Benarkah Sundulan Sepak Bola Picu Risiko Otak Cek Faktanya

Oleh VOXBLICK

Selasa, 20 Januari 2026 - 17.00 WIB
Benarkah Sundulan Sepak Bola Picu Risiko Otak Cek Faktanya
Sundulan sepak bola berisiko otak (Foto oleh Wafiy Azizol)

VOXBLICK.COM - Banyak banget mitos seputar olahraga yang jadi bahan obrolan di pinggir lapangan, apalagi soal sundulan dalam sepak bola. Ada yang bilang, “Aman kok, kan udah biasa sejak kecil!” Tapi, di sisi lain makin banyak penelitian yang memperingatkan soal risiko kesehatan otak akibat benturan berulang, termasuk sundulan bola. Jadi, benarkah sundulan sepak bola bisa memicu risiko otak? Yuk, cek faktanya di bawah ini biar nggak salah kaprah!

Mitos vs Fakta: Sundulan Sepak Bola dan Risiko Otak

Selama ini, banyak yang percaya kalau sundulan bola itu cuma soal teknik dan nggak bahaya. Padahal, menurut sejumlah riset medis, sundulan berulang sebenarnya punya potensi risiko yang nggak bisa dianggap remeh.

Sundulan memang bagian dari permainan sepak bola, tapi kontak kepala dengan bola (apalagi bola modern yang keras dan cepat) bisa menimbulkan efek jangka panjang pada otak.

Benarkah Sundulan Sepak Bola Picu Risiko Otak Cek Faktanya
Benarkah Sundulan Sepak Bola Picu Risiko Otak Cek Faktanya (Foto oleh Google DeepMind)

Ada penelitian dari WHO dan jurnal kesehatan internasional yang menunjukkan bahwa benturan kepala berulang, meskipun bukan benturan keras, tetap bisa menyebabkan perubahan mikroskopis pada jaringan otak. Ini bisa memicu gangguan kognitif, masalah ingatan, hingga risiko penyakit otak seperti chronic traumatic encephalopathy (CTE) di kemudian hari. Risiko ini bahkan makin besar kalau pemain pernah mengalami gegar otak sebelumnya.

Kenapa Sundulan Bisa Berbahaya?

Saat melakukan sundulan, kepala menerima gaya benturan dari bola yang bergerak cepat. Meski nggak selalu terasa sakit, otak tetap bisa bergeser di dalam tengkorak, menciptakan mikro-trauma yang berulang. Beberapa studi menemukan bahwa:

  • Pemain yang rutin melakukan sundulan menunjukkan penurunan fungsi kognitif dibanding yang jarang menyundul bola.
  • Anak-anak dan remaja lebih rentan karena otak mereka masih dalam tahap perkembangan.
  • Sundulan berulang, walau tanpa gegar otak, tetap bisa mempercepat penurunan fungsi otak di usia lanjut.

Hal ini diperkuat oleh data dari riset di Amerika dan Eropa, di mana mantan pemain profesional lebih sering mengalami masalah neurologis dibanding populasi umum.

Bahkan beberapa federasi sepak bola sudah melarang atau membatasi latihan sundulan pada pemain usia dini.

Membedah Mitos Populer tentang Sundulan Bola

  • Mitos: “Kalau nggak pingsan berarti aman.”
    Fakta: Cedera otak ringan bisa terjadi tanpa gejala langsung. Efeknya bisa muncul bertahun-tahun kemudian.
  • Mitos: “Bola zaman sekarang lebih ringan, jadi nggak bahaya.”
    Fakta: Kecepatan bola sekarang justru lebih tinggi, sehingga gaya benturnya tetap signifikan.
  • Mitos: “Kalau sudah pakai teknik yang benar, pasti aman.”
    Fakta: Teknik bagus memang mengurangi risiko, tapi tidak bisa menghilangkan efek benturan sepenuhnya.

Tips Aman Bermain Sepak Bola

Bukan berarti kamu harus berhenti main bola atau panik setiap kali menyundul bola. Yang penting, ada langkah-langkah bijak untuk meminimalkan risiko:

  • Latih teknik sundulan yang benar, fokus pada penggunaan otot leher dan tubuh, bukan hanya kepala.
  • Jangan paksakan latihan sundulan pada anak-anak, terutama yang di bawah 12 tahun.
  • Selalu istirahat dan evaluasi jika mengalami benturan kepala, sekecil apa pun gejalanya.
  • Diskusikan dengan pelatih atau dokter olahraga tentang batas aman latihan sundulan.
  • Gunakan bola yang sesuai standar dan tidak terlalu keras, terutama untuk latihan anak-anak.

Kapan Harus Waspada?

Beberapa gejala yang perlu diperhatikan usai melakukan sundulan atau benturan kepala antara lain:

  • Sakit kepala terus-menerus
  • Mual atau muntah
  • Pusing, linglung, atau kehilangan ingatan sementara
  • Gangguan penglihatan atau bicara
  • Kesulitan fokus atau perubahan perilaku

Jangan abaikan jika ada gejala seperti ini, meskipun terasa ringan. Penanganan cepat bisa mencegah risiko yang lebih serius di kemudian hari.

Intinya, sundulan memang bagian seru dari sepak bola, tapi kesehatan otak tetap harus jadi prioritas.

Jangan ragu untuk selalu mendiskusikan teknik permainan dan risiko cedera dengan dokter atau profesional kesehatan, terutama jika punya riwayat benturan kepala. Setiap orang punya kondisi tubuh yang berbedajadi, langkah pencegahan dan pemantauan yang tepat bisa bikin olahraga tetap fun dan aman untuk semua.

Apa Reaksi Anda?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Marah Marah 0
Sedih Sedih 0
Wow Wow 0