Apakah Bitcoin Menuju Dasar Baru di Bawah 40 Ribu

Oleh VOXBLICK

Kamis, 04 Juni 2026 - 13.45 WIB
Apakah Bitcoin Menuju Dasar Baru di Bawah 40 Ribu
Bitcoin berpotensi tembus 40K (Foto oleh Bram van Oosterhout)

VOXBLICK.COM - Harga Bitcoin kembali jadi bahan perbincangan hangat. Setelah sempat bergerak menarik, banyak pelaku pasar mulai bertanya: apakah BTC sedang menuju fase “dasar baru” di bawah 40.000? Dalam ringkasannya, ada sinyal bahwa reli yang terjadi mungkin baru setengah perjalanandan jika tekanan jual kembali menguat, Bitcoin berpotensi turun lebih dalam.

Namun, penting untuk kamu pahami: pergerakan menuju level rendah bukan cuma soal angka semata. Ini biasanya dipengaruhi kombinasi sentimen, likuiditas, posisi pelaku pasar, hingga kondisi makro.

Jadi, mari kita bedah alasan-alasan yang membuat skenario “di bawah 40.000” menjadi mungkin, sinyal dari pelaku pasar yang perlu kamu perhatikan, serta konteks volatilitas yang bisa mengubah rencana kamu kapan saja.

Apakah Bitcoin Menuju Dasar Baru di Bawah 40 Ribu
Apakah Bitcoin Menuju Dasar Baru di Bawah 40 Ribu (Foto oleh Jakub Zerdzicki)

Kenapa Bitcoin Bisa Terlihat “Baru Setengah Perjalanan”

Istilah “baru setengah perjalanan” biasanya dipakai saat harga sudah menunjukkan pemantulan, tetapi belum benar-benar menuntaskan fase koreksi.

Pada Bitcoin, pola seperti ini sering terjadi ketika pasar masih kesulitan menentukan arah: ada pembeli yang mulai masuk, tetapi di sisi lain penjual belum benar-benar kehabisan tenaga.

Berikut beberapa faktor yang sering membuat reli terasa belum “selesai”:

  • Likuiditas yang tidak stabil: Ketika likuiditas menipis, harga bisa bergerak tajam ke dua arah. Pemantulan pun kadang hanya berhenti sebentar.
  • Distribusi posisi: Setelah kenaikan, sebagian investor melakukan rebalancing atau mengambil keuntungan, sehingga daya dorong harga melemah.
  • Sentimen yang belum pulih penuh: Walau ada optimisme, pasar bisa tetap “risk-off” karena faktor eksternal.
  • Level support yang belum terbentuk kuat: Jika area di bawah harga saat ini belum benar-benar menjadi lantai, maka breakdown bisa terjadi lebih cepat.

Dalam konteks “Bitcoin menuju dasar baru di bawah 40 ribu”, pertanyaan utamanya adalah: apakah penurunan berikutnya hanya koreksi lanjutan, atau justru membentuk tren turun yang lebih panjang?

Level 40.000: Kenapa Angka Ini Terasa Krusial

Angka psikologis seperti 40.000 sering menjadi magnet karena banyak trader menempatkan order di area tersebutbaik untuk entry maupun untuk manajemen risiko. Saat harga mendekati level besar, respons pasar cenderung lebih “reaktif”.

Kalau kamu melihat pergerakan harga Bitcoin, biasanya ada dua skenario yang sering muncul:

  • Skenario bertahan: Level 40.000 menjadi support, memicu pantulan karena buyer agresif masuk lebih awal.
  • Skenario tembus: Jika tekanan jual lebih kuat, harga bisa menembus level tersebut, lalu mencari support baru di bawahnya.

Yang membuat skenario tembus terasa realistis adalah ketika pemantulan sebelumnya tidak disertai dengan perbaikan fundamental atau ketika volume beli tidak cukup untuk “mengangkat” harga secara konsisten.

Akibatnya, setiap kenaikan bisa dimanfaatkan untuk jual (profit taking), bukan untuk membangun tren naik.

Sinyal dari Pelaku Pasar yang Patut Kamu Pantau

Alih-alih hanya menebak dari chart, kamu juga perlu membaca “bahasa” pasar. Pelaku pasar biasanya meninggalkan jejak melalui likuidasi, arus order, dan perubahan sentimen.

Berikut beberapa sinyal yang relevan jika kamu ingin menilai apakah Bitcoin benar-benar menuju dasar baru di bawah 40.000.

  • Lonjakan likuidasi saat harga bergerak: Jika likuidasi long meningkat ketika harga turun, itu bisa mempercepat penurunan karena trader terpaksa cut loss.
  • Volume dan order book yang melemah: Pemantulan tanpa volume kuat sering kali rapuh. Harga bisa naik sebentar, lalu kembali ditekan.
  • Perubahan open interest (OI): OI yang meningkat bersamaan dengan penurunan harga dapat mengindikasikan masuknya posisi bearish (atau leverage yang rentan).
  • Dominasi sentimen “risk-off” di kripto: Saat pasar secara umum lebih selektif terhadap aset berisiko, Bitcoin bisa ikut terseret.
  • Perilaku whale dan akumulasi/distribusi: Aktivitas besar-besaran bisa menjadi sinyal bahwa ada akumulasi (bullish) atau distribusi (bearish), meski interpretasinya perlu hati-hati.

Catatan penting: sinyal-sinyal di atas bukan jaminan arah. Namun, kombinasi beberapa indikator biasanya lebih informatif daripada mengandalkan satu data saja.

Volatilitas: Kenapa Kamu Harus Mengubah Cara Mengambil Keputusan

Bitcoin dikenal sangat volatil. Tetapi ketika pasar sedang berada di fase “mencari dasar”, volatilitas biasanya makin terasa karena banyak pelaku pasar bereaksi cepat terhadap perubahan kecil.

Ini bisa membuat kamu terlihat seperti “telat masuk” atau “telat keluar”, padahal yang terjadi adalah dinamika pasar yang memang bergerak ekstrem.

Kalau kamu sedang mempertimbangkan keputusanbaik trading jangka pendek atau akumulasi jangka menengahcoba gunakan cara berpikir yang lebih disiplin:

  • Perjelas tujuan kamu: Apakah kamu mengejar momentum atau membangun posisi bertahap (DCA)? Tujuan menentukan strategi.
  • Gunakan rencana risiko: Tentukan batas rugi yang masuk akal. Jangan sampai keputusan dibuat saat emosi sedang tinggi.
  • Hindari “all-in” saat volatilitas memuncak: Di fase menuju level seperti 40.000, penurunan bisa terjadi cepat dan tanpa banyak peringatan.
  • Perhatikan konfirmasi, bukan hanya reaksi awal: Pantulan harga sesaat belum tentu mengubah tren. Cari tanda berlanjutmisalnya kestabilan di atas support.

Dengan kata lain, konteks volatilitas bukan sekadar “ramai”, tapi bisa menjadi faktor penentu apakah kamu bertahan saat pasar menguji level-level penting.

Alasan Makro dan Sentimen yang Sering Menekan Bitcoin

Bitcoin tidak hidup dalam ruang hampa. Ia sering bereaksi terhadap kondisi pasar global, suku bunga, dolar AS, dan selera risiko investor.

Ketika kondisi makro cenderung menekan aset berisiko, Bitcoin bisa ikut tertekan meski ada narasi bullish di ekosistemnya.

Beberapa pemicu umum yang bisa membuat BTC lebih rentan turun ke area rendah:

  • Kenaikan imbal hasil obligasi atau ekspektasi suku bunga: Biasanya membuat investor lebih konservatif.
  • Dolar AS menguat: Sering berdampak pada arus modal global.
  • Risk sentiment melemah: Saat pasar saham/komoditas bergejolak, kripto sering ikut terimbas.
  • Likuiditas global menurun: Saat uang “ketat”, aset volatil seperti Bitcoin lebih mudah terseret.

Jadi, ketika kamu mendengar spekulasi “Bitcoin menuju dasar baru di bawah 40.000”, ada kemungkinan pasar sedang menilai ulang risiko secara lebih luas, bukan hanya menilai grafik BTC.

Bagaimana Menyusun Rencana Jika Skenario Turun di Bawah 40.000 Terjadi

Kalau skenario bearish benar-benar terjadi, kamu tidak harus panik. Yang penting adalah kamu punya rencana yang realistis. Berikut pendekatan yang bisa kamu pertimbangkan (sesuaikan dengan profil kamu ya):

  • Gunakan pendekatan bertahap: Jika kamu investor jangka menengah, pertimbangkan DCA di beberapa level, bukan menunggu satu titik sempurna.
  • Tunggu konfirmasi support: Jangan langsung menganggap tembus sebagai akhirlihat apakah harga bisa stabil dan membentuk pola yang lebih kuat.
  • Siapkan skenario alternatif: Misalnya, jika harga jatuh di bawah 40.000, kapan kamu menambah posisi, dan kapan kamu memilih menunggu (atau mengurangi risiko).
  • Perhatikan kondisi likuidasi: Jika likuidasi sudah “membersihkan” posisi leverage, volatilitas bisa mulai mereda meski belum tentu bullish.

Dengan strategi seperti ini, kamu tidak hanya bereaksi terhadap harga, tetapi juga mengelola kemungkinan. Itu yang membedakan trader/investor yang bertahan dari yang mudah terpancing.

Apakah Ini Peluang atau Ancaman? Jawabannya Ada di Kombinasi Sinyal

Bitcoin menuju dasar baru di bawah 40.000 bisa terasa seperti ancaman bagi yang membeli di puncak, tetapi bisa menjadi peluang bagi yang siap dengan rencana.

Namun, peluang baru “valid” jika sinyal pasar menunjukkan bahwa penurunan mulai kehilangan tenaga dan ada tanda pemulihan minat beli.

Untuk membuat penilaian yang lebih seimbang, kamu bisa mengecek apakah:

  • Support di sekitar 40.000 berulang kali diuji dan bertahan (bukan cuma memantul sekali).
  • Volume beli mulai muncul saat harga turun, bukan hanya saat harga sudah naik.
  • Likuidasi mulai mereda, menandakan leverage berkurang.
  • Sentimen pasar tidak makin memburuk secara konsisten.

Kalau beberapa poin ini mulai terlihat, skenario “dasar baru” bisa semakin masuk akal. Tetapi jika sebaliknya, artinya kamu perlu lebih berhati-hati karena harga mungkin masih mencari level lebih rendah.

Intinya, spekulasi bahwa Bitcoin berada di “setengah perjalanan menuju dasar” dan berpotensi jatuh di bawah 40.000 bukan sekadar cerita hypeia terkait dengan dinamika likuiditas, posisi pelaku pasar, serta konteks volatilitas dan makro.

Kamu tidak perlu memprediksi secara sempurna, tapi kamu perlu membaca sinyal dan menyiapkan rencana risiko yang jelas. Dengan begitu, apa pun yang terjadi di sekitar 40.000, kamu tetap punya pegangan untuk mengambil keputusan secara lebih tenang dan terukur.

Apa Reaksi Anda?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Marah Marah 0
Sedih Sedih 0
Wow Wow 0