Menjelajahi Museum Sejarah Anak dengan Augmented Reality yang Seru

Oleh VOXBLICK

Minggu, 08 Maret 2026 - 19.45 WIB
Menjelajahi Museum Sejarah Anak dengan Augmented Reality yang Seru
Museum Sejarah Anak Interaktif (Foto oleh Vanessa Loring)

VOXBLICK.COM - Merencanakan liburan bersama keluarga di Yogyakarta rasanya tidak pernah habis ide. Namun, jika kamu ingin memberikan pengalaman yang berbeda bagi anak-anakbukan sekadar berfoto di landmark ramai seperti Malioboro atau Keratonmengapa tidak mencoba menjelajahi hidden gems museum sejarah anak yang kini semakin seru dengan fitur Augmented Reality (AR)? Di balik label “museum”, ternyata ada petualangan interaktif yang membuat sejarah terasa hidup dan langsung di tangan si kecil.

Bayangkan, anak-anak bisa berdiri di depan diorama perjuangan rakyat, lalu lewat layar gadget atau kacamata khusus, tokoh-tokoh sejarah muncul dan menceritakan kisah mereka sendiri! Pengalaman ini bukan hanya edukatif, tapi juga penuh kejutan, cocok

untuk kamu yang ingin mengajak keluarga mengeksplorasi sisi lain Yogyakarta dengan cara yang kekinian dan tetap otentik.

Menjelajahi Museum Sejarah Anak dengan Augmented Reality yang Seru
Menjelajahi Museum Sejarah Anak dengan Augmented Reality yang Seru (Foto oleh Adrià Masi)

Museum Sejarah Anak dengan Teknologi Augmented Reality di Yogyakarta

Salah satu rekomendasi utama adalah Museum Sandi dan Museum Anak Kolong Tangga. Keduanya kini mulai menghadirkan aplikasi AR yang bisa diakses lewat smartphone.

Di Museum Sandi, anak-anak dapat “berbicara” dengan tokoh-tokoh pahlawan sandi dan memecahkan kode rahasia menggunakan teknologi AR. Sementara di Kolong Tangga, beberapa koleksi mainan antik dan alat peraga sejarah akan “hidup” ketika dipindai dengan aplikasi khusus, memberikan penjelasan interaktif yang membuat si kecil betah belajar sambil bermain.

Tips Transportasi dan Estimasi Biaya

Yogyakarta terkenal dengan transportasi publik yang ramah keluarga. Untuk menuju museum-museum ini, kamu bisa memilih beberapa opsi:

  • TransJogja: Tiket sekali jalan Rp3.500 (anak di bawah 3 tahun gratis). Turun di halte “Malioboro 1” atau “Taman Pintar”, lalu lanjut jalan kaki sekitar 10-15 menit.
  • Becak atau Andong: Cocok untuk pengalaman otentik. Tarif mulai Rp25.000 – Rp40.000, tergantung jarak dan negosiasi. Anak pasti suka sensasi naik becak di tengah kota tua!
  • Ojek Online: Praktis, biaya rata-rata Rp8.000 – Rp20.000 dari pusat kota ke area museum.

Harga tiket masuk museum bervariasi, rata-rata:

  • Museum Sandi: Rp10.000/orang
  • Museum Anak Kolong Tangga: Rp8.000/orang

Aplikasi AR bisa diunduh gratis, namun sebaiknya bawa smartphone dengan baterai penuh dan kuota internet yang cukup. Sebagian museum juga menyediakan perangkat AR dengan deposit tertentu (sekitar Rp50.

000, dikembalikan setelah perangkat dikembalikan dalam kondisi baik).

Catatan: Harga dan kondisi dapat berubah sewaktu-waktu, jadi selalu cek info terbaru sebelum berangkat.

Pengalaman Otentik: Sisi Lain Museum yang Jarang Diketahui

Banyak pengunjung tidak sadar bahwa di beberapa sudut museum terdapat “ruang rahasia” yang hanya bisa diakses jika mengikuti petunjuk AR.

Misalnya, di Museum Sandi, ada pojok permainan kode Morse yang hanya bisa ditemukan setelah menyelesaikan misi AR tertentu. Di Museum Anak Kolong Tangga, terdapat peta interaktif yang mengajak anak berburu “harta karun” berupa mainan tradisional tempo dulu. Ini bukan sekadar melihat benda mati di balik kacaanak-anak benar-benar diajak menjadi penjelajah waktu!

Rekomendasi Kuliner Lokal Dekat Museum

Setelah puas menjelajah museum sejarah anak dengan augmented reality, waktunya mengisi energi. Coba mampir ke:

  • Angkringan Lik Man: Menu sederhana seperti nasi kucing, sate usus, dan kopi joss (kopi arang khas Jogja). Estimasi Rp15.000/porsi. Lokasi dekat Stasiun Tugu, bisa dijangkau jalan kaki dari Museum Sandi.
  • Bale Raos: Restoran keluarga yang menyajikan masakan khas Keraton, seperti gudeg manggar dan ayam suwir. Estimasi Rp40.000–Rp70.000/porsi.
  • Warung Brongkos Handayani: Tempat sarapan favorit warga lokal. Brongkos daging dan telur dengan kuah gurih, mulai Rp20.000/porsi. Letaknya hanya 5 menit naik becak dari Museum Anak Kolong Tangga.

Jangan lupa, selalu tanyakan pada warga sekitar untuk rekomendasi terbarukadang, hidden gems kuliner justru ditemukan dari obrolan santai dengan penjaga museum atau sopir becak!

Panduan Singkat: Merasakan Serunya Liburan Edukatif di Jogja

  • Bawa gadget, charger, dan powerbank agar pengalaman AR berjalan lancar.
  • Gunakan alas kaki nyaman, sebab kamu akan banyak berjalan dan eksplorasi sudut museum.
  • Ajak anak aktif bertanya dan mencoba fitur AR. Liburan ini bukan sekadar selfie, tapi benar-benar berpetualang di dunia sejarah yang hidup!

Mengunjungi museum sejarah anak di Yogyakarta dengan augmented reality bukan hanya soal menambah wawasan, tapi juga menciptakan kenangan seru yang tak terlupakan.

Siapa sangka, liburan keluarga bisa sekreatif dan semenyenangkan ini? Sudah waktunya tinggalkan keramaian dan jadikan Yogyakarta sebagai ruang bermain sejarah yang interaktif dan penuh kejutan.

Apa Reaksi Anda?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Marah Marah 0
Sedih Sedih 0
Wow Wow 0