Jony Ive dan Desainer Senior Ungkap Sulitnya Seni Merancang Setir Mobil.

Oleh VOXBLICK

Senin, 30 Maret 2026 - 18.30 WIB
Jony Ive dan Desainer Senior Ungkap Sulitnya Seni Merancang Setir Mobil.
Seni rumit desain setir mobil (Foto oleh Treasured Solitude)

VOXBLICK.COM - Diskusi mengenai seluk-beluk desain antarmuka kendaraan kembali mencuat setelah Jony Ive, mantan kepala desain Apple yang dikenal atas karyanya pada produk-produk ikonik seperti iPhone dan iMac, bersama para desainer veteran industri otomotif, secara terbuka mengungkap kompleksitas tersembunyi di balik perancangan setir mobil. Pernyataan ini menyoroti bahwa setir, yang seringkali dianggap sebagai komponen sederhana, sesungguhnya merupakan salah satu elemen paling menantang untuk dirancang secara fungsional dan estetis.

Keterlibatan Ive dalam diskusi ini, mengingat rekam jejaknya dalam menyederhanakan interaksi pengguna melalui desain minimalis, memberikan perspektif baru.

Ia dan rekan-rekan desainer senior menyoroti bahwa setir bukan sekadar roda kemudi, melainkan pusat kendali multisensori yang krusial, menghubungkan pengemudi dengan mesin dan jalan. Tantangan merancang setir mobil mencakup keseimbangan antara ergonomi, keamanan, estetika, dan integrasi teknologi yang terus berkembang.

Jony Ive dan Desainer Senior Ungkap Sulitnya Seni Merancang Setir Mobil.
Jony Ive dan Desainer Senior Ungkap Sulitnya Seni Merancang Setir Mobil. (Foto oleh Erik Mclean)

Tuntutan Multidimensi dalam Desain Setir

Para desainer menjelaskan bahwa setir harus memenuhi serangkaian tuntutan yang seringkali saling bertentangan. Pertama, aspek ergonomi adalah fundamental.

Setir harus nyaman digenggam dalam berbagai posisi, memungkinkan akses mudah ke tombol-tombol fungsional tanpa mengalihkan pandangan dari jalan. Ini melibatkan studi mendalam tentang ukuran tangan, jangkauan jari, dan posisi duduk pengemudi yang bervariasi.

Kedua, keamanan menjadi prioritas utama. Setir adalah rumah bagi kantung udara, yang harus mengembang dengan tepat dalam hitungan milidetik.

Desainnya harus memperhitungkan jalur pengembangan kantung udara, material yang tidak menghalangi, serta mitigasi cedera sekunder. Bentuk dan material setir juga harus mampu menyerap energi benturan dalam skenario kecelakaan, melindungi pengemudi.

Ketiga, integrasi teknologi telah mengubah setir dari perangkat mekanis menjadi antarmuka digital yang kompleks. Tombol untuk kontrol audio, telepon, navigasi, hingga sistem bantuan pengemudi (ADAS) kini menjadi standar.

Ive dan desainer lainnya menekankan kesulitan dalam menata begitu banyak fungsi ke ruang terbatas tanpa membebani pengemudi secara kognitif. Penggunaan layar sentuh atau haptic feedback pada setir juga menambah lapisan kompleksitas, menuntut keseimbangan antara inovasi dan kemudahan penggunaan yang intuitif.

Keempat, estetika dan identitas merek. Setir seringkali menjadi titik fokus dalam interior mobil, mencerminkan filosofi desain dan kemewahan sebuah merek.

Desainer harus menciptakan bentuk yang menarik, material berkualitas tinggi, dan detail finishing yang presisi, sembari tetap menjaga fungsionalitas dan keamanan. Ini adalah area di mana Jony Ive, dengan latar belakang desain produknya, dapat memberikan wawasan berharga tentang bagaimana estetika dapat selaras dengan fungsionalitas inti.

Tantangan Material dan Manufaktur

Proses perancangan setir juga tidak lepas dari kendala material dan manufaktur.

Pilihan material seperti kulit, plastik, logam, atau serat karbon harus dipertimbangkan tidak hanya dari segi estetika dan sentuhan, tetapi juga durabilitas, ketahanan terhadap suhu ekstrem, dan biaya produksi. Proses manufaktur yang melibatkan cetakan injeksi, jahitan presisi, dan perakitan komponen elektronik memerlukan toleransi yang sangat ketat.

Selain itu, siklus pengembangan produk otomotif yang panjang berarti desainer harus memprediksi tren teknologi dan ekspektasi pengguna di masa depan.

Setir yang dirancang hari ini mungkin baru akan muncul di jalanan lima tahun lagi, menuntut visi jauh ke depan.

Implikasi Luas bagi Industri Otomotif dan Pengguna

Diskusi mengenai sulitnya merancang setir mobil ini memiliki implikasi signifikan bagi industri otomotif dan pengalaman pengguna secara keseluruhan.

Ini menggarisbawahi bahwa inovasi dalam kendaraan modern tidak hanya terbatas pada mesin atau sistem infotainment, tetapi juga pada detail antarmuka fisik yang paling dasar.

Beberapa dampak dan implikasi yang dapat diamati meliputi:

  • Peningkatan Kualitas Pengalaman Pengemudi: Pemahaman yang lebih dalam tentang tantangan desain ini mendorong produsen untuk berinvestasi lebih banyak dalam penelitian dan pengembangan setir, menghasilkan produk yang lebih ergonomis, aman, dan intuitif.
  • Inovasi Material dan Teknologi: Kebutuhan untuk menyeimbangkan berbagai fungsi mendorong eksplorasi material baru yang lebih ringan, kuat, atau memiliki kemampuan haptic feedback yang canggih. Integrasi sensor dan layar mikro pada setir juga akan terus berkembang.
  • Pergeseran Paradigma Desain Interior: Dengan kemajuan menuju kendaraan otonom, peran setir mungkin akan berubah. Desainer kini harus mempertimbangkan bagaimana setir dapat ditarik, disembunyikan, atau bahkan digantikan oleh antarmuka lain di masa depan, tanpa mengorbankan kemampuan pengemudi untuk mengambil alih kendali secara cepat saat diperlukan.
  • Fokus pada Keselamatan Pasif dan Aktif: Desain setir akan terus menjadi bagian integral dari strategi keselamatan kendaraan, baik dalam melindungi pengemudi saat benturan (pasif) maupun dalam memfasilitasi penggunaan fitur bantuan pengemudi (aktif).
  • Peningkatan Biaya Pengembangan: Kompleksitas ini juga berarti biaya pengembangan untuk komponen setir yang canggih akan terus meningkat, yang pada akhirnya dapat tercermin dalam harga jual kendaraan.

Pernyataan dari Jony Ive dan para desainer senior ini berfungsi sebagai pengingat penting bahwa di balik setiap komponen kendaraan modern, terdapat lapisan kompleksitas desain dan rekayasa yang mendalam.

Setir mobil, sebagai jembatan langsung antara pengemudi dan kendaraan, akan terus menjadi arena krusial bagi inovasi, menuntut keseimbangan yang cermat antara bentuk, fungsi, dan pengalaman pengguna dalam menghadapi era mobilitas yang terus bertransformasi.

Apa Reaksi Anda?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Marah Marah 0
Sedih Sedih 0
Wow Wow 0