Kontrak Palantir UK Dipertanyakan Benarkah Ada Masalah Keamanan Data

Oleh VOXBLICK

Minggu, 28 Desember 2025 - 06.40 WIB
Kontrak Palantir UK Dipertanyakan Benarkah Ada Masalah Keamanan Data
Kontrak Palantir UK dan keamanan data (Foto oleh Dom J)

VOXBLICK.COM - Pemerintah Inggris kembali menjadi sorotan setelah kontraknya dengan Palantir, perusahaan teknologi asal Amerika Serikat, dihadapkan pada pertanyaan serius terkait keamanan data. Anggota parlemen dan sejumlah pakar privasi mempertanyakan: apakah sistem dan teknologi Palantir cukup aman untuk menangani data sensitif warga Inggris? Atau, justru ada celah yang mengancam kerahasiaan data publik?

Siapa Itu Palantir dan Apa Fungsinya?

Nama Palantir kerap kali terdengar dalam diskusi tentang kecerdasan buatan, analisis data besar (big data), dan sistem intelijen.

Perusahaan ini dikenal sebagai penyedia platform perangkat lunak yang mampu mengumpulkan, mengolah, serta menganalisis data dalam jumlah sangat besar dari berbagai sumber berbeda. Dalam praktiknya, Palantir telah digunakan oleh pemerintah, militer, hingga perusahaan swasta untuk berbagai tujuan, mulai dari penegakan hukum, pengawasan kesehatan, hingga analisis tren pasar.

Pada tahun 2023, pemerintah Inggris mempercayakan Palantir untuk membangun platform data terpadu dalam sistem layanan kesehatan nasional (NHS).

Tujuannya: meningkatkan efisiensi layanan, mempercepat analisis data pasien, dan membantu pengambilan keputusan berbasis data.

Kontrak Palantir UK Dipertanyakan Benarkah Ada Masalah Keamanan Data
Kontrak Palantir UK Dipertanyakan Benarkah Ada Masalah Keamanan Data (Foto oleh Tima Miroshnichenko)

Cara Kerja Teknologi Palantir

Agar tidak terjebak dalam jargon, mari kita uraikan cara kerja teknologi Palantir secara sederhana:

  • Integrasi Data Multi-Sumber: Palantir merancang platform yang mampu menggabungkan data dari berbagai basismulai dari rekam medis, laporan keuangan, hingga catatan polisike dalam satu dashboard terpadu.
  • Analitik Canggih dan Kecerdasan Buatan: Dengan algoritma cerdas, Palantir dapat menemukan pola, anomali, atau hubungan tersembunyi dalam tumpukan data yang sulit dianalisis secara manual.
  • Visualisasi Interaktif: Hasil analisis disajikan dalam bentuk visualisasi dinamis, sehingga pengguna dari berbagai latar belakang dapat memahami dan mengambil keputusan lebih cepat.
  • Kontrol Akses Ketat: Sistem Palantir memungkinkan pengaturan hak akses sangat rinci, memastikan hanya pihak berwenang yang dapat mengakses data tertentu.

Dalam konteks NHS, artinya dokter, perawat, dan pejabat kesehatan dapat melihat data pasien secara terintegrasi dan segera bertindak jika ada risiko kesehatan masyarakat yang terdeteksi.

Isu Keamanan Data: Mengapa Dipertanyakan?

Meski menawarkan efisiensi dan kekuatan analitik, banyak pihak mempertanyakan apakah Palantir benar-benar mampu menjaga keamanan data sensitif. Ada beberapa kekhawatiran utama yang diangkat oleh anggota parlemen Inggris:

  • Asal Perusahaan: Palantir berbasis di AS, sehingga ada kekhawatiran data warga Inggris dapat diakses atau diminta oleh pemerintah asing berdasarkan hukum negara asal perusahaan.
  • Track Record: Palantir pernah dikritik karena keterlibatannya dalam proyek-proyek kontroversial, termasuk pengawasan imigrasi di Amerika Serikat.
  • Ketidakjelasan Proses Enkripsi: Penjelasan teknis mengenai bagaimana data dienkripsi, disimpan, dan diproses dinilai belum transparan sepenuhnya oleh sebagian pengamat privasi.
  • Potensi Penyalahgunaan: Dengan data yang sangat terpusat, risiko penyalahgunaan oleh pihak internal maupun eksternal meningkat apabila kontrol akses dan audit tidak benar-benar ketat.

Pro dan Kontra Penggunaan Palantir di Dunia Nyata

Keputusan pemerintah Inggris menggunakan Palantir menuai pro dan kontra yang cukup tajam:

  • Pro:
    • Efisiensi Tinggi: Analisis data yang dulunya membutuhkan waktu berminggu-minggu kini dapat dilakukan dalam hitungan menit.
    • Deteksi Dini: Palantir membantu mendeteksi ancaman kesehatan, kriminalitas, atau penipuan lebih awal melalui analitik prediktif.
    • Kolaborasi Lebih Baik: Data lintas departemen dan institusi bisa diakses secara real-time, mempercepat respons terhadap situasi kritis.
  • Kontra:
    • Risiko Privasi: Pusat data besar rentan terhadap kebocoran atau penyalahgunaan jika tidak diawasi dengan ketat.
    • Ketergantungan pada Vendor: Sistem yang dibangun oleh satu perusahaan asing menimbulkan risiko vendor lock-in dan pengaruh eksternal.
    • Kurangnya Transparansi: Publik dan sebagian besar anggota parlemen merasa kurang mendapat penjelasan mendalam tentang mekanisme keamanan Palantir.

Mengintip Masa Depan: Antara Manfaat dan Risiko

Teknologi analitik seperti yang ditawarkan Palantir memang menawarkan potensi besar dalam meningkatkan efisiensi layanan publik. Namun, tanpa transparansi dan pengawasan yang jelas, kekhawatiran tentang keamanan data dan privasi tetap valid.

Kontrak Palantir UK menjadi pengingat bahwa adopsi teknologi canggih harus selalu diimbangi dengan prinsip kehati-hatian, audit independen, serta keterlibatan publik dalam pengambilan keputusan. Saat manfaat dan risiko berjalan beriringan, keputusan akhir harus mengutamakan perlindungan data warga sebagai prioritas utama.

Apa Reaksi Anda?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Marah Marah 0
Sedih Sedih 0
Wow Wow 0