UMP dan Perpusnas Dorong Literasi Lewat Seminar Politik Bahasa

Oleh VOXBLICK

Selasa, 03 Februari 2026 - 09.00 WIB
UMP dan Perpusnas Dorong Literasi Lewat Seminar Politik Bahasa
Seminar literasi UMP dan Perpusnas (Foto oleh MBA Classroom)

VOXBLICK.COM - Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) bekerja sama dengan Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (Perpusnas) menggelar seminar bertajuk “Politik Bahasa dan Penguatan Literasi Nasional”, yang diadakan di Aula AK Anshori UMP pada awal Juni 2024. Kegiatan ini melibatkan sejumlah akademisi, mahasiswa, serta perwakilan lembaga literasi dari berbagai daerah. Seminar ini menyoroti urgensi literasi dan kebijakan bahasa nasional sebagai fondasi penting dalam pembangunan bangsa.

Acara ini menghadirkan narasumber utama dari Perpusnas, Drs. Adin Bondar, M.Si., selaku Deputi Pengembangan Sumber Daya Perpustakaan, serta Dr. H. Anjar Nugroho, M.Si., Rektor UMP.

Keduanya menekankan pentingnya kolaborasi lintas institusi dalam memperkuat budaya baca dan pemahaman bahasa sebagai alat pemersatu bangsa Indonesia. Seminar ini juga dihadiri sekitar 300 peserta, mulai dari dosen, mahasiswa, hingga komunitas literasi lokal, yang aktif berdiskusi mengenai tantangan dan solusi literasi di tanah air.

UMP dan Perpusnas Dorong Literasi Lewat Seminar Politik Bahasa
UMP dan Perpusnas Dorong Literasi Lewat Seminar Politik Bahasa (Foto oleh Markus Winkler)

Fokus Seminar: Literasi dan Kebijakan Bahasa Nasional

Seminar ini berfokus pada dua isu utama: penguatan literasi nasional dan politik kebahasaan di Indonesia. Dalam paparannya, Drs.

Adin Bondar menyampaikan bahwa indeks literasi nasional masih berada pada angka 3,64 (skala 1-6) menurut survei Perpusnas tahun 2023. Angka ini menandakan perlunya upaya kolektif yang lebih intensif agar masyarakat Indonesia semakin mampu memahami, mengelola, dan memanfaatkan informasi secara efektif.

Selain itu, kebijakan bahasa juga menjadi sorotan penting. Bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan kini menghadapi tantangan globalisasi, di mana bahasa asing kian mendominasi ruang publik dan media digital.

Seminar ini mengkaji bagaimana regulasi dan pendidikan bahasa dapat diadaptasi agar relevan dengan kebutuhan generasi muda, tanpa mengorbankan identitas nasional.

Kolaborasi UMP dan Perpusnas: Strategi Konkret Penguatan Literasi

Rektor UMP, Dr. Anjar Nugroho, menegaskan bahwa penguatan literasi tak bisa hanya mengandalkan satu pihak. Ia menyoroti beberapa program yang telah dijalankan UMP bersama Perpusnas, seperti:

  • Pendampingan pengembangan perpustakaan desa dan sekolah di Banyumas dan sekitarnya.
  • Pelatihan literasi digital untuk guru dan mahasiswa.
  • Penyediaan akses koleksi digital Perpusnas di lingkungan kampus UMP.
  • Peningkatan kapasitas tenaga pustakawan melalui pelatihan dan sertifikasi bersama.

Langkah-langkah ini dinilai efektif untuk memperluas jangkauan literasi, khususnya di daerah-daerah yang masih minim fasilitas baca dan teknologi informasi. Drs.

Adin Bondar menambahkan, “Kemitraan seperti ini perlu direplikasi di berbagai perguruan tinggi dan komunitas literasi, agar gerakan literasi nasional semakin masif dan berkesinambungan.”

Dampak dan Implikasi Lebih Luas bagi Pembangunan Nasional

Penyelenggaraan seminar “Politik Bahasa dan Penguatan Literasi Nasional” oleh UMP dan Perpusnas memberikan sejumlah dampak strategis, di antaranya:

  • Peningkatan Kapasitas SDM: Kolaborasi ini memperkuat kapasitas mahasiswa, dosen, dan masyarakat dalam mengelola informasi dan berkomunikasi secara efektif.
  • Penguatan Identitas Nasional: Kebijakan bahasa yang dikaji dan didiskusikan bersama membantu menjaga peran Bahasa Indonesia di tengah arus globalisasi.
  • Inovasi dalam Pendidikan: Integrasi literasi digital dan koleksi elektronik memperkaya metode pembelajaran di kampus maupun sekolah-sekolah mitra.
  • Perluasan Akses Literasi: Dengan pendampingan dan pelatihan, akses literasi tak lagi terpusat di kota besar, melainkan menjangkau wilayah-wilayah pelosok.

Selain itu, sinergi antara perguruan tinggi dan lembaga negara seperti Perpusnas memperkuat ekosistem literasi nasional yang inklusif, relevan, dan adaptif terhadap perkembangan teknologi.

Hal ini dinilai penting dalam menciptakan masyarakat yang melek informasi dan siap menghadapi tantangan era digital, baik dari sisi sosial, ekonomi, maupun budaya.

Dukungan dan kolaborasi seperti yang dilakukan UMP dan Perpusnas menjadi contoh nyata bagaimana penguatan literasi dan kebijakan bahasa dapat ditingkatkan melalui kerja sama strategis.

Dengan semakin banyak pihak terlibat, diharapkan budaya baca dan kualitas literasi nasional Indonesia terus berkembang, memberi kontribusi signifikan bagi kemajuan bangsa.

Apa Reaksi Anda?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Marah Marah 0
Sedih Sedih 0
Wow Wow 0