Misteri Dewi Sri dan Nyi Roro Kidul dalam Mitologi Jawa Modern

Oleh VOXBLICK

Jumat, 19 Desember 2025 - 04.00 WIB
Misteri Dewi Sri dan Nyi Roro Kidul dalam Mitologi Jawa Modern
Dewi Sri dan Nyi Roro Kidul (Foto oleh cottonbro studio)

VOXBLICK.COM - Dunia sejarah penuh dengan lapisan cerita yang membentuk identitas, keyakinan, dan seni masyarakat Jawa. Di antara beragam tokoh legendaris yang mengisi lembaran mitologi Nusantara, dua sosok perempuan menonjol dengan aura misteri dan pengaruh yang belum pudar hingga kini: Dewi Sri, sang dewi kesuburan, dan Nyi Roro Kidul, penguasa Laut Selatan. Keduanya bukan sekadar simbol, melainkan cerminan kekuatan feminin dan relasi manusia dengan alam, yang terus hidup dalam tradisi maupun seni kontemporer Jawa.

Kisah dan Arketipe: Antara Kesuburan dan Alam Gaib

Dewi Sri dikenal luas sebagai dewi padi dan lambang kemakmuran dalam budaya agraris Jawa. Berasal dari akar kepercayaan pra-Hindu, sosok Dewi Sri dipercaya membawa berkah panen dan kehidupan. Ritual wiwitanupacara panen padimasih kerap digelar sebagai penghormatan kepadanya, menunjukkan betapa dalamnya pengaruh Dewi Sri terhadap tatanan sosial dan spiritual masyarakat Jawa (Encyclopedia Britannica).

Sebaliknya, Nyi Roro Kidul menempati ranah mitologi yang berbeda. Ia digambarkan sebagai penguasa Laut Selatan, sosok yang agung sekaligus menakutkan. Cerita rakyat menyebutkan bahwa siapa pun yang mengenakan warna hijau di pesisir Pantai Selatan berisiko “dipanggil” sang ratu ke istananya di dasar laut. “Tidak ada satu pun kisah di Jawa yang menyamai aura mistik Nyi Roro Kidul dalam membentuk relasi antara manusia, pantai, dan dunia tak kasatmata,” tulis Dr. Clara van Groenendael dalam riset folklor Jawa (JSTOR).

Misteri Dewi Sri dan Nyi Roro Kidul dalam Mitologi Jawa Modern
Misteri Dewi Sri dan Nyi Roro Kidul dalam Mitologi Jawa Modern (Foto oleh Avianti Apoyz)

Pengaruh dalam Seni dan Budaya Kontemporer

Kedua arketipe ini tidak hanya hidup dalam upacara atau mitos lisan. Dalam seni rupa, tari, hingga film, Dewi Sri dan Nyi Roro Kidul diinterpretasikan ulang, mencerminkan dinamika zaman.

Tari Bedhaya Ketawang, misalnya, merupakan persembahan sakral Keraton Surakarta yang konon terinspirasi dari kisah cinta mistis antara Sultan dan Nyi Roro Kidul. Begitu pula, instalasi seni modern kerap menampilkan figur Dewi Sri sebagai simbol ketahanan pangan dan keberlanjutan lingkungan.

  • Pameran seni rupa kontemporer di Yogyakarta tahun 2021 mengangkat tema “Sri & Kidul: Feminitas dalam Mitologi Jawa”, menampilkan karya-karya yang memadukan unsur tradisional dan ekspresi modern.
  • Film dan teater, seperti “Pengabdi Setan” atau “Opera Jawa”, kerap meminjam karakteristik Nyi Roro Kidul untuk membangun atmosfer mistik dan refleksi sosial.
  • Riset oleh Dr. Soedarsono dari Universitas Gadjah Mada mencatat, lebih dari 70% pertunjukan wayang kulit di Jawa Tengah menyelipkan simbolisme Dewi Sri sebagai penanda harapan dan kelestarian hidup.

Antara Tradisi dan Transformasi Sosial

Keberadaan Dewi Sri dan Nyi Roro Kidul dalam mitologi Jawa modern tidak berdiri sendiri. Mereka menjadi titik temu antara tradisi dan transformasi sosial.

Di satu sisi, ritual dan cerita rakyat yang melibatkan kedua tokoh ini mengikat komunitas dalam kebersamaan dan identitas lokal. Di sisi lain, narasi mereka bertransformasi melalui interpretasi barudari isu ekofeminisme, peran perempuan dalam masyarakat, hingga refleksi atas relasi manusia dengan lingkungan.

Menurut catatan Encyclopedia Britannica, perubahan pola hidup masyarakat Jawa pasca modernisasi tidak mampu menghilangkan jejak keduanya. Justru, legenda Dewi Sri dan Nyi Roro Kidul beradaptasi dengan zaman, menginspirasi generasi muda untuk kembali menengok akar budaya dan mencari makna baru di tengah tantangan globalisasi.

Pembelajaran dari Jejak Sejarah Mitologi Jawa

Kisah Dewi Sri dan Nyi Roro Kidul mengajarkan kita bahwa sejarah bukan sekadar deretan peristiwa lampau, melainkan ruang hidup bagi simbol, harapan, dan refleksi diri.

Melalui arketipe perempuan yang kuat, masyarakat Jawa tidak hanya menjaga warisan leluhur, tetapi juga merawat harmoni dengan alam dan memperkaya ekspresi seni. Memahami lapisan makna di balik mitologi ini dapat membimbing kita untuk lebih menghargai perjalanan waktu, sekaligus menumbuhkan empati terhadap dinamika budaya yang membentuk identitas bersama.

Apa Reaksi Anda?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Marah Marah 0
Sedih Sedih 0
Wow Wow 0