Daftar Mobil Listrik yang Disuntik Mati sebelum 2026

Oleh VOXBLICK

Jumat, 12 Desember 2025 - 18.30 WIB
Daftar Mobil Listrik yang Disuntik Mati sebelum 2026
Mobil listrik yang dihentikan (Foto oleh Grégory Costa)

VOXBLICK.COM - Beberapa mobil listrik yang sempat jadi andalan pabrikan otomotif besar ternyata tak bertahan lama di pasar. Menjelang 2026, sejumlah model seperti Acura ZDX, Genesis G80 Electrified, sampai Dodge Charger SRT Daytona sudah resmi masuk daftar "disuntik mati". Fenomena ini bikin banyak pihak bertanya-tanya: kenapa mobil listrik yang baru diluncurkan beberapa tahun lalu malah harus berhenti produksi lebih cepat dari perkiraan?

Keputusan ini tentu nggak diambil sembarangan. Ada alasan bisnis, tren pasar, hingga strategi jangka panjang pabrikan yang mendorong keputusan besar ini.

Buat kamu yang ngikutin perkembangan dunia otomotif, berikut ulasan lengkap tentang daftar mobil listrik yang berhenti produksi sebelum 2026, alasan di baliknya, dan apa dampaknya buat industriserta konsumen di Indonesia.

Daftar Mobil Listrik yang Disuntik Mati sebelum 2026
Daftar Mobil Listrik yang Disuntik Mati sebelum 2026 (Foto oleh Adonyi Gábor)

Mobil Listrik yang Dihentikan Produksinya sebelum 2026

Berikut adalah beberapa nama besar yang dipastikan harus angkat kaki sebelum 2026 tiba:

  • Acura ZDX: Setelah debut di 2023, SUV listrik pertama dari Acura ini sudah diumumkan bakal berhenti produksi pada 2025. Menurut laporan Car and Driver, keputusan ini diambil karena kemitraan antara Honda (induk Acura) dan General Motors untuk platform Ultium mereka berakhir lebih cepat dari rencana awal.
  • Genesis G80 Electrified: Sedan listrik mewah dari Genesis ini juga dikonfirmasi akan berakhir produksinya pada 2025. Alasan utamanya adalah pergeseran fokus ke model-model listrik baru berbasis platform E-GMP yang lebih efisien dan inovatif (Motor1).
  • Dodge Charger SRT Daytona: Muscle car listrik pertama dari Dodge ini cuma bertahan sebentar. Stellantis, induk Dodge, memutuskan untuk menghentikan produksi SRT Daytona sebelum 2026 karena permintaan pasar yang belum sesuai ekspektasi dan persaingan ketat di segmen EV sport.
  • Chevrolet Bolt EV/EUV: Walau sempat jadi primadona mobil listrik murah di Amerika Serikat, General Motors mengumumkan Bolt EV dan EUV akan berhenti produksi pada akhir 2023. Produksi digantikan oleh model-model baru berbasis baterai Ultium yang lebih canggih (Reuters).
  • Nissan Leaf (generasi pertama): Model legendaris yang sempat jadi pionir EV global ini juga masuk daftar pensiun. Nissan Leaf generasi pertama akan digantikan oleh model baru yang lebih modern dan punya jangkauan lebih jauh.

Kenapa Mobil Listrik Ini Disuntik Mati?

Alasan di balik penghentian produksi mobil-mobil listrik ini ternyata cukup kompleks. Berikut beberapa faktor utama yang jadi pertimbangan pabrikan:

  • Perkembangan teknologi terlalu cepat: Platform baterai dan teknologi EV berkembang pesat. Mobil listrik yang baru keluar tiga tahun lalu bisa langsung terasa ketinggalan zaman. Pabrikan lebih memilih investasi ke model baru yang lebih efisien, ringan, dan punya fitur terkini.
  • Permintaan pasar belum stabil: Meski tren mobil listrik naik, kenyataannya permintaan untuk beberapa modelterutama yang harganya tinggi atau desainnya nichemasih di bawah ekspektasi. Contohnya Dodge Charger SRT Daytona yang ternyata pasarnya belum sebesar harapan produsen.
  • Regulasi dan insentif berubah-ubah: Kebijakan pemerintah terkait insentif EV dan regulasi emisi bisa berubah sewaktu-waktu, membuat pabrikan harus cepat beradaptasi. Model yang gak cocok dengan regulasi terbaru otomatis disuntik mati.
  • Mahalnya biaya produksi dan pengembangan: Platform EV baru memang mahal di awal. Kalau penjualan tidak memenuhi target, pabrikan memilih stop produksi untuk menekan kerugian.

Dampaknya untuk Industri Otomotif dan Konsumen

Berhentinya produksi beberapa mobil listrik populer ini punya efek domino di industri otomotif dunia, termasuk Indonesia.

Dari sisi pabrikan, mereka jadi lebih fokus mengembangkan model EV generasi terbaru yang lebih efisien dan menarik untuk pasar global. Misalnya, General Motors dan Honda kini lebih serius membangun model EV dengan baterai Ultium yang diklaim lebih murah dan punya jarak tempuh lebih jauh.

Buat konsumen, kabar ini bisa jadi mixed feelings. Di satu sisi, harga mobil listrik bekas dari model-model yang disuntik mati cenderung turun, sehingga lebih terjangkau.

Namun di sisi lain, ketersediaan suku cadang dan layanan purna jual bisa jadi tantangan, apalagi kalau modelnya benar-benar dihentikan produksi dan tidak ada pengganti langsung.

Menariknya, fenomena "disuntik mati" untuk mobil listrik ini justru memperlihatkan betapa dinamisnya teknologi EV saat ini. Persaingan makin ketat, inovasi makin cepat, dan pabrikan harus terus beradaptasi biar nggak ketinggalan zaman.

Jadi, buat yang ngincar mobil listrik, penting banget untuk perhatikan model, dukungan pabrikan, dan tren pasar sebelum beli. Industri otomotif siap menghadapi era baru EV dengan model yang makin canggih dan ramah lingkungan dalam beberapa tahun ke depan.

Apa Reaksi Anda?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Marah Marah 0
Sedih Sedih 0
Wow Wow 0