Bedah Buku Wawasan Kebangsatan Dorong Mahasiswa Kritis Isu Sosial Politik
VOXBLICK.COM - Universitas Airlangga (Unair) Surabaya menginisiasi diskusi publik melalui bedah buku bertajuk “Wawasan Kebangsatan” pada Rabu (15/5), menghadirkan penulis, dosen, serta mahasiswa dari berbagai fakultas. Kegiatan ini bertujuan menumbuhkan pemikiran kritis di kalangan mahasiswa terkait isu-isu sosial dan politik yang tengah berkembang di Indonesia. Fokus utama diskusi adalah pentingnya peran generasi muda dalam memahami dan merespons dinamika nasional, terutama di tengah derasnya arus informasi dan polarisasi masyarakat.
Acara yang berlangsung di Aula Soetandyo Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Unair ini menghadirkan Dr. Ahmad Fauzi, penulis buku “Wawasan Kebangsatan”, sebagai narasumber utama.
Turut hadir Dr. Sri Lestari, dosen ilmu politik, serta perwakilan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Unair sebagai panelis diskusi. Para peserta aktif mengajukan pertanyaan seputar relevansi nilai kebangsaan dengan tantangan politik kekinian, seperti disinformasi dan apatisme generasi muda terhadap proses demokrasi.
Diskusi Kritis dan Tantangan Wawasan Kebangsaan
Menurut Dr. Ahmad Fauzi, “Wawasan Kebangsatan” disusun berdasarkan riset lapangan dan pengalaman empiris dalam mengamati pergeseran nilai kebangsaan di kalangan mahasiswa.
“Kita tidak bisa menutup mata terhadap beragam isu politik yang membelah masyarakat. Mahasiswa harus mampu memilah informasi, membangun literasi politik, dan berani mengkritisi kebijakan publik,” ujarnya di hadapan lebih dari 200 peserta.
Diskusi mengupas sejumlah isu strategis, antara lain:
- Penyebaran hoaks yang semakin masif melalui media sosial
- Keseimbangan antara kebebasan berekspresi dan tanggung jawab sosial
- Rendahnya partisipasi politik generasi muda dalam pemilu
- Peran pendidikan politik di lingkungan kampus
Dr. Sri Lestari menekankan pentingnya integrasi wawasan kebangsaan dalam kurikulum pendidikan tinggi.
“Tugas universitas bukan hanya mencetak lulusan berkompetensi akademik, tetapi juga membentuk karakter kebangsaan yang kritis dan solutif terhadap masalah sosial-politik,” jelasnya. Ia menambahkan, dialog terbuka seperti bedah buku ini efektif menstimulasi rasa ingin tahu dan kepedulian mahasiswa terhadap isu nasional.
Pentingnya Peran Mahasiswa dalam Dinamika Sosial Politik
Bedah buku ini menjadi momen reflektif bagi mahasiswa untuk menilai peran mereka sebagai agen perubahan sosial.
Data dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (2023) menunjukkan bahwa hanya 32% mahasiswa Indonesia aktif mengikuti kegiatan diskusi politik atau organisasi kemahasiswaan yang berorientasi isu kebangsaan. Hal ini menunjukkan adanya ruang besar bagi penguatan literasi politik di kalangan generasi muda.
Dalam sesi tanya jawab, beberapa mahasiswa menyoroti tantangan keterbukaan informasi dan polarisasi politik di media sosial.
Mereka mempertanyakan langkah konkret yang dapat diambil kampus dan organisasi mahasiswa untuk menumbuhkan critical thinking sekaligus menjaga etika diskusi publik.
Dampak dan Implikasi Lebih Luas
Kegiatan bedah buku “Wawasan Kebangsatan” di Unair memberikan beberapa implikasi penting bagi lingkungan pendidikan tinggi dan masyarakat luas:
- Penguatan budaya literasi politik: Diskusi semacam ini mendorong mahasiswa untuk lebih aktif membaca, menganalisis, dan mendiskusikan isu kebangsaan secara rasional.
- Penanggulangan disinformasi: Mahasiswa dapat menjadi duta literasi digital yang memerangi hoaks dan narasi provokatif di media sosial.
- Pembentukan karakter kepemimpinan: Keterlibatan mahasiswa dalam diskusi publik membentuk kepercayaan diri, kemampuan berargumen, dan kepedulian sosial yang esensial bagi calon pemimpin masa depan.
- Sinergi antara akademisi dan mahasiswa: Kolaborasi ini dapat memperkaya kurikulum dan aktivitas kemahasiswaan dengan perspektif yang relevan dan adaptif terhadap tantangan zaman.
Partisipasi aktif dalam kegiatan bertema kebangsaan seperti bedah buku diharapkan menjadi katalisator bertumbuhnya generasi muda yang kritis, inklusif, dan visioner dalam merespons isu sosial politik nasional.
Inisiatif serupa yang dilakukan secara rutin di berbagai kampus dapat memperkuat peran mahasiswa sebagai motor penggerak perubahan positif di Indonesia.
Apa Reaksi Anda?
Suka
0
Tidak Suka
0
Cinta
0
Lucu
0
Marah
0
Sedih
0
Wow
0