Kengerian di Bangkai U-Boat Tua yang Membawa Petaka

Oleh VOXBLICK

Sabtu, 15 November 2025 - 04.40 WIB
Kengerian di Bangkai U-Boat Tua yang Membawa Petaka
Teror di bangkai U-Boat (Foto oleh Maël BALLAND)

VOXBLICK.COM - Malam itu, laut terasa lebih sunyi dari biasanya. Aku, seorang penyelam kapal tua, sudah terbiasa dengan aroma asin dan suara riak ombak yang menghantam lambung perahu. Namun, malam ini berbeda. Ada sesuatu di bawah permukaan yang memanggilkubangkai U-Boat tua yang tersembunyi di kedalaman, dikenal di antara penyelam lokal sebagai "Kuburan Besi".

Menyelam ke Dalam Gelap

Air tampak pekat, seperti tinta yang menelan cahaya senterku. Setiap gelembung nafas terasa berat, seolah lautan itu sendiri menahanku untuk tidak turun lebih jauh.

Tetapi aku terus menyelam, didorong rasa penasaran dan bisikan misteri yang bergetar di tulang rusukku. Sesampainya di dasar, siluet kelabu U-Boat itu munculteronggok diam, mulut torpedo menganga seperti rahang raksasa yang siap menelan siapa saja yang mendekat.

Kengerian di Bangkai U-Boat Tua yang Membawa Petaka
Kengerian di Bangkai U-Boat Tua yang Membawa Petaka (Foto oleh Francisco Davids)

Pintu masuk sempit, nyaris tersembunyi oleh karang dan kawanan ikan kecil yang seolah enggan mendekat. Aku menarik napas panjang melalui regulator, lalu menyusup masuk.

Di dalam, udara menjadi berat, seolah ada sesuatu yang menatap dari balik kegelapan. Aku menyorotkan lampu ke dinding logam berkarat noda merah kehitaman membentuk pola-pola aneh, seperti tangan yang meronta dari balik baja.

Bisikan dan Bayangan

Beberapa menit berlalu. Suara dentingan logam terdengar samartidak mungkin! Semua penyelam tahu, di bawah air suara hampir mustahil terdengar jelas. Tapi malam itu, aku mendengar bisikan.

Suara lirih, serak, memanggil namaku dengan aksen asing yang mengerikan. Aku memejamkan mata sejenak, berharap itu hanya ilusi akibat tekanan air. Namun, ketika kubuka mata, ada bayangan bergerak di lorong sempit U-Boat.

  • Bayangan itu membentuk siluet manusia, lengkap dengan seragam lusuh para awak kapal selam zaman perang.
  • Wajahnya pucat, matanya kosong menatap langsung ke arahku.
  • Setiap langkahnya diiringi suara gemeretak, seolah tulang-tulangnya retak di bawah beban sejarah yang tak berkesudahan.

Jantungku berdegup kencang, napasku tercekat. Aku ingin lari, tapi kakiku terasa berat, seolah ada sesuatu yang menahan pergerakanku.

Aku mendengar suara pintu besi tertutup di belakangku, diikuti suara tawa parau yang menggema di seluruh lorong kapal selam itu.

Pertanda yang Membawa Petaka

Di ujung ruang kontrol, aku melihat sesuatu yang tidak seharusnya ada di sana: sebuah buku catatan usang, tergeletak di atas panel instrumen yang ditumbuhi karang. Dengan tangan gemetar, aku mengambilnya.

Halaman pertama bertuliskan nama-namabeberapa di antaranya seperti familiar. Di antara nama-nama itu, aku menemukan namaku sendiri, ditulis menggunakan tinta merah tua.

Jantungku seakan berhenti. Bagaimana mungkin? Aku baru saja menemukan U-Boat ini, tak seorang pun tahu aku akan menyelam malam ini. Tiba-tiba, seluruh ruangan digenggam hawa dingin yang menusuk.

Lampu senterku berkedip lalu padam, menyisakan kegelapan pekat yang menelan segalanya. Dari balik gelap, suara langkah kaki semakin mendekat, diiringi bisikan yang berubah menjadi teriakan histeris.

  • Panel instrumen menyala sendiri, menampilkan angka mundur seperti penghitung waktu bom.
  • Suara alarm kuno terdengar, menggema menembus dinding baja tebal.
  • Seluruh bangkai kapal bergetar, seolah bangun dari tidur panjangnya.

Akhir yang Tak Pernah Selesai

Dengan sisa tenaga, aku berusaha merangkak ke pintu keluar. Tapi lorong itu terasa lebih panjang dari sebelumnya.

Setiap aku menoleh, bayangan para awak kapal semakin banyak, mengelilingiku, menatap dengan mata penuh dendam dan kesedihan yang tak terkatakan. Aku menjerit, tapi suaraku lenyap ditelan air dan gema besi tua.

Di detik terakhir sebelum seluruh dunia terlipat dalam gelap, aku merasakan tangan-tangan dingin meraih pergelangan kakiku.

Bisikan itu berubah menjadi satu kalimat yang tak akan pernah kulupakankata-kata yang bukan milikku, namun kini terpatri di benakku: "Kamu telah menjadi bagian dari kami."

Dan hingga kini, tak seorang pun tahu apa yang sebenarnya terjadi malam itu di bangkai U-Boat tua.

Namun, kadangdi malam yang paling sunyigemericik air dan bisikan hampa terdengar dari bawah permukaan, seolah ada seseorang yang masih mencoba kembali ke atas... namun tak pernah berhasil.

Apa Reaksi Anda?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Marah Marah 0
Sedih Sedih 0
Wow Wow 0