New York Wajibkan Transparansi AI di Iklan dan Lindungi Hak Publikasi
VOXBLICK.COM - Pemerintah New York resmi memberlakukan regulasi baru yang mengatur transparansi penggunaan kecerdasan buatan (AI) dalam iklan serta memperkuat perlindungan hak publikasi, termasuk setelah kematian. Aturan ini mengharuskan pengiklan mengungkapkan secara jelas jika mereka menggunakan sosok atau suara hasil AI yang meniru manusia nyata dalam materi promosi. Selain itu, undang-undang ini memperluas hak publikasi seseorang, memberikan perlindungan hingga 40 tahun setelah wafatnya individu terkait.
Langkah legislasi ini melibatkan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari legislator New York, asosiasi kreatif, pengiklan, hingga organisasi perlindungan hak cipta.
Aturan baru ini dipandang sebagai respons konkret atas meningkatnya pemanfaatan teknologi AI dalam produksi iklan, film, dan konten digital lain yang berpotensi menimbulkan pelanggaran privasi dan eksploitasi identitas seseorang, baik semasa hidup maupun setelah meninggal dunia.
Detail Aturan Baru: Transparansi dan Perlindungan Hak Publikasi
Regulasi yang disahkan oleh negara bagian New York pada pertengahan 2024 ini menyoroti dua aspek utama:
- Kewajiban Pengungkapan Penggunaan AI: Setiap iklan yang menampilkan tokoh, suara, atau citra yang diciptakan atau dimodifikasi dengan bantuan AI, khususnya yang meniru individu nyata, harus memuat penjelasan eksplisit mengenai penggunaan teknologi tersebut.
- Perlindungan Hak Publikasi Pasca-Kematian: Hak atas nama, suara, tanda tangan, dan citra seseorang kini tetap dilindungi hingga 40 tahun setelah kematian. Penggunaan identitas mendiang, baik oleh manusia maupun AI, tanpa izin ahli waris kini dapat dikenai sanksi hukum.
Menurut dokumen legislasi resmi, kebijakan ini bertujuan untuk memberikan kejelasan hukum bagi pelaku industri kreatif sekaligus menjaga hak individu terhadap eksploitasi identitas di era teknologi generatif.
Respons Industri dan Pengamat
Kebijakan ini mendapat tanggapan luas dari berbagai kalangan. Asosiasi aktor dan seniman menyambut baik aturan tersebut, mengingat kekhawatiran mereka atas maraknya deepfake dan penggunaan avatar digital tanpa persetujuan.
“Langkah New York menjadi preseden penting untuk menyeimbangkan inovasi teknologi AI dengan perlindungan hak individu,” ujar Michael Wishman, Direktur Legal SAG-AFTRA, dalam pernyataan resminya (Juni 2024).
Di sisi lain, beberapa pelaku industri periklanan menilai adanya kebutuhan penyesuaian proses kreatif dan transparansi kepada konsumen.
Mereka menyampaikan komitmen untuk mematuhi aturan, namun berharap adanya panduan teknis yang jelas agar tidak menghambat inovasi pemasaran berbasis AI.
Dampak dan Implikasi Lebih Luas
Penerapan regulasi transparansi AI dan penguatan hak publikasi di New York membawa sejumlah implikasi strategis bagi ekosistem industri kreatif dan digital:
- Standar Baru dalam Etika Periklanan: Aturan ini mendorong seluruh pelaku industri di Amerika Serikat untuk mengadopsi transparansi penggunaan AI, khususnya dalam menampilkan sosok digital yang menyerupai manusia nyata.
- Perlindungan Konsumen dan Kreator: Masyarakat kini dapat mengetahui dengan pasti apakah figur dalam iklan merupakan manusia asli atau hasil rekayasa AI, mengurangi potensi penipuan dan manipulasi persepsi publik.
- Peningkatan Kesadaran atas Hak Identitas Digital: Dengan perlindungan hak publikasi hingga puluhan tahun pasca-kematian, undang-undang ini memperkuat posisi ahli waris dan keluarga dalam mengelola serta melisensikan identitas digital anggota keluarganya.
- Peluang Regulasi Serupa di Wilayah Lain: Keputusan New York berpotensi menjadi acuan bagi negara bagian lain di AS maupun negara-negara lain di dunia yang tengah menata regulasi terkait AI generatif dan hak cipta digital.
Dengan diberlakukannya kebijakan ini, New York sekali lagi menegaskan posisinya sebagai salah satu pelopor dalam perlindungan hak individu di ranah teknologi.
Perubahan ini diharapkan dapat menciptakan ekosistem kreatif yang lebih adil, transparan, dan bertanggung jawab, seiring pesatnya perkembangan AI dalam kehidupan sehari-hari dan industri global.
Apa Reaksi Anda?
Suka
0
Tidak Suka
0
Cinta
0
Lucu
0
Marah
0
Sedih
0
Wow
0