Industri Jasa Keuangan OJK Kediri Stabil Meski Ekonomi Melambat

Oleh VOXBLICK

Sabtu, 14 Maret 2026 - 06.30 WIB
Industri Jasa Keuangan OJK Kediri Stabil Meski Ekonomi Melambat
Stabilitas industri jasa keuangan Kediri (Foto oleh Deane Bayas)

VOXBLICK.COM - Stabilitas industri jasa keuangan di wilayah Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Kediri tetap terjaga, meski dinamika ekonomi nasional mengalami perlambatan pada kuartal pertama 2024. Berdasarkan laporan resmi OJK Kediri, per April 2024, sejumlah indikator utama seperti Dana Pihak Ketiga (DPK) dan jumlah investor terus mengalami pertumbuhan positif, memperlihatkan ketahanan sektor keuangan di tengah tantangan makroekonomi.

DPK Tumbuh, Kredit Terjaga

Data OJK Kediri mencatat, posisi DPK per April 2024 telah mencapai Rp31,5 triliun, meningkat 8,1% secara tahunan (year-on-year/yoy) dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Pertumbuhan ini didorong oleh peningkatan tabungan masyarakat serta geliat pelaku usaha yang masih menjaga likuiditasnya di lembaga keuangan. Sementara itu, penyaluran kredit di wilayah Kediri dan sekitarnya tercatat sebesar Rp27,8 triliun, naik 6,4% yoy, meski pertumbuhannya sedikit melambat dibandingkan tahun lalu.

Kepala OJK Kediri, Bambang Supriyadi, dalam keterangan tertulis menyampaikan, “Kinerja perbankan masih tergolong sehat, didukung kualitas kredit yang terjaga.

Rasio Non Performing Loan (NPL) perbankan di wilayah Kediri terjaga di level 2,18%, masih di bawah ambang batas yang ditetapkan regulator.”

Industri Jasa Keuangan OJK Kediri Stabil Meski Ekonomi Melambat
Industri Jasa Keuangan OJK Kediri Stabil Meski Ekonomi Melambat (Foto oleh Tom Fisk)

Investor Pasar Modal Meningkat Signifikan

Selain sektor perbankan, aktivitas pasar modal di bawah pengawasan OJK Kediri juga menunjukkan tren positif.

Sampai dengan April 2024, jumlah investor pasar modal di Kediri mencapai 142.500 Single Investor Identification (SID), tumbuh 17,5% dibandingkan tahun sebelumnya. Pertumbuhan investor ritel ini didominasi oleh generasi muda yang mulai aktif berinvestasi saham, reksa dana, dan obligasi.

Lonjakan partisipasi masyarakat dalam investasi pasar modal dipicu oleh sejumlah faktor, antara lain kemudahan akses aplikasi investasi digital, edukasi keuangan yang semakin meluas, serta minat terhadap produk investasi syariah yang meningkat.

OJK Kediri terus melakukan literasi keuangan melalui berbagai program edukasi dan sosialisasi di kampus maupun komunitas.

Industri Keuangan Non-Bank dan Fintech

Sektor keuangan non-bank, seperti perusahaan pembiayaan dan asuransi, juga tetap stabil meski pertumbuhan kredit multiguna sedikit melambat.

Nilai outstanding kredit perusahaan pembiayaan per April 2024 tercatat Rp4,6 triliun dengan tingkat Non Performing Financing (NPF) di 2,9%. Sementara, industri asuransi di Kediri membukukan premi bruto Rp320 miliar, naik tipis 3,2% yoy.

Di sektor financial technology (fintech), penyaluran pinjaman daring di wilayah Kediri menembus Rp1,12 triliun, naik 12,7% yoy, dengan tingkat kelancaran pembayaran (TKB90) di atas 92%.

Hal ini menunjukkan ekosistem fintech lending di Kediri tetap tumbuh dan relatif sehat.

Dampak dan Implikasi bagi Pelaku Usaha dan Ekonomi Lokal

Stabilitas industri jasa keuangan di wilayah OJK Kediri memberikan sejumlah implikasi penting bagi pelaku usaha, pemerintah daerah, hingga masyarakat luas. Beberapa poin utama yang perlu dicermati:

  • Kemudahan Akses Pembiayaan: Perbankan dan perusahaan pembiayaan yang tetap sehat mempermudah pelaku usaha, khususnya UMKM, untuk memperoleh modal kerja dan ekspansi usaha.
  • Peningkatan Literasi Keuangan: Pertumbuhan investor ritel dan penggunaan aplikasi investasi digital mendorong masyarakat lebih melek keuangan dan berorientasi pada pengelolaan aset jangka panjang.
  • Ketahanan Ekonomi Daerah: Tingkat NPL dan NPF yang rendah menandakan disiplin pembayaran debitur masih terjaga, sehingga resiko sistemik dapat diminimalkan.
  • Peran OJK dalam Pengawasan: Penguatan pengawasan dan edukasi oleh OJK Kediri menjadi kunci dalam menjaga kepercayaan masyarakat terhadap industri jasa keuangan.

Dengan bertahannya pertumbuhan DPK, kredit, serta jumlah investor di Kediri, industri jasa keuangan setempat diperkirakan dapat terus menopang pertumbuhan ekonomi lokal sekaligus menjadi fondasi bagi stabilitas keuangan di tengah tantangan

ekonomi global.

Apa Reaksi Anda?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Marah Marah 0
Sedih Sedih 0
Wow Wow 0