BI Ingatkan Risiko Tukar Uang di Jalanan Pilih Layanan Resmi

Oleh VOXBLICK

Minggu, 08 Maret 2026 - 15.00 WIB
BI Ingatkan Risiko Tukar Uang di Jalanan Pilih Layanan Resmi
BI imbau tukar uang resmi (Foto oleh Yan Krukau)

VOXBLICK.COM - Bank Indonesia (BI) menegaskan kembali pentingnya melakukan penukaran uang melalui layanan resmi, terutama menjelang periode ramai penukaran uang di Surabaya. Imbauan ini disampaikan guna mengantisipasi maraknya praktik penukaran uang di pinggir jalan yang kerap terjadi pada momen-momen tertentu, seperti menjelang Idulfitri dan libur panjang. BI menyoroti bahwa penukaran uang di tempat tidak resmi berpotensi menimbulkan risiko penipuan serta kerugian finansial bagi masyarakat.

Kepala Kantor Perwakilan BI Jawa Timur, Doddy Zulverdi, menyampaikan bahwa selama periode Ramadhan dan menjelang Lebaran, kebutuhan masyarakat akan uang tunai pecahan kecil meningkat tajam.

"Kami mengimbau masyarakat Surabaya dan sekitarnya untuk menggunakan layanan penukaran uang resmi yang telah disediakan BI, baik di bank-bank maupun titik layanan yang telah kami tentukan. Penukaran uang di jalanan sangat riskan karena rawan peredaran uang palsu dan potensi tindak kejahatan," ujar Doddy dalam keterangan pers di Surabaya, Jumat (31/5).

BI Ingatkan Risiko Tukar Uang di Jalanan Pilih Layanan Resmi
BI Ingatkan Risiko Tukar Uang di Jalanan Pilih Layanan Resmi (Foto oleh Ahsanjaya)

Penukaran Uang Resmi: Prosedur dan Titik Layanan

Bank Indonesia menyediakan layanan penukaran uang resmi melalui berbagai kanal untuk memudahkan masyarakat.

Di Surabaya, BI bekerja sama dengan lebih dari 30 bank umum, serta membuka kas keliling di sejumlah titik strategis seperti pusat perbelanjaan, terminal, dan area publik lainnya. Seluruh lokasi layanan resmi dapat diakses informasinya melalui situs resmi BI atau aplikasi PINTAR.

  • Penukaran di bank umum dan BPR mitra BI
  • Layanan kas keliling BI di lokasi tertentu sesuai jadwal
  • Penukaran melalui aplikasi PINTAR dengan sistem reservasi online

Setiap layanan resmi menjamin keaslian dan keamanan uang yang diterima masyarakat. Selain itu, proses penukaran dilakukan sesuai dengan aturan tanpa pungutan liar atau biaya tambahan di luar ketentuan yang berlaku.

Risiko Tukar Uang di Jalanan

Meskipun lebih praktis dan mudah dijangkau, penukaran uang di pinggir jalan membawa sejumlah risiko yang tidak bisa diabaikan.

BI mencatat sejumlah kasus di mana masyarakat menerima uang palsu, uang rusak, atau mengalami pemotongan nilai tukar yang tidak wajar. Selain itu, aktivitas penukaran uang liar juga kerap menjadi target aksi kejahatan seperti pencopetan atau penipuan.

  • Potensi menerima uang palsu atau rusak
  • Nilai tukar yang merugikan (potongan berlebih)
  • Ketidakjelasan pertanggungjawaban hukum
  • Resiko keamanan, termasuk pencurian dan penipuan

Menurut data BI, selama tahun 2023 tercatat puluhan aduan masyarakat terkait penukaran uang di tempat tidak resmi, terutama di Jawa Timur.

Dari sisi hukum, pelaku penukaran uang tak berizin juga dapat dijerat dengan Undang-Undang Mata Uang dan peraturan perbankan yang berlaku.

Dampak Lebih Luas terhadap Masyarakat dan Ekonomi

Maraknya praktik penukaran uang di jalanan bukan hanya berdampak pada individu yang mengalami kerugian, tetapi juga pada stabilitas sistem keuangan secara umum.

Praktik ini membuka celah bagi peredaran uang palsu, yang pada gilirannya dapat merusak kepercayaan masyarakat terhadap mata uang nasional. Selain itu, aktivitas penukaran liar juga mengurangi efektivitas pengelolaan uang oleh otoritas moneter.

Di sisi lain, BI terus berupaya meningkatkan literasi keuangan masyarakat dengan menyosialisasikan pentingnya menggunakan kanal resmi.

Dengan meningkatnya kesadaran dan kepatuhan terhadap prosedur penukaran uang yang benar, diharapkan masyarakat dapat terhindar dari kerugian individual maupun risiko makroekonomi, seperti inflasi akibat peredaran uang tidak terkendali.

Langkah yang Dapat Dilakukan Masyarakat

Untuk memastikan keamanan dan kenyamanan selama penukaran uang, masyarakat disarankan untuk:

  • Mengakses informasi resmi titik penukaran uang melalui website BI atau aplikasi PINTAR
  • Menghindari penukaran uang di lokasi yang tidak jelas atau di luar pengawasan otoritas
  • Memeriksa keaslian uang hasil penukaran menggunakan metode 3D (Dilihat, Diraba, Diterawang)
  • Melaporkan ke pihak berwenang jika menemukan praktik penukaran uang yang mencurigakan

Dengan memilih layanan penukaran uang resmi, masyarakat turut mendukung keamanan transaksi keuangan dan membantu otoritas dalam menjaga stabilitas sistem pembayaran nasional.

Imbauan BI ini diharapkan mampu menekan praktik penukaran uang tidak resmi dan melindungi masyarakat dari berbagai risiko yang mengintai jelang masa-masa ramai penukaran uang di Surabaya dan wilayah lain di Indonesia.

Apa Reaksi Anda?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Marah Marah 0
Sedih Sedih 0
Wow Wow 0