Dampak Ekonomi Amman Mineral Capai Rp173,4 Triliun Menurut Studi LPEM FEB UI

Oleh VOXBLICK

Jumat, 13 Maret 2026 - 21.15 WIB
Dampak Ekonomi Amman Mineral Capai Rp173,4 Triliun Menurut Studi LPEM FEB UI
Dampak Ekonomi Amman Mineral (Foto oleh Tom Fisk)

VOXBLICK.COM - Sebuah kajian mendalam yang dilakukan oleh Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (LPEM FEB UI) mengungkapkan bahwa PT Amman Mineral Internasional Tbk. (AMMN) telah memberikan kontribusi ekonomi yang substansial, mencapai Rp173,4 triliun dalam periode 2018-2024. Angka ini secara jelas menyoroti peran krusial perusahaan tambang tembaga dan emas ini dalam menggerakkan roda perekonomian, baik di tingkat nasional maupun regional, serta menjadi informasi penting bagi para pemangku kepentingan yang ingin memahami jejak ekonomi industri ekstraktif.

Studi LPEM FEB UI ini tidak hanya sekadar menyajikan angka, melainkan juga menganalisis berbagai dimensi dampak ekonomi, mulai dari penciptaan lapangan kerja, kontribusi terhadap Produk Domestik Bruto (PDB), hingga efek berganda (multiplier effect)

pada sektor-sektor terkait. Temuan ini memberikan validasi empiris atas signifikansi operasional AMMN yang berlokasi di Batu Hijau, Nusa Tenggara Barat, sebagai salah satu pilar utama pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Dampak ekonomi sebesar Rp173,4 triliun tersebut merupakan akumulasi dari aktivitas langsung, tidak langsung, dan dampak ikutan (induced impact) yang dihasilkan oleh operasional perusahaan selama enam tahun terakhir.

Angka ini mencerminkan investasi besar, belanja operasional, pembayaran pajak, royalti, serta program pengembangan masyarakat yang telah dijalankan oleh Amman Mineral.

Dampak Ekonomi Amman Mineral Capai Rp173,4 Triliun Menurut Studi LPEM FEB UI
Dampak Ekonomi Amman Mineral Capai Rp173,4 Triliun Menurut Studi LPEM FEB UI (Foto oleh RDNE Stock project)

Membedah Kontribusi Ekonomi Amman Mineral Menurut LPEM FEB UI

Kajian LPEM FEB UI menguraikan kontribusi ekonomi AMMN ke dalam beberapa kategori dampak yang saling terkait. Pemahaman atas kategori ini penting untuk mengukur seberapa jauh jangkauan ekonomi perusahaan:

  • Dampak Langsung: Ini mencakup pengeluaran langsung perusahaan untuk operasional, seperti gaji karyawan, pembelian barang dan jasa dari pemasok lokal, pembayaran pajak, dan royalti kepada pemerintah. Kontribusi ini secara langsung menyuntikkan dana ke dalam perekonomian.
  • Dampak Tidak Langsung: Muncul dari aktivitas bisnis yang dilakukan oleh pemasok dan kontraktor AMMN. Ketika Amman Mineral membeli barang atau jasa, pemasok tersebut kemudian melakukan pembelian dari pemasok mereka sendiri, menciptakan efek berantai dalam rantai pasokan.
  • Dampak Ikutan (Induced Impact): Terjadi ketika pendapatan yang diterima oleh karyawan AMMN dan karyawan dari pemasok perusahaan dibelanjakan untuk barang dan jasa di masyarakat. Ini mendorong pertumbuhan sektor konsumsi, seperti ritel, makanan, dan jasa lainnya.

Total kontribusi Rp173,4 triliun adalah agregat dari ketiga jenis dampak ini, menunjukkan efek berganda yang signifikan dari setiap rupiah yang diinvestasikan atau dibelanjakan oleh Amman Mineral.

Angka ini mencakup periode krusial pembangunan dan operasional fasilitas AMMN, termasuk investasi besar untuk proyek ekspansi dan peningkatan kapasitas produksi.

Peran Strategis Amman Mineral dalam Perekonomian Nasional dan Daerah

Studi LPEM FEB UI secara eksplisit menegaskan bahwa kontribusi ekonomi Amman Mineral tidak hanya berdampak pada angka PDB nasional, tetapi juga memiliki efek transformatif pada perekonomian daerah, khususnya Nusa Tenggara Barat (NTB).

Keberadaan perusahaan tambang skala besar seperti AMMN di wilayah tersebut telah menjadi katalisator pertumbuhan:

  • Penciptaan Lapangan Kerja: Amman Mineral adalah salah satu pemberi kerja terbesar di NTB, menyediakan ribuan pekerjaan langsung dan tidak langsung. Ini tidak hanya mengurangi angka pengangguran tetapi juga meningkatkan taraf hidup masyarakat lokal melalui upah yang kompetitif dan pengembangan keterampilan.
  • Peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD): Pembayaran pajak daerah, retribusi, dan royalti yang disetorkan oleh AMMN berkontribusi signifikan terhadap anggaran pemerintah daerah, yang kemudian dapat digunakan untuk pembangunan infrastruktur, pendidikan, dan layanan publik lainnya.
  • Pengembangan Rantai Pasok Lokal: Perusahaan memprioritaskan penggunaan produk dan jasa dari pemasok lokal, menciptakan peluang bisnis bagi UMKM dan perusahaan daerah, serta mendorong pertumbuhan ekosistem industri pendukung.
  • Program Pengembangan Masyarakat: Melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR), Amman Mineral berinvestasi dalam pendidikan, kesehatan, lingkungan, dan pengembangan ekonomi masyarakat sekitar, menciptakan dampak sosial yang berkelanjutan.

Secara nasional, kontribusi ini membantu menjaga stabilitas ekonomi dan diversifikasi sumber pendapatan negara, terutama dari sektor non-migas.

Kehadiran AMMN sebagai pemain kunci dalam industri pertambangan tembaga dan emas juga memperkuat posisi Indonesia di pasar komoditas global.

Implikasi Lebih Luas: Katalisator Investasi dan Pembangunan Berkelanjutan

Temuan LPEM FEB UI mengenai dampak ekonomi Amman Mineral memiliki implikasi yang jauh lebih luas dari sekadar laporan keuangan. Studi ini dapat berfungsi sebagai acuan penting bagi beberapa pihak:

  1. Kepercayaan Investor: Angka kontribusi yang solid ini dapat meningkatkan kepercayaan investor, baik domestik maupun internasional, terhadap potensi investasi di sektor pertambangan Indonesia. Ini menunjukkan bahwa investasi besar di sektor ekstraktif dapat menghasilkan pengembalian ekonomi yang substansial dan terukur.
  2. Dialog Kebijakan dan Regulasi: Data faktual dari studi ini memberikan landasan yang kuat bagi pemerintah dalam merumuskan kebijakan pertambangan yang lebih efektif dan berkelanjutan. Pembuat kebijakan dapat lebih memahami bagaimana mengoptimalkan manfaat ekonomi dari sumber daya mineral sambil memastikan kepatuhan terhadap standar lingkungan dan sosial.
  3. Persepsi Publik terhadap Industri Pertambangan: Seringkali, industri pertambangan menghadapi skeptisisme publik. Laporan semacam ini membantu mengkomunikasikan nilai tambah dan kontribusi nyata yang diberikan oleh perusahaan tambang berskala besar, mengubah narasi dari sekadar eksploitasi sumber daya menjadi penciptaan nilai ekonomi dan sosial.
  4. Pembangunan Berkelanjutan: Dengan menyoroti kontribusi terhadap perekonomian daerah dan program pengembangan masyarakat, studi ini memperkuat narasi bahwa industri pertambangan dapat menjadi bagian integral dari agenda pembangunan berkelanjutan, asalkan dioperasikan dengan prinsip-prinsip tata kelola yang baik dan memperhatikan aspek ESG (Environmental, Social, and Governance).

Laporan ini menegaskan bahwa perusahaan seperti Amman Mineral tidak hanya beroperasi untuk keuntungan, tetapi juga sebagai motor penggerak ekonomi yang menciptakan nilai bagi banyak pemangku kepentingan, dari karyawan hingga pemerintah dan

masyarakat luas.

Secara keseluruhan, kajian LPEM FEB UI ini mengukuhkan posisi PT Amman Mineral Internasional Tbk. sebagai entitas ekonomi penting yang melampaui sekadar operasional pertambangan.

Kontribusi sebesar Rp173,4 triliun bukan hanya deretan angka, melainkan cerminan nyata dari penciptaan nilai, lapangan kerja, dan stimulus ekonomi yang signifikan. Laporan ini memberikan landasan faktual bagi pemahaman yang lebih komprehensif tentang peran industri ekstraktif dalam menopang pertumbuhan dan kesejahteraan, sekaligus menjadi acuan bagi dialog kebijakan di masa mendatang.

Apa Reaksi Anda?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Marah Marah 0
Sedih Sedih 0
Wow Wow 0