7 Glamping Ramah Lingkungan Tersembunyi untuk Liburan Antimainstream

Oleh VOXBLICK

Sabtu, 24 Januari 2026 - 23.30 WIB
7 Glamping Ramah Lingkungan Tersembunyi untuk Liburan Antimainstream
Glamping ramah lingkungan antimainstream (Foto oleh Pew Nguyen)

VOXBLICK.COM - Merencanakan liburan ke Yogyakarta biasanya identik dengan tur ke Malioboro, Candi Prambanan, atau Keraton. Tapi, bagaimana kalau kali ini kamu mencoba sesuatu yang benar-benar berbeda? Bayangkan tidur di bawah langit berbintang, bangun dengan suara burung liar, dan menghirup udara segar pegunungansemua itu tanpa harus repot mendirikan tenda sendiri. Inilah pengalaman glamping ramah lingkungan yang tersembunyi, siap memberikan sensasi liburan antimainstream di Yogyakarta dan sekitarnya!

Glamping (glamorous camping) adalah cara seru menikmati alam tanpa mengorbankan kenyamanan. Tapi, tak semua glamping punya konsep ramah lingkungan dan benar-benar “hidden gems”.

Jangan khawatirberikut ini, saya sudah memilihkan tujuh rekomendasi khusus untuk kamu yang ingin menjelajah sisi lain Jogja dengan nuansa eco-friendly, lebih private, dan penuh kejutan!

7 Glamping Ramah Lingkungan Tersembunyi untuk Liburan Antimainstream
7 Glamping Ramah Lingkungan Tersembunyi untuk Liburan Antimainstream (Foto oleh cottonbro studio)

1. Dilarang Mainstream: Eco Dome Kaliurang

Berlokasi di kaki Gunung Merapi, Eco Dome Kaliurang menawarkan pengalaman menginap di dome transparan dengan pemandangan hijau lepas. Semua material bangunan ramah lingkungan, dan listriknya menggunakan panel surya.

Estimasi biaya per malam sekitar Rp650.000–Rp900.000 (harga bisa berubah tergantung musim dan promo). Tips transportasi: sewa motor di Jogja (mulai Rp80.000/hari) atau naik TransJogja ke terminal Kaliurang, lanjut ojek lokal. Jangan lupa cicipi sate kelinci di warung sekitar domefavorit warga setempat!

2. Menepi di Hutan: The Cabin Turi Eco Glamping

Tersembunyi di Desa Turi, Sleman, glamping ini dikelilingi hutan bambu dan sungai kecil. Seluruh fasilitas dibangun dari bambu lokal dan bahan daur ulang. Harga menginap mulai Rp500.000 per malam.

Cocok untuk healing dan detoks digital! Menu sarapan organik ala desa wajib dicoba, atau mampir ke Warung Mbah Karto untuk gudeg manggar otentik (mulai Rp15.000/porsi).

3. Sunrise di Bukit: Nira Camp Imogiri

Kalau kamu suka suasana pegunungan, Nira Camp di Imogiri adalah spot rahasia dengan pemandangan sunrise langsung dari tenda. Pengelola mengedepankan penggunaan air hujan dan pengelolaan sampah.

Tarif glamping mulai dari Rp480.000 per malam. Transportasi: naik bus ke Terminal Giwangan, lanjut ojek online atau mobil sewaan. Jangan lupa mampir ke Bakmi Mbah Mo yang legendaris di dekat lokasi.

4. Pinggir Sungai: Selaras Eco-Glamp Kulon Progo

Kabur sejenak ke pinggiran Sungai Progo! Selaras Eco-Glamp hanya punya 6 tenda eksklusif, dikelilingi taman organik dan kolam alami. Listrik dari mikrohidro, dan sebagian hasil kebun disajikan langsung ke tamu. Harga: Rp700.000–Rp1.

200.000 per malam, sudah termasuk makan pagi dan guide trekking. Rekomendasi tempat makan: Lesehan Pari Gogo dengan menu ikan bakar segar (mulai Rp30.000).

5. Eksotis di Lereng Menoreh: Watu Tapak Eco Camp

Berada di perbukitan Menoreh, spot ini sering luput dari radar wisatawan. Dengan konsep “leave no trace”, seluruh aktivitas mengutamakan kelestarian alam. Harga sewa tenda mulai Rp400.000 per malam.

Akses termudah dengan mobil sewaan, atau naik bus ke Kalibawang, lalu ojek lokal. Coba juga kopi arabika lokal di Warung Kopi Menoreh!

6. Bersahabat dengan Alam: Mojo Riverside Glamping

Berada di sekitar Sungai Opak, Mojo Riverside menawarkan suasana sungai dan kebun organik. Semua perlengkapan mandi dari bahan alami, dan air limbah dikelola dengan sistem biopori. Harga mulai Rp650.000 per malam.

Transportasi mudah dengan motor atau mobil pribadi. Jangan lupa kulineran di Soto Bathok Mbah Katro yang terkenal murah meriah dan lezat.

7. Sensasi Hutan Pinus: Pinus Asri Green Camp

Lokasinya di kawasan Hutan Pinus Mangunan yang sejuk, cocok untuk keluarga atau grup kecil. Fasilitas tenda terbuat dari kanvas daur ulang dan kayu lokal. Estimasi biaya: Rp500.000–Rp800.000 per malam.

Akses: sewa mobil/motor dari pusat kota Jogja, atau naik bus mini. Rekomendasi makan: Sego Abang Lombok Ijo di dekat area hutan.

Tips Liburan Glamping Antimainstream di Jogja

  • Booking jauh harikarena lokasi hidden gems ini sering penuh saat weekend atau musim libur.
  • Bawa tumbler dan peralatan makan sendiri untuk mengurangi sampah plastik.
  • Gunakan aplikasi transportasi online atau sewa motor untuk akses ke lokasi tersembunyi.
  • Tanyakan ke pengelola tentang aktivitas eco-tourism seperti trekking, workshop kerajinan, atau panen organik.

Menjelajahi glamping ramah lingkungan di Yogyakarta bukan hanya soal tidur nyaman di tengah alam, tapi juga bagaimana kamu bisa ikut menjaga lingkungan dan merasakan kehidupan lokal yang otentik.

Setiap lokasi punya keunikan tersendiri, mulai dari pengalaman kuliner hingga interaksi dengan warga sekitar. Selalu ingat, harga, ketersediaan tenda, dan kondisi bisa berubah sewaktu-waktu. Jadi, rencanakan perjalananmu dengan fleksibel dan jangan ragu untuk bertanya langsung ke pengelola sebelum berangkat.

Siap berpetualang dan mengumpulkan cerita di glamping tersembunyi Jogja? Liburanmu pasti akan terasa lebih seru, personal, dan penuh maknajauh dari keramaian, dekat dengan alam, dan pastinya lebih ramah lingkungan!

Apa Reaksi Anda?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Marah Marah 0
Sedih Sedih 0
Wow Wow 0