Investasi Emas Setahun Raup Untung 60 Persen Menurut Airlangga

Oleh VOXBLICK

Minggu, 08 Maret 2026 - 11.45 WIB
Investasi Emas Setahun Raup Untung 60 Persen Menurut Airlangga
Investasi emas untung besar (Foto oleh Robert Lens)

VOXBLICK.COM - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, mengungkapkan bahwa investasi emas mencatatkan pertumbuhan signifikan selama satu tahun terakhir. Menurut Airlangga, investor emas mampu meraih keuntungan hingga 60 persen dalam periode tersebut, jauh melampaui return berbagai instrumen investasi lainnya di tengah ketidakpastian ekonomi global.

Pernyataan ini disampaikan Airlangga dalam sebuah forum ekonomi, merujuk pada data pergerakan harga emas dunia dan domestik sejak pertengahan 2023 hingga pertengahan 2024. “Emas menjadi pilihan investasi yang menarik.

Dalam setahun, return-nya bisa mencapai 60 persen. Ini menunjukkan sentimen positif terhadap emas sebagai aset safe haven,” kata Airlangga, mengutip data perbandingan harga emas di pasar internasional dan harga jual di Indonesia.

Investasi Emas Setahun Raup Untung 60 Persen Menurut Airlangga
Investasi Emas Setahun Raup Untung 60 Persen Menurut Airlangga (Foto oleh Zlaťáky.cz)

Peningkatan Harga Emas dalam Satu Tahun Terakhir

Menurut data Trading Economics, harga emas dunia pada Juni 2023 berada di kisaran USD 1.920 per troy ounce. Pada pertengahan Juni 2024, harga emas melonjak hingga menyentuh rekor baru di atas USD 2.300 per troy ounce.

Kenaikan serupa juga tercermin di pasar domestik. PT Aneka Tambang (Antam) Tbk, misalnya, melaporkan harga emas batangan naik dari sekitar Rp 980.000 per gram pada pertengahan 2023 menjadi lebih dari Rp 1.600.000 per gram pada pertengahan 2024.

Kenaikan tersebut didorong oleh beberapa faktor utama:

  • Ketidakpastian ekonomi global akibat konflik geopolitik dan perlambatan ekonomi di beberapa negara besar.
  • Kebijakan suku bunga bank sentral Amerika Serikat (The Fed) yang cenderung menahan kenaikan suku bunga, sehingga investor mencari aset lindung nilai.
  • Peningkatan permintaan emas sebagai cadangan devisa oleh bank sentral negara-negara berkembang.

Emas Tetap Jadi Pilihan Investasi Aman

Lonjakan harga emas dalam setahun terakhir menegaskan reputasi emas sebagai aset safe haven di tengah gejolak ekonomi.

Tidak hanya investor institusi, masyarakat umum juga semakin melirik emas sebagai alternatif investasi dibandingkan deposito atau saham, terutama dalam situasi volatilitas pasar yang tinggi.

Keunggulan investasi emas antara lain:

  • Likuiditas tinggi dan mudah diuangkan kapan saja.
  • Nilai yang cenderung stabil bahkan saat inflasi meningkat.
  • Risiko default sangat rendah karena emas memiliki nilai intrinsik.

Dampak Kenaikan Harga Emas pada Ekonomi dan Kebiasaan Investasi

Kenaikan harga emas yang signifikan dalam setahun terakhir turut memengaruhi perilaku investor di Indonesia. Data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menunjukkan peningkatan transaksi logam mulia di berbagai platform digital dan toko emas fisik.

Masyarakat kini makin sadar pentingnya diversifikasi portofolio, dengan memasukkan emas sebagai bagian strategi pengelolaan keuangan jangka panjang.

Dampak lebih luas dari tren investasi emas antara lain:

  • Stabilitas Finansial Individu: Emas menjadi penyeimbang portofolio, terutama saat aset lain seperti saham dan obligasi mengalami tekanan.
  • Perubahan Pola Konsumsi: Minat masyarakat membeli perhiasan emas beralih ke investasi logam mulia batangan yang lebih efisien dan transparan.
  • Peningkatan Inklusi Keuangan: Munculnya layanan investasi emas digital membuka akses bagi generasi muda dan masyarakat yang sebelumnya belum terjangkau investasi konvensional.
  • Pengaruh pada Industri: Permintaan tinggi mendorong pertumbuhan industri pengolahan dan penjualan emas, serta menimbulkan tantangan pada pengelolaan impor dan ekspor emas nasional.

Perspektif ke Depan

Pernyataan Airlangga Hartarto mengenai keuntungan investasi emas hingga 60 persen dalam satu tahun menyoroti relevansi emas sebagai aset yang tetap diminati di tengah ketidakpastian ekonomi global.

Bagi pelaku pasar maupun masyarakat umum, tren ini membuka peluang untuk mengelola kekayaan dengan lebih bijak serta meningkatkan literasi keuangan dalam memilih instrumen investasi yang sesuai dengan kebutuhan dan tujuan jangka panjang.

Apa Reaksi Anda?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Marah Marah 0
Sedih Sedih 0
Wow Wow 0