjamin, meskipun mungkin dengan harga yang tidak jauh berbeda.

Apa yang Bisa Dilakukan Konsumen?

Sebagai konsumen, kita juga punya peran dalam mengawal isu ini. Beberapa langkah yang bisa kita lakukan antara lain:

  • Perhatikan Performa Kendaraan: Selalu peka terhadap perubahan performa mesin setelah mengisi bahan bakar.
  • Pilih SPBU Terpercaya: Usahakan mengisi di SPBU yang ramai dan memiliki reputasi baik.
  • Simpan Bukti Pembelian: Jika ada masalah, struk pembelian bisa menjadi bukti awal.
  • Laporkan Keluhan: Jangan ragu melaporkan pengalaman Anda ke pihak Pertamina melalui saluran resmi mereka (misalnya, Pertamina Call Center 135) atau ke lembaga perlindungan konsumen. Semakin banyak laporan, semakin besar kemungkinan isu ini ditindaklanjuti.
  • Edukasi Diri: Pahami kebutuhan RON kendaraan Anda dan efek jika menggunakan bahan bakar di bawah standar.

Dugaan penurunan kualitas Pertamax yang menyeruak ini adalah alarm penting bagi Pertamina untuk lebih serius menjaga kualitas produknya.

Di tengah persaingan pasar BBM yang semakin ketat, menjaga kepercayaan konsumen dengan produk berkualitas adalah kunci utama. Masyarakat menanti penjelasan dan tindakan konkret dari Pertamina untuk memastikan bahwa setiap tetes Pertamax yang dibeli benar-benar sebanding dengan kualitas dan performa yang dijanjikan, bukan sekadar Pertamax rasa Pertalite.

Apa Reaksi Anda?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Marah Marah 0
Sedih Sedih 0
Wow Wow 0