Jusuf Kalla Bahas Tantangan Ekonomi Politik Indonesia di Era Global

Oleh VOXBLICK

Jumat, 13 Februari 2026 - 13.30 WIB
Jusuf Kalla Bahas Tantangan Ekonomi Politik Indonesia di Era Global
Jusuf Kalla bahas ekonomi politik (Foto oleh J MAD)

VOXBLICK.COM - Wakil Presiden RI ke-10 dan ke-12, Jusuf Kalla, memaparkan sejumlah tantangan ekonomi politik Indonesia di hadapan mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia (FISIP UI), Depok, pada Selasa (20/6). Dalam kuliah umum bertajuk “Tantangan Ekonomi Politik di Era Global”, Jusuf Kalla menggarisbawahi pentingnya ketahanan kebijakan nasional di tengah perubahan cepat ekonomi dan geopolitik dunia.

Pada kesempatan itu, Jusuf Kalla menyoroti bagaimana dinamika global seperti perang dagang, perubahan iklim, dan transformasi digital mempengaruhi arah kebijakan ekonomi politik nasional.

Ia menegaskan bahwa Indonesia harus mampu mengambil kebijakan strategis agar tidak hanya menjadi “penonton” di tengah persaingan global yang semakin ketat.

Jusuf Kalla Bahas Tantangan Ekonomi Politik Indonesia di Era Global
Jusuf Kalla Bahas Tantangan Ekonomi Politik Indonesia di Era Global (Foto oleh Yan Krukau)

Faktor Global dan Implikasi Domestik

Jusuf Kalla mengingatkan bahwa pergeseran kekuatan ekonomi dunia, khususnya antara Amerika Serikat dan Tiongkok, memberikan tekanan bagi negara-negara berkembang seperti Indonesia.

“Kebijakan ekonomi nasional harus adaptif dan menjaga keseimbangan antara kepentingan nasional dan tuntutan global,” ujarnya di hadapan ratusan mahasiswa dan dosen FISIP UI.

Mantan Ketua Umum Palang Merah Indonesia (PMI) itu juga menyinggung tantangan pada sektor domestik, seperti:

  • Keterbatasan infrastruktur dan kualitas sumber daya manusia
  • Pertumbuhan investasi yang masih menghadapi hambatan regulasi
  • Ketahanan pangan dan energi di tengah ketidakpastian global
  • Ancaman perubahan iklim terhadap sektor-sektor strategis ekonomi

Menurut Kalla, Indonesia harus mengedepankan kebijakan berbasis inovasi dan kolaborasi lintas sektor untuk menjawab tantangan tersebut.

Peran Kebijakan Nasional dalam Menyikapi Era Perubahan

Jusuf Kalla menegaskan bahwa posisi Indonesia sebagai negara dengan ekonomi terbesar di Asia Tenggara menuntut kesiapan menghadapi fluktuasi global dan regional. Ia menyarankan agar pemerintah memperkuat:

  • Kebijakan industri berbasis nilai tambah, bukan hanya ekspor bahan mentah
  • Peningkatan kualitas pendidikan dan pelatihan vokasi
  • Stabilitas regulasi serta insentif investasi yang ramah bisnis
  • Kolaborasi antara pemerintah, swasta, dan perguruan tinggi dalam inovasi teknologi

“Tantangan ke depan bukan makin mudah, tapi makin rumit. Anak muda harus siap bersaing secara global, bukan hanya di dalam negeri,” kata Kalla dalam sesi tanya jawab.

Dampak dan Implikasi bagi Ekonomi Politik Indonesia

Pemaparan Jusuf Kalla di FISIP UI menjadi pengingat akan pentingnya kebijakan ekonomi politik yang progresif dan responsif terhadap perubahan global.

Tantangan-tantangan yang disampaikan di antaranya berpotensi memicu berbagai perubahan dalam lanskap industri dan regulasi di Indonesia. Sebagai contoh:

  • Industri nasional perlu mempercepat adopsi teknologi digital untuk meningkatkan produktivitas.
  • Pemerintah diharapkan memperkuat ketahanan pangan dan energi melalui diversifikasi sumber serta inovasi berbasis riset.
  • Penyesuaian regulasi investasi menjadi krusial agar Indonesia tetap kompetitif di tengah persaingan global, terutama dengan negara-negara ASEAN lainnya.
  • Pendidikan dan pelatihan vokasi harus diarahkan pada kebutuhan pasar kerja masa depan, sehingga generasi muda dapat berperan aktif dalam ekonomi digital.

Secara lebih luas, kuliah umum ini menegaskan pentingnya sinergi antara kebijakan pemerintah, dunia usaha, dan institusi pendidikan dalam membangun ekonomi nasional yang tangguh dan adaptif.

Dengan demikian, Indonesia diharapkan mampu menghadapi tantangan ekonomi politik di era global secara lebih efektif, sekaligus menjaga stabilitas dan kesejahteraan masyarakat.

Apa Reaksi Anda?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Marah Marah 0
Sedih Sedih 0
Wow Wow 0