Sukamta: Board of Peace, Terobosan Diplomasi Indonesia untuk Gaza

Oleh VOXBLICK

Jumat, 13 Februari 2026 - 08.00 WIB
Sukamta: Board of Peace, Terobosan Diplomasi Indonesia untuk Gaza
Diplomasi Indonesia Gaza (Foto oleh Mathias Reding)

VOXBLICK.COM - Wakil Ketua Komisi I DPR RI, Sukamta, menyatakan bahwa pembentukan Board of Peace berpotensi menjadi terobosan baru dalam diplomasi Indonesia, khususnya untuk mencari solusi damai atas konflik Gaza. Inisiatif ini muncul di tengah kebuntuan jalur-jalur diplomasi konvensional yang selama ini ditempuh oleh berbagai negara dan organisasi internasional.

Board of Peace diusulkan sebagai mekanisme alternatif yang melibatkan tokoh, akademisi, dan praktisi lintas negara untuk mendorong dialog dan negosiasi konstruktif antara pihak-pihak yang terlibat dalam konflik.

Menurut Sukamta, langkah ini diharapkan memperkuat posisi Indonesia sebagai negara dengan rekam jejak panjang dalam diplomasi perdamaian, sekaligus menegaskan peran aktif Indonesia di panggung global.

Sukamta: Board of Peace, Terobosan Diplomasi Indonesia untuk Gaza
Sukamta: Board of Peace, Terobosan Diplomasi Indonesia untuk Gaza (Foto oleh Karolina Grabowska www.kaboompics.com)

Inisiatif Sukamta dan Latar Belakang Board of Peace

Sukamta menilai, jalur diplomasi formal seperti PBB atau Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) kerap menghadapi tantangan besar karena veto politik dan kepentingan negara-negara besar.

Board of Peace didesain agar lebih fleksibel serta melibatkan elemen masyarakat sipil dan komunitas internasional yang independen dari tekanan politik negara tertentu.

Dalam keterangannya di Jakarta, Sukamta menegaskan, "Indonesia memiliki modal politik luar negeri bebas aktif, serta pengalaman dalam menginisiasi dialog lintas kelompok di berbagai konflik internasional.

Board of Peace bisa menjadi ruang kreatif untuk mengakselerasi upaya perdamaian di Gaza."

  • Board of Peace diharapkan mengumpulkan pemangku kepentingan dari berbagai latar belakang.
  • Fokus pada diplomasi humaniter, perlindungan warga sipil, dan upaya rekonstruksi pasca-konflik.
  • Mendorong partisipasi negara-negara non-blok dan organisasi internasional.

Peran Indonesia dalam Diplomasi Gaza

Sejak eskalasi kekerasan di Gaza pada 2023-2024, Indonesia secara konsisten menentang segala bentuk kekerasan dan terus mendorong penyelesaian damai.

Data Kementerian Luar Negeri RI menunjukkan, lebih dari 37 ribu korban jiwa telah jatuh selama konflik berkepanjangan tersebut, mayoritas adalah perempuan dan anak-anak. Melalui Board of Peace, Indonesia diharapkan bisa meningkatkan efektivitas diplomasi kemanusiaan yang selama ini sudah dijalankan, termasuk pengiriman bantuan medis dan logistik ke wilayah Gaza.

Menurut laporan United Nations Office for the Coordination of Humanitarian Affairs (UNOCHA), krisis kemanusiaan di wilayah tersebut semakin memburuk akibat blokade dan serangan berkelanjutan. Board of Peace dinilai dapat menjadi wadah untuk menyalurkan suara masyarakat internasional dan memperkuat tekanan global agar gencatan senjata permanen segera terwujud.

Dampak dan Implikasi Diplomasi Alternatif Indonesia

Pembentukan Board of Peace membawa beberapa dampak strategis bagi Indonesia dan kawasan:

  • Peningkatan Kredibilitas Indonesia: Jika berhasil, Board of Peace akan menegaskan peran Indonesia sebagai pelopor diplomasi non-tradisional di tingkat global. Ini dapat memperluas jaringan dan reputasi Indonesia dalam isu-isu perdamaian dunia.
  • Model Baru Diplomasi: Pendekatan Board of Peace dapat menjadi referensi bagi negara lain yang ingin terlibat dalam penyelesaian konflik tanpa terjebak birokrasi formal atau tekanan politik internasional.
  • Penguatan Kolaborasi Multisektor: Dengan melibatkan komunitas internasional, akademisi, dan organisasi masyarakat sipil, diplomasi Indonesia menjadi lebih inklusif dan adaptif terhadap tantangan global.
  • Dampak Sosial-Ekonomi: Upaya damai yang efektif di Gaza tidak hanya menyelamatkan nyawa tetapi juga membuka peluang rekonstruksi dan pemulihan ekonomi di masa depan, yang berdampak pada stabilitas kawasan Timur Tengah secara luas.

Dengan inisiatif Board of Peace, Indonesia menunjukkan kesiapan untuk mengambil peran lebih besar dalam upaya perdamaian internasional.

Melalui pendekatan yang inovatif dan partisipatif, diplomasi Indonesia diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata dalam mengatasi konflik Gaza dan memperkuat posisi negara di kancah global.

Apa Reaksi Anda?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Marah Marah 0
Sedih Sedih 0
Wow Wow 0