Benarkah Gen Ibu Lebih Pengaruh ke Berat Badan Anak

Oleh VOXBLICK

Senin, 09 Maret 2026 - 17.00 WIB
Benarkah Gen Ibu Lebih Pengaruh ke Berat Badan Anak
Gen ibu dan berat badan anak (Foto oleh Google DeepMind)

VOXBLICK.COM - Banyak banget mitos yang beredar soal berat badan anak. Salah satu yang paling sering ditemui adalah anggapan bahwa berat badan si kecil hanya dipengaruhi oleh pola makan atau gaya hidup saja. Kalau anak terlihat lebih gemuk atau kurus, sering kali ibunya langsung disalahkan karena dianggap kurang memperhatikan asupan gizinya. Tapi, apakah benar sesederhana itu? Apakah gen ibu memang lebih berpengaruh pada berat badan anak dibandingkan faktor lainnya?

Yuk, kita kupas fakta ilmiah di balik hubungan antara gen ibu dan berat badan anak, supaya nggak lagi termakan mitos atau stigma yang nggak berdasar!

Genetika vs. Pola Makan: Siapa Paling Berpengaruh?

Selama ini, banyak orang percaya bahwa pola makan dan aktivitas fisik adalah penentu utama berat badan anak. Sebenarnya, kedua faktor itu memang penting.

Namun, penelitian dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan bahwa genetik, terutama gen yang diwariskan dari ibu, juga punya pengaruh besar terhadap berat badan anak.

Benarkah Gen Ibu Lebih Pengaruh ke Berat Badan Anak
Benarkah Gen Ibu Lebih Pengaruh ke Berat Badan Anak (Foto oleh Mikhail Nilov)

Menurut sebuah riset yang dipublikasikan di jurnal WHO, gen yang berperan dalam pengaturan metabolisme, penyimpanan lemak, hingga kecenderungan makan ternyata lebih banyak diwariskan dari ibu. Bahkan, beberapa studi menyebutkan bahwa anak yang memiliki ibu dengan riwayat obesitas atau kelebihan berat badan, punya peluang lebih besar untuk mengalami kondisi serupa dibandingkan jika ayahnya yang obesitas.

Kenapa Gen Ibu Lebih Dominan?

Banyak yang bertanya, kok bisa gen ibu lebih dominan? Penjelasannya cukup menarik. Sel telur ibu membawa materi genetik mitokondria yang bertanggung jawab atas produksi energi dalam tubuh.

Semua mitokondria yang dimiliki seseorang hanya berasal dari ibu. Gen ini sangat berpengaruh pada bagaimana tubuh membakar kalori dan menyimpan lemak.

  • Mitokondria: Seluruh mitokondria dalam tubuh anak berasal dari ibu, bukan dari ayah.
  • Pengaturan Metabolisme: Gen mitokondria membantu mengatur kecepatan metabolisme, yang akhirnya berpengaruh pada berat badan.
  • Faktor Epigenetik: Kondisi kehamilan dan pola makan ibu saat mengandung juga dapat "mengaktifkan" atau "menonaktifkan" gen tertentu yang berkaitan dengan berat badan anak.

Tapi, bukan berarti ayah tidak punya peran sama sekali. Gen dari ayah tetap berkontribusi, terutama untuk faktor tinggi badan dan komposisi otot.

Namun, untuk urusan metabolisme dasar dan kecenderungan berat badan, gen ibu memang lebih besar pengaruhnya.

Mitos-Mitos Seputar Berat Badan Anak yang Perlu Diluruskan

Karena kurangnya pemahaman soal faktor genetik, banyak keluarga atau masyarakat yang terlalu cepat menyalahkan pola asuh ibu jika berat badan anak dianggap “tidak ideal”. Padahal, faktanya:

  • Tidak semua anak kurus karena kurang makan. Bisa jadi memang metabolisme tubuhnya cenderung membakar kalori lebih cepat karena faktor keturunan.
  • Anak gemuk bukan selalu karena makan berlebihan. Ada anak yang mudah gemuk meski porsi makannya biasa saja, karena faktor genetik dari ibu.
  • Berat badan ideal tiap anak berbeda. Parameter berat badan sehat sebaiknya disesuaikan dengan riwayat keluarga dan perkembangan fisik anak secara keseluruhan, bukan hanya angka di timbangan.

Maka, penting untuk tidak langsung men-judge atau membandingkan berat badan anak tanpa memahami faktor genetik di baliknya. Jangan sampai termakan mitos yang bikin ibu merasa bersalah terus-menerus!

Faktor Lain yang Tak Kalah Penting

Walau genetik dari ibu punya peran besar, bukan berarti kita boleh mengabaikan pola makan sehat dan aktivitas fisik. Kombinasi antara faktor keturunan dan lingkungan tetap menjadi kunci:

  • Gizi seimbang mendukung tumbuh kembang optimal, tak peduli bagaimana genetiknya.
  • Aktivitas fisik tetap membantu membentuk kebiasaan sehat dan menjaga berat badan tetap stabil.
  • Kesehatan mental ibu dan anak juga memengaruhi pola makan dan metabolisme tubuh.

Jadi, memahami peran gen ibu dalam berat badan anak bukan untuk mencari “kambing hitam”, tapi sebagai bekal supaya kita lebih bijak dalam mendampingi tumbuh kembang si kecil.

Setiap anak itu unik, dan perjalanan menuju berat badan ideal juga berbeda-beda.

Kalau kamu masih ragu atau ingin tahu lebih detail tentang berat badan anak dan kaitannya dengan faktor genetik, jangan sungkan untuk berdiskusi dengan dokter atau ahli gizi tepercaya.

Mereka bisa membantu memberikan saran yang sesuai kebutuhan spesifik anak dan keluarga, serta memastikan kesehatan si kecil terjaga dengan baik.

Apa Reaksi Anda?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Marah Marah 0
Sedih Sedih 0
Wow Wow 0