CEO Qualcomm: Robotika Akan Jadi Peluang Lebih Besar dalam Dua Tahun

Oleh VOXBLICK

Jumat, 06 Maret 2026 - 16.00 WIB
CEO Qualcomm: Robotika Akan Jadi Peluang Lebih Besar dalam Dua Tahun
Visi CEO Qualcomm tentang robotika (Foto oleh Pavel Danilyuk)

VOXBLICK.COM - CEO Qualcomm, Cristiano Amon, menyatakan bahwa robotika akan menjadi peluang pasar yang jauh lebih besar dalam dua tahun mendatang. Pernyataan ini disampaikan dalam wawancara eksklusif saat membahas strategi pertumbuhan Qualcomm di luar industri smartphone. Menurut Amon, perkembangan pesat kecerdasan buatan (AI) dan kemajuan chip komputasi khusus membuat robotika siap mengalami lonjakan adopsi di berbagai sektor industri.

Qualcomm, yang selama ini dikenal sebagai pemasok utama chipset untuk smartphone global, kini semakin agresif mengembangkan solusi komputasi untuk robot industri, robot layanan, dan perangkat otomatisasi pintar lainnya.

“Kami memperkirakan pasar robotika akan mengalami lonjakan signifikan. Dalam dua tahun ke depan, peluang di sektor ini akan melebihi ekspektasi banyak pihak,” ujar Amon, dikutip dari Reuters (Juni 2024).

CEO Qualcomm: Robotika Akan Jadi Peluang Lebih Besar dalam Dua Tahun
CEO Qualcomm: Robotika Akan Jadi Peluang Lebih Besar dalam Dua Tahun (Foto oleh Hyundai Motor Group)

Transformasi Strategi Qualcomm

Pergeseran fokus Qualcomm ke pasar robotika didorong oleh pertumbuhan pasar smartphone yang mulai stagnan, serta kebutuhan industri akan solusi otomasi cerdas.

Berdasarkan data Statista, nilai pasar robotika global diprediksi menembus USD 67 miliar pada 2025, naik dari sekitar USD 45 miliar pada 2023. Lonjakan ini didorong oleh adopsi robot di sektor manufaktur, logistik, layanan kesehatan, dan bahkan rumah tangga.

Qualcomm telah meluncurkan beberapa platform komputasi edge dan prosesor AI khusus untuk robot, seperti Snapdragon Robotics Platform.

Solusi ini memungkinkan produsen robot mengintegrasikan kemampuan computer vision, navigasi otonom, dan interaksi manusia-mesin dalam perangkat yang lebih efisien dan hemat energi. Amon menegaskan, “Teknologi kami memungkinkan robot untuk belajar, merespons lingkungan, dan berinteraksi secara real-time, baik di lingkungan pabrik maupun di ruang publik.”

Faktor Pendorong Lonjakan Robotika

  • Perkembangan AI Generatif: Kemajuan kecerdasan buatan generatif memperluas kemampuan robot dalam memahami bahasa, pengambilan keputusan, dan beradaptasi dengan lingkungan baru.
  • Permintaan Otomasi: Krisis tenaga kerja dan kebutuhan efisiensi mendorong perusahaan-perusahaan besar untuk mengadopsi solusi otomasi berbasis robot di lini produksi dan logistik.
  • Ketersediaan Chipset Khusus: Inovasi di bidang semikonduktor, termasuk chip dari Qualcomm, memungkinkan pembuatan robot yang lebih kecil, efisien, dan cerdas.
  • Investasi Global: Investasi di sektor robotika meningkat tajam, baik dari perusahaan teknologi maupun produsen otomasi industri.

Dampak dan Implikasi bagi Industri Global

Pergeseran ini memiliki konsekuensi luas di berbagai bidang. Pertama, sektor manufaktur dan logistik akan mengalami otomatisasi lebih cepat, mempercepat waktu produksi serta menurunkan biaya operasional.

Di sisi lain, sektor layanan seperti perhotelan, kesehatan, dan ritel mulai mengadopsi robot untuk layanan pelanggan, pengantaran, hingga perawatan pasien.

Implikasi lain yang tak kalah penting adalah:

  • Perubahan Lanskap Tenaga Kerja: Adopsi robotika dapat mengurangi kebutuhan akan pekerjaan manual, namun juga membuka peluang baru di bidang pemrograman, pemeliharaan, dan desain robot.
  • Tantangan Regulasi dan Etika: Pertumbuhan pesat robotika menuntut pembaruan regulasi terkait keselamatan, privasi data, dan tanggung jawab hukum.
  • Inovasi Teknologi: Ekosistem startup dan pelaku industri didorong untuk menciptakan solusi inovatif di bidang robotika, mulai dari perangkat keras hingga layanan berbasis AI.

Menurut laporan McKinsey (2024), adopsi robotika dan otomasi dapat meningkatkan produktivitas industri global hingga 30% dalam lima tahun ke depan.

Namun, transisi ini menuntut investasi di bidang pelatihan tenaga kerja dan adaptasi regulasi agar manfaatnya dapat dirasakan secara inklusif.

Mengamati Perubahan Fundamental di Masa Depan

Pernyataan CEO Qualcomm menegaskan bahwa robotika kini menjadi area strategis bagi perusahaan teknologi global. Kombinasi antara kemajuan AI, inovasi chipset, dan kebutuhan otomasi industri menciptakan peluang pasar baru yang sangat besar.

Dalam waktu dua tahun, dampak transformasi ini akan semakin terasa di berbagai lini bisnis dan kehidupan sehari-hari, mendorong lahirnya generasi baru solusi cerdas berbasis robotika.

Apa Reaksi Anda?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Marah Marah 0
Sedih Sedih 0
Wow Wow 0