Pengusaha Serukan Konsistensi Kebijakan Fiskal Lawan Krisis Global

Oleh VOXBLICK

Sabtu, 14 Maret 2026 - 09.15 WIB
Pengusaha Serukan Konsistensi Kebijakan Fiskal Lawan Krisis Global
Pengusaha ingatkan kebijakan fiskal (Foto oleh Suzy Hazelwood)

VOXBLICK.COM - Sejumlah pengusaha nasional menyoroti pentingnya konsistensi kebijakan fiskal pemerintah di tengah tekanan krisis global yang masih berlangsung pada 2024. Seruan ini muncul setelah volatilitas ekonomi global, seperti perlambatan pertumbuhan di Amerika Serikat dan Tiongkok, turut berdampak pada stabilitas perekonomian Indonesia. Para pelaku usaha, melalui berbagai asosiasi bisnis, mendesak agar pemerintah tetap berpegang pada prinsip kehati-hatian dan disiplin fiskal guna menjaga kredibilitas keuangan negara serta kepercayaan investor.

Pernyataan tersebut disampaikan dalam forum diskusi yang diadakan Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) dan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, yang dihadiri oleh sejumlah tokoh bisnis, ekonom, serta pejabat Kementerian Keuangan.

Ketua Umum Apindo Shinta W. Kamdani menegaskan, “Konsistensi dalam implementasi kebijakan fiskal menjadi kunci utama agar Indonesia tetap tangguh dan kompetitif di tengah gejolak global. Ketidakpastian fiskal akan berdampak pada keputusan investasi dan perencanaan bisnis.”

Pengusaha Serukan Konsistensi Kebijakan Fiskal Lawan Krisis Global
Pengusaha Serukan Konsistensi Kebijakan Fiskal Lawan Krisis Global (Foto oleh Tara Winstead)

Kehadiran Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dalam forum serupa beberapa waktu lalu juga menegaskan posisi pemerintah yang berkomitmen menjaga defisit anggaran di bawah 3% dari PDB, serta upaya memperkuat basis penerimaan negara melalui

reformasi perpajakan. Namun, pelaku usaha tetap menilai langkah pemerintah harus lebih konsisten khususnya terkait belanja negara yang berorientasi produktif, efisiensi subsidi, dan mempercepat realisasi proyek-proyek strategis nasional.

Dukungan dan Kekhawatiran Dunia Usaha

Dalam diskusi tersebut, pelaku usaha menyampaikan beberapa poin dukungan sekaligus kekhawatiran terkait kebijakan fiskal saat ini:

  • Stabilitas Fiskal: Dunia usaha mendukung langkah pemerintah menjaga rasio utang tetap sehat, sebagai fondasi utama menjaga kepercayaan investor asing maupun domestik.
  • Realisasi Anggaran: Pengusaha berharap realisasi anggaran belanja pemerintah, khususnya infrastruktur dan insentif dunia usaha, bisa lebih tepat waktu agar mendorong pertumbuhan ekonomi sektor riil.
  • Reformasi Pajak: Pelaku usaha menilai reformasi perpajakan harus dilakukan secara bertahap dan konsisten, tanpa menimbulkan beban tambahan yang mendadak di tengah proses pemulihan ekonomi.
  • Inflasi dan Nilai Tukar: Konsistensi fiskal diharapkan mampu menjaga inflasi tetap terkendali, serta menahan volatilitas nilai tukar Rupiah terhadap mata uang utama dunia.

Data Kementerian Keuangan menunjukkan, defisit anggaran Indonesia pada kuartal pertama 2024 masih terjaga di kisaran 0,5% dari PDB, sementara pertumbuhan ekonomi tetap tumbuh 5,1% secara tahunan.

Namun, tekanan global seperti kenaikan suku bunga acuan The Fed dan perlambatan ekspor komoditas menuntut pemerintah agar lebih adaptif namun tetap disiplin pada kerangka fiskal yang telah dirancang.

Imbas Lebih Luas terhadap Ekonomi dan Investasi

Konsistensi kebijakan fiskal dinilai sangat krusial dalam menjaga stabilitas makroekonomi dan daya saing Indonesia di mata investor internasional. Para analis menilai, kredibilitas fiskal yang terjaga akan berdampak pada beberapa aspek penting:

  • Kemudahan Akses Pembiayaan: Pemerintah yang konsisten dalam kebijakan fiskal cenderung mendapatkan akses pembiayaan global dengan bunga lebih kompetitif.
  • Minimalkan Risiko Gejolak: Ketidakpastian fiskal dapat memicu gejolak di pasar keuangan, termasuk pelemahan nilai tukar dan penurunan harga saham.
  • Peningkatan Investasi: Investor cenderung menempatkan modal di negara dengan kepastian kebijakan, sehingga pertumbuhan investasi langsung (FDI) bisa terjaga.
  • Dukungan Sektor Riil: Konsistensi fiskal mendorong stabilitas harga, konsumsi, dan produksi, sehingga sektor riil tetap tumbuh di tengah tekanan global.

Ekonom dari Institute for Development of Economics and Finance (INDEF), Eko Listiyanto, menyampaikan, “Jika pemerintah konsisten pada disiplin fiskal, Indonesia punya peluang lebih besar untuk menjaga momentum pertumbuhan dan mengurangi tekanan

inflasi, terutama saat global masih penuh ketidakpastian.”

Langkah ke Depan: Kolaborasi dan Monitoring Kebijakan

Para pengusaha menyatakan perlu adanya kolaborasi yang erat antara pemerintah dan dunia usaha dalam merumuskan kebijakan fiskal ke depan.

Monitoring rutin terhadap realisasi anggaran, efisiensi belanja, hingga evaluasi dampak kebijakan menjadi hal penting agar kebijakan yang diambil tetap adaptif namun tidak mengorbankan konsistensi dan kredibilitas fiskal.

Dengan menjaga konsistensi kebijakan fiskal, Indonesia diharapkan mampu memperkuat daya tahan ekonomi nasional, menjaga kepercayaan investor, serta menciptakan iklim usaha yang kondusif di tengah dinamika ekonomi global yang terus berubah.

Apa Reaksi Anda?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Marah Marah 0
Sedih Sedih 0
Wow Wow 0