Benarkah Gangguan Mental Remaja Bisa Menular Lewat Tidur Malam Buruk

Oleh VOXBLICK

Jumat, 26 Desember 2025 - 23.20 WIB
Benarkah Gangguan Mental Remaja Bisa Menular Lewat Tidur Malam Buruk
Mitos dan fakta kesehatan mental remaja (Foto oleh SHVETS production)

VOXBLICK.COM - Banyak banget mitos kesehatan mental yang beredar, terutama di kalangan remaja. Salah satunya yang sering bikin resah: “Gangguan mental bisa menular kalau sering tidur malam bareng teman yang punya masalah mental.” Wah, info ini tentu bikin khawatir, apalagi tidur malam sudah jadi bagian dari rutinitas banyak remajaentah karena tugas sekolah, main game, atau curhat bareng sahabat. Tapi, benarkah tidur malam yang buruk bisa bikin gangguan mental ‘menular’? Yuk, kita bongkar faktanya!

Apa Sebenarnya Gangguan Mental Itu?

Gangguan mental adalah kondisi kesehatan yang memengaruhi suasana hati, cara berpikir, dan perilaku seseorang. Menurut WHO, depresi dan kecemasan adalah dua gangguan mental yang paling sering dialami remaja. Biasanya, gangguan ini disebabkan oleh kombinasi faktor biologis, psikologis, dan lingkunganbukan karena sekadar ‘tertular’ dari orang lain saat tidur bersama.

Asal-Usul Mitos “Menular Lewat Tidur Malam”

Mitos seputar gangguan mental menular lewat tidur malam buruk kemungkinan besar muncul dari pengamatan sederhana: kalau kita sering berinteraksi dekat dengan seseorang yang sedang mengalami masalah mental, kita juga bisa merasa stres, cemas, atau

sedih. Apalagi, tidur malam yang kurang berkualitas memang bisa memengaruhi suasana hati dan kesehatan mental kita.

Benarkah Gangguan Mental Remaja Bisa Menular Lewat Tidur Malam Buruk
Benarkah Gangguan Mental Remaja Bisa Menular Lewat Tidur Malam Buruk (Foto oleh PNW Production)

Namun, faktanya gangguan mental tidak seperti flu yang bisa menular lewat udara atau kontak fisik.

Yang terjadi, justru pola tidur malam buruk bisa memperbesar risiko stres dan masalah kesehatan mental pada siapa punbukan karena ‘tertular’, tetapi karena kurangnya istirahat memengaruhi otak dan emosi.

Fakta: Tidur Malam Buruk & Risiko Gangguan Mental

Tidur adalah waktu penting buat otak dan tubuh remaja untuk pulih. Menurut penelitian di WHO dan berbagai jurnal kesehatan, tidur malam yang cukup dan berkualitas berperan besar dalam menjaga kesehatan mental. Sebaliknya, kurang tidur atau tidur tidak teratur bisa meningkatkan risiko:

  • Stres dan kecemasan: Otak jadi lebih sulit mengelola emosi.
  • Penurunan konsentrasi: Mudah lelah dan sulit fokus belajar.
  • Perubahan suasana hati: Mudah marah, sedih, atau gelisah tanpa sebab jelas.
  • Gangguan kesehatan fisik: Sistem imun melemah, rentan sakit.

Jadi, tidur malam buruk memang bisa bikin risiko gangguan mental meningkat, tapi bukan berarti gangguan mental itu ‘menular’ dari satu orang ke orang lain hanya karena tidur bersama atau sering begadang bareng.

Lingkungan Sosial Memengaruhi, Tapi Bukan “Menularkan”

Banyak penelitian membuktikan bahwa lingkungan sosial sangat berpengaruh pada kesehatan mental remaja. Kalau kamu punya teman dekat yang sedang mengalami stres berat atau depresi, wajar jika kamu juga merasa tertekan atau ikut cemas.

Fenomena ini disebut “emotional contagion” atau ‘penularan emosi’, tapi berbeda dengan penularan penyakit fisik. Yang menular adalah emosi, bukan diagnosa gangguan mentalnya.

Alih-alih menghindari teman yang butuh dukungan, lebih baik saling menguatkan dan mencari bantuan profesional jika diperlukan. Saling terbuka soal perasaan dan menjaga kualitas tidur malam bisa membantu menjaga kesehatan mental bersama-sama.

Cara Menjaga Kesehatan Mental Lewat Tidur yang Baik

  • Usahakan tidur 7-9 jam tiap malam, sesuai anjuran WHO untuk remaja.
  • Biasakan jam tidur dan bangun yang teratur, bahkan saat akhir pekan.
  • Hindari mengonsumsi kafein atau main gadget sebelum tidur karena bisa bikin susah tidur.
  • Ciptakan suasana kamar yang nyaman dan gelap supaya tidur lebih nyenyak.
  • Kalau sedang stres, coba teknik relaksasi seperti napas dalam atau journaling sebelum tidur malam.

Tidak perlu takut gangguan mental ‘menular’ lewat tidur malam bareng teman. Yang paling penting adalah menjaga pola tidur, saling mendukung, dan mengenali kapan butuh bantuan profesional.

Tiap orang punya pengalaman tidur dan kesehatan mental yang berbeda. Kalau kamu merasa pola tidurmu mulai terganggu atau sering merasa cemas, jangan ragu ngobrol dengan orang tua, guru BK, atau konselor.

Mereka bisa membantu menemukan solusi yang tepat buat kebutuhanmu. Dengan begitu, kamu bisa tetap menjaga kesehatan mental dan fisik secara optimal.

Apa Reaksi Anda?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Marah Marah 0
Sedih Sedih 0
Wow Wow 0