Indef Anggap Program MBG Perkuat Peternak Ayam Hadapi Impor AS

Oleh VOXBLICK

Minggu, 08 Maret 2026 - 15.45 WIB
Indef Anggap Program MBG Perkuat Peternak Ayam Hadapi Impor AS
Peternak ayam Indonesia hadapi impor (Foto oleh cottonbro studio)

VOXBLICK.COM - Institute for Development of Economics and Finance (Indef) menilai Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang tengah dirancang pemerintah dapat menjadi peluang strategis bagi peternak ayam nasional. Hal ini disampaikan menyusul adanya rencana implementasi perjanjian perdagangan antara Indonesia dan Amerika Serikat (AS) yang mewajibkan pembukaan akses impor ayam hidup dari AS ke Indonesia. Langkah ini merupakan bagian dari upaya Indonesia memenuhi keputusan Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) terkait sengketa dagang produk unggas.

Ekonom Indef, Eko Listiyanto, menyebut bahwa MBG berpotensi memperkuat posisi peternak ayam lokal di tengah kekhawatiran akan membanjirnya ayam impor dari Amerika Serikat.

"Pemerintah harus memastikan program MBG berpihak pada rantai pasok domestik, agar peternak ayam rakyat dan industri nasional tetap berdaya saing dan tidak tertekan oleh produk impor," ujarnya dalam diskusi publik di Jakarta, Jumat (7/6).

Indef Anggap Program MBG Perkuat Peternak Ayam Hadapi Impor AS
Indef Anggap Program MBG Perkuat Peternak Ayam Hadapi Impor AS (Foto oleh Tiger Lily)

Program MBG dan Tantangan Impor Ayam AS

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) merupakan salah satu inisiatif pemerintah yang bertujuan untuk meningkatkan asupan gizi anak-anak sekolah di seluruh Indonesia.

Dengan target puluhan juta penerima, kebutuhan bahan pangantermasuk daging ayam dan telurdiprediksi akan naik signifikan.

Di sisi lain, Indonesia tengah menghadapi kewajiban membuka keran impor ayam hidup dari Amerika Serikat sebagai tindak lanjut putusan WTO sejak 2017. Data United States Department of Agriculture (USDA) tahun 2023 mencatat, produksi ayam AS mencapai

lebih dari 20 juta ton per tahun, jauh melebihi kebutuhan domestik mereka. Hal ini menimbulkan kekhawatiran produk unggas impor akan menekan harga dan mempengaruhi kelangsungan peternak lokal.

Indef: MBG Harus Dorong Daya Saing Peternak Nasional

Indef menegaskan bahwa implementasi MBG harus diarahkan untuk:

  • Mengoptimalkan penyerapan ayam dan telur dari peternak lokal melalui kerja sama langsung dengan koperasi dan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
  • Memastikan harga jual yang adil bagi peternak agar tetap memperoleh margin keuntungan yang sehat.
  • Mendorong peningkatan kapasitas produksi dan kualitas ayam dalam negeri agar mampu bersaing dengan produk impor.
  • Mengawasi distribusi dan logistik agar rantai pasok tetap efisien dan tidak terjadi penumpukan di level tengkulak.

“Jika program MBG dikelola dengan berpihak pada produsen domestik, maka permintaan ayam dan telur bisa terserap optimal, sehingga peternak tidak tertekan oleh persaingan harga dari produk impor,” kata Eko Listiyanto.

Dampak Lebih Luas Bagi Industri dan Ketahanan Pangan

Kebijakan MBG yang terintegrasi dengan kepentingan peternak ayam nasional dipandang dapat membawa beberapa implikasi strategis, antara lain:

  • Penguatan Industri Unggas: Permintaan yang bertambah dari MBG akan mendorong investasi di sektor peternakan, mulai dari hulu hingga hilir.
  • Stabilitas Harga: Penyerapan hasil ternak dalam jumlah besar melalui program pemerintah dapat menjaga stabilitas harga di tingkat produsen dan konsumen.
  • Ketahanan Pangan: Ketergantungan pada impor dapat ditekan jika rantai pasok lokal diperkuat, sehingga ketahanan pangan nasional lebih terjaga.
  • Pemberdayaan Ekonomi Daerah: Keterlibatan UMKM dan koperasi di level daerah dalam rantai distribusi MBG akan mendukung pemerataan ekonomi.

Pemerintah juga didorong untuk menerapkan kebijakan safeguard dan tata niaga yang adil, guna melindungi peternak nasional dari potensi dumping harga ayam impor yang lebih murah.

Selain itu, edukasi dan pelatihan bagi peternak tentang teknologi produksi modern dinilai penting agar mereka dapat meningkatkan produktivitas dan efisiensi.

Menjaga Keseimbangan Pasar Domestik

Situasi persaingan antara produk unggas lokal dan impor dari Amerika Serikat menjadi perhatian utama banyak pihak.

Indef menekankan perlunya pengawasan ketat terhadap implementasi ART Indonesia-AS dan pelaksanaan MBG agar kedua kebijakan tersebut dapat berjalan selaras dan saling memperkuat.

Sinergi antara pemerintah, pelaku industri, dan peternak menjadi kunci dalam menjaga keseimbangan pasar domestik, mencegah gejolak harga, serta memastikan ketahanan pangan nasional tetap kokoh di tengah dinamika perdagangan global.

Apa Reaksi Anda?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Marah Marah 0
Sedih Sedih 0
Wow Wow 0