Polisi Kenakan Peci dan Sorban Saat Amankan Demo Mahasiswa di Mabes Polri

Oleh VOXBLICK

Senin, 02 Maret 2026 - 09.30 WIB
Polisi Kenakan Peci dan Sorban Saat Amankan Demo Mahasiswa di Mabes Polri
Polisi kenakan peci dan sorban (Foto oleh Muhammad Renaldi)

VOXBLICK.COM - Polisi mengenakan peci dan sorban saat bertugas mengamankan aksi demonstrasi mahasiswa di depan Markas Besar Kepolisian Republik Indonesia (Mabes Polri), Jakarta, pada Senin (3/6/2024). Penampilan yang tidak biasa ini menarik perhatian publik dan peserta aksi. Aksi mahasiswa tersebut menyoroti sejumlah isu kebijakan nasional serta meminta transparansi dan akuntabilitas dari institusi kepolisian.

Puluhan anggota kepolisian, terutama dari satuan pengamanan unjuk rasa, terlihat mengenakan peci hitam dan sorban putih di sekitar Mabes Polri. Mereka ditempatkan di titik-titik utama yang menjadi pusat konsentrasi massa.

Sementara itu, mahasiswa dari beberapa universitas besar di Jakarta dan sekitarnya berkumpul untuk menyampaikan aspirasi dengan tertib.

Polisi Kenakan Peci dan Sorban Saat Amankan Demo Mahasiswa di Mabes Polri
Polisi Kenakan Peci dan Sorban Saat Amankan Demo Mahasiswa di Mabes Polri (Foto oleh Ambrosius Mulalt)

Fakta Lapangan dan Respons Kepolisian

Kombes Ade Ary Syam Indradi, Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, menyampaikan bahwa penggunaan peci dan sorban merupakan bagian dari strategi soft approach atau pendekatan persuasif dalam pengamanan demonstrasi.

“Kami ingin menunjukkan bahwa polisi hadir bukan sebagai pihak yang menakuti, melainkan merangkul dan mengayomi masyarakat, termasuk mahasiswa yang menyampaikan pendapat,” ujar Ade Ary kepada media.

Data dari kepolisian menunjukkan, setidaknya 120 personel dikerahkan dalam pengamanan aksi di Mabes Polri kali ini.

Mayoritas personel yang mengenakan peci dan sorban berasal dari unit Patroli Dialogis yang memang memiliki tugas utama membangun komunikasi dengan massa aksi. Selain itu, tidak terjadi bentrokan maupun insiden berarti selama demonstrasi berlangsung.

Alasan dan Tujuan Pendekatan Persuasif

Langkah polisi mengenakan atribut religius seperti peci dan sorban dinilai sebagai cara membangun kedekatan kultural dengan para demonstran, yang sebagian besar juga mengenakan pakaian serupa. Pendekatan ini juga ditujukan untuk:

  • Meredam potensi provokasi dan gesekan fisik selama aksi berlangsung.
  • Menghilangkan kesan konfrontatif antara aparat dan massa demonstran.
  • Menciptakan suasana dialogis dan terbuka dalam penyaluran aspirasi masyarakat.

Menurut pengamat kepolisian dari Institute for Security and Strategic Studies (ISESS), Bambang Rukminto, strategi penggunaan simbol-simbol budaya atau agama oleh polisi dapat membantu menciptakan iklim sosial yang kondusif.

“Ini menunjukkan polisi mengadopsi pendekatan humanis yang lebih diterima masyarakat,” ujarnya.

Dampak Lebih Luas pada Pola Pengamanan dan Hubungan Polisi-Masyarakat

Penerapan pendekatan persuasif dengan mengenakan peci dan sorban dalam pengamanan demo mahasiswa di Mabes Polri menandai adanya perubahan paradigma dalam pengelolaan aksi massa di Indonesia. Sejumlah implikasi yang dapat dicatat antara lain:

  • Peningkatan Kepercayaan Publik: Upaya polisi untuk lebih dekat dengan masyarakat, terutama generasi muda dan kelompok kritis, berpotensi meningkatkan kepercayaan publik terhadap institusi kepolisian.
  • Pergeseran Pola Pengamanan: Dari yang sebelumnya cenderung represif menjadi lebih komunikatif dan dialogis, khususnya dalam pengamanan demonstrasi yang melibatkan unsur mahasiswa dan kaum intelektual.
  • Efektivitas Penanganan Konflik Sosial: Pendekatan kultural dapat menekan eskalasi konflik dan mengurangi risiko kekerasan di lapangan, serta memperlancar proses penyampaian aspirasi secara damai.

Sejumlah pakar sosial menyoroti bahwa jika pola ini diterapkan secara konsisten, bukan tidak mungkin akan terjadi perubahan kebiasaan dalam penyampaian pendapat di muka umum.

Masyarakat, khususnya mahasiswa, dapat mengekspresikan kritik dan tuntutan kebijakan tanpa harus khawatir terhadap tindakan represif, sementara polisi tetap dapat menjalankan fungsi pengamanan secara profesional dan beradab.

Respons Mahasiswa dan Potensi Keberlanjutan Inovasi

Beberapa perwakilan mahasiswa menyambut baik langkah polisi yang mengenakan peci dan sorban saat pengamanan. Mereka menilai pendekatan ini lebih menenangkan dan membuka ruang dialog antara aparat dan peserta aksi.

Namun, mahasiswa juga menegaskan bahwa yang terpenting tetap pada substansi tuntutan dan komitmen institusi kepolisian untuk terbuka terhadap kritik.

Penggunaan atribut kultural dalam pengamanan demo mahasiswa di Mabes Polri menjadi contoh konkret bagaimana inovasi di bidang kepolisian dapat menciptakan suasana yang lebih harmonis antara aparat dan masyarakat.

Praktik ini berpotensi menjadi model pengelolaan aksi massa yang lebih humanis dan efektif di masa mendatang.

Apa Reaksi Anda?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Marah Marah 0
Sedih Sedih 0
Wow Wow 0