Indonesia Perlu Cermat Manfaatkan Momentum di Forum Ekonomi Dunia

Oleh VOXBLICK

Rabu, 04 Februari 2026 - 08.55 WIB
Indonesia Perlu Cermat Manfaatkan Momentum di Forum Ekonomi Dunia
Momentum Indonesia di WEF (Foto oleh Domingos Henriques)

VOXBLICK.COM - Indonesia mendapatkan sorotan dalam perhelatan Forum Ekonomi Dunia (World Economic Forum/WEF) tahun ini, di mana sejumlah akademisi dan pengamat kebijakan internasional menegaskan pentingnya kehati-hatian dalam memanfaatkan peluang yang terbuka. Forum bergengsi tersebut menjadi ajang strategis bagi Indonesia untuk memperkuat posisi sebagai middle power di tengah kompetisi geopolitik dan dinamika ekonomi global.

Indonesia Hadir di Forum Ekonomi Dunia

Pada forum yang berlangsung di Davos, Swiss, delegasi Indonesia dipimpin oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dan didampingi oleh beberapa pejabat tinggi lainnya.

Dalam rangkaian diskusi panel, pertemuan bilateral, serta business matching, Indonesia menyoroti agenda utama seperti transisi energi, digitalisasi ekonomi, dan penguatan rantai pasok global.

Menurut Dr. Hendra Manurung, dosen hubungan internasional Universitas Indonesia, partisipasi Indonesia di WEF menjadi kesempatan langka untuk memperkuat jejaring ekonomi dan diplomasi, sekaligus menawarkan narasi pembangunan berkelanjutan serta

ketahanan ekonomi di kawasan Asia Tenggara.

Indonesia Perlu Cermat Manfaatkan Momentum di Forum Ekonomi Dunia
Indonesia Perlu Cermat Manfaatkan Momentum di Forum Ekonomi Dunia (Foto oleh Karolina Grabowska www.kaboompics.com)

Peluang dan Risiko dalam Diplomasi Ekonomi

Keberadaan Indonesia sebagai negara dengan ekonomi terbesar di Asia Tenggara dan populasi keempat terbesar di dunia menjadikan setiap langkah di forum internasional seperti WEF sangat strategis.

Akademisi mengingatkan, peluang menarik investasi asing, memperluas pasar ekspor, serta memperkuat posisi tawar dalam isu global harus diimbangi dengan mitigasi risiko dan kehati-hatian.

  • Ancaman ketergantungan ekonomi: Jika tidak cermat, kerja sama yang dibangun dapat menimbulkan ketergantungan terhadap investor asing dan teknologi luar negeri.
  • Persaingan geopolitik: Posisi Indonesia sebagai middle power membuatnya rawan terseret dalam rivalitas kekuatan besar, terutama Amerika Serikat dan Tiongkok.
  • Penguatan posisi tawar: Forum seperti WEF dapat dimanfaatkan untuk mengusung kepentingan nasional, namun diperlukan negosiasi yang cerdas agar tidak hanya menjadi pasar semata.

Dr. Hendra menambahkan, “Indonesia perlu memastikan bahwa seluruh agenda di WEF selaras dengan prioritas pembangunan nasional, serta menjaga kedaulatan ekonomi dan politik.”

Momentum untuk Inovasi dan Transformasi Ekonomi

Forum Ekonomi Dunia tahun ini menyoroti isu-isu utama seperti perubahan iklim, digitalisasi, dan ketahanan pangan. Untuk Indonesia, momentum ini dapat digunakan untuk:

  • Mengundang investasi di bidang energi terbarukan dan ekonomi hijau
  • Mendorong transfer teknologi dan pengembangan talenta digital
  • Menegosiasikan kemitraan strategis yang saling menguntungkan, khususnya di sektor manufaktur dan industri berbasis nilai tambah

Berdasarkan data Kementerian Investasi, realisasi investasi asing di Indonesia mencapai US$ 50,3 miliar sepanjang 2023. Namun, kontribusi sektor-sektor inovatif masih perlu ditingkatkan agar pertumbuhan ekonomi tidak hanya bergantung pada komoditas

primer.

Implikasi Lebih Luas Bagi Indonesia

Pemanfaatan momentum di Forum Ekonomi Dunia memberikan dampak beragam terhadap perekonomian dan diplomasi Indonesia. Dalam jangka menengah, keberhasilan Indonesia dalam membawa isu-isu strategis dan menarik mitra internasional dapat mendorong:

  • Peningkatan daya saing industri nasional melalui adopsi teknologi dan investasi baru
  • Penguatan posisi tawar dalam negosiasi dagang internasional, sehingga Indonesia tidak sekadar menjadi penonton di arena global
  • Peningkatan kapasitas diplomasi ekonomi yang mampu mendorong agenda pembangunan berkelanjutan dan inklusif

Di sisi lain, pengawasan terhadap kerja sama internasional mutlak diperlukan untuk mencegah dampak negatif seperti deindustrialisasi, eksploitasi sumber daya, hingga pelanggaran prinsip-prinsip keberlanjutan.

Langkah cermat dan terukur dalam memanfaatkan momentum WEF tahun ini menjadi salah satu kunci bagi Indonesia untuk mengukuhkan peran sebagai middle power yang berdaya saing, sekaligus memastikan pertumbuhan ekonomi dan stabilitas nasional tetap

terjaga di tengah arus perubahan global.

Apa Reaksi Anda?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Marah Marah 0
Sedih Sedih 0
Wow Wow 0