Prabowo Dorong Percepatan Swasembada Pangan dan Energi Indonesia

Oleh VOXBLICK

Sabtu, 14 Maret 2026 - 11.15 WIB
Prabowo Dorong Percepatan Swasembada Pangan dan Energi Indonesia
Prabowo percepat swasembada pangan dan energi (Foto oleh Joshua Xavier)

VOXBLICK.COM - Presiden Prabowo Subianto secara tegas mendorong percepatan swasembada pangan dan energi sebagai respons atas meningkatnya risiko krisis global. Dalam beberapa kesempatan resmi, Prabowo menyatakan bahwa Indonesia harus memperkuat ketahanan nasional dengan memastikan kebutuhan pokok seperti beras, jagung, daging, dan energi dapat dipenuhi dari dalam negeri. Kebijakan ini sekaligus menjadi prioritas utama pemerintahan untuk memperkuat fondasi pembangunan ekonomi yang berkelanjutan.

Pernyataan tersebut disampaikan Prabowo di hadapan para menteri dan pemangku kepentingan sektor pertanian serta energi pada rapat koordinasi nasional di Jakarta, awal Juni 2024. Ia menegaskan, “Ketahanan pangan dan energi adalah kunci kemandirian

bangsa. Kita tidak boleh lagi bergantung pada impor di saat dunia menghadapi ketidakpastian.”

Prabowo Dorong Percepatan Swasembada Pangan dan Energi Indonesia
Prabowo Dorong Percepatan Swasembada Pangan dan Energi Indonesia (Foto oleh Man Fong Wong)

Langkah Konkret Menuju Swasembada Pangan dan Energi

Upaya percepatan swasembada pangan dan energi yang diinisiasi oleh Prabowo melibatkan sejumlah strategi dan kebijakan. Pemerintah menargetkan peningkatan produksi beras hingga 35 juta ton pada 2025, sekaligus memperkuat cadangan pangan nasional.

Selain itu, fokus juga diarahkan pada pengembangan lahan pertanian baru, modernisasi alat pertanian, serta optimalisasi penggunaan pupuk dan benih unggul.

Di sektor energi, pemerintah berkomitmen mempercepat pembangunan pembangkit listrik tenaga baru dan terbarukan (EBT) untuk mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil.

Langkah-langkah seperti pemanfaatan bioenergi, pengembangan panel surya, dan investasi pada energi angin dan air menjadi bagian dari peta jalan menuju swasembada energi nasional.

  • Intensifikasi dan ekstensifikasi lahan pertanian di daerah potensial untuk produksi padi, jagung, dan kedelai.
  • Dukungan insentif bagi petani dan pelaku industri energi terbarukan.
  • Peningkatan alokasi anggaran pada sektor riset dan pengembangan teknologi pangan dan energi.
  • Penguatan kerjasama antara pemerintah pusat, daerah, dan swasta untuk percepatan proyek strategis.

Urgensi Kemandirian di Tengah Krisis Global

Ketergantungan Indonesia pada impor pangan dan energi selama dekade terakhir dinilai memperlemah posisi ekonomi nasional, terutama saat terjadi gangguan rantai pasok global akibat konflik geopolitik atau perubahan iklim.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan, pada 2023 Indonesia masih mengimpor lebih dari 2 juta ton beras dan sebagian besar bahan bakar minyak dari luar negeri.

Menurut Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (BRIN), keberhasilan swasembada dapat menghemat devisa negara hingga USD 10 miliar per tahun.

Selain itu, penguatan kemandirian pangan dan energi berpotensi meningkatkan penyerapan tenaga kerja, mendongkrak pertumbuhan industri lokal, serta mengurangi kerentanan terhadap inflasi akibat fluktuasi harga internasional.

Dampak dan Implikasi Lebih Luas

Percepatan swasembada pangan dan energi seperti yang didorong Presiden Prabowo membawa implikasi strategis terhadap berbagai sektor.

Industri pertanian, misalnya, berpotensi memperoleh pasar domestik yang lebih stabil dan kesempatan investasi dalam teknologi pertanian cerdas. Sementara itu, sektor energi terbarukan didorong untuk tumbuh lebih cepat guna mendukung target bauran energi nasional sebesar 23% pada 2025.

Peningkatan investasi di sektor hulu dan hilir energi akan membangun ekosistem baru, mulai dari produksi hingga distribusi.

Di sisi lain, kebijakan ini diperkirakan akan mendorong riset dan inovasi, terutama dalam pengembangan bibit unggul dan teknologi efisiensi energi. Penguatan ketahanan nasional di bidang pangan dan energi juga memberikan efek domino pada stabilitas harga, pengendalian inflasi, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Dengan langkah strategis ini, Indonesia diharapkan mampu memperkuat posisi sebagai negara yang mandiri, resilien, dan adaptif menghadapi tantangan global, sekaligus memastikan pembangunan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.

Apa Reaksi Anda?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Marah Marah 0
Sedih Sedih 0
Wow Wow 0