Prabowo Gabung Dewan Perdamaian Trump Politik Luar Negeri Indonesia Berubah

Oleh VOXBLICK

Jumat, 13 Februari 2026 - 06.45 WIB
Prabowo Gabung Dewan Perdamaian Trump Politik Luar Negeri Indonesia Berubah
Prabowo gabung Dewan Perdamaian Trump (Foto oleh Markus Winkler)

VOXBLICK.COM - Prabowo Subianto, Menteri Pertahanan sekaligus Presiden terpilih Indonesia 2024-2029, resmi bergabung dengan Dewan Perdamaian Global (Global Peace Council) yang digagas mantan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump. Keterlibatan Prabowo dalam forum internasional yang baru dibentuk ini menjadi sorotan utama, terutama terkait kemungkinan perubahan arah politik luar negeri Indonesia di tengah dinamika geopolitik saat ini, khususnya menyangkut konflik Palestina-Israel.

Prabowo dan Dewan Perdamaian Trump

Pengumuman bergabungnya Prabowo ke Dewan Perdamaian disampaikan secara terbuka pada awal Juni 2024. Dewan yang dibentuk oleh Donald Trump ini bertujuan mempertemukan tokoh-tokoh dunia dalam upaya penyelesaian konflik global melalui jalur diplomasi.

Selain Prabowo, sejumlah tokoh terkemuka dari berbagai negara juga masuk dalam jajaran anggota dewan ini.

Prabowo Gabung Dewan Perdamaian Trump Politik Luar Negeri Indonesia Berubah
Prabowo Gabung Dewan Perdamaian Trump Politik Luar Negeri Indonesia Berubah (Foto oleh Currency Universe)

Bergabungnya Prabowo mendapat perhatian luas karena selama ini Indonesia dikenal sebagai negara yang konsisten menerapkan prinsip bebas aktif dalam politik luar negeri.

Kementerian Luar Negeri RI menegaskan bahwa keikutsertaan Prabowo bersifat pribadi dan tidak otomatis mewakili sikap resmi pemerintah Indonesia. Namun, langkah ini tetap dinilai strategis mengingat posisi Prabowo sebagai kepala negara terpilih dan pengaruh Trump di kancah global.

Konteks Politik Luar Negeri Indonesia

Indonesia selama ini menempatkan isu Palestina sebagai prioritas utama dalam diplomasi luar negeri, dengan konsisten mendukung kemerdekaan Palestina di berbagai forum internasional.

Sementara itu, Donald Trump dikenal memiliki kebijakan pro-Israel selama masa jabatannya, termasuk memindahkan Kedutaan Besar AS ke Yerusalem pada 2018.

Keikutsertaan Prabowo dalam Dewan Perdamaian bentukan Trump menimbulkan pertanyaan di kalangan pengamat dan publik, apakah Indonesia akan mempertahankan sikap tradisionalnya atau mulai membuka dialog yang lebih pragmatis terkait isu Palestina-Israel.

Menurut Dr. Dewi Fortuna Anwar, pakar hubungan internasional dari LIPI, “Partisipasi Prabowo sangat strategis, namun Indonesia tetap harus menjaga konsistensi prinsip bebas aktif dan kepentingan nasional.”

Respons dan Sorotan Publik

Reaksi atas langkah Prabowo cukup beragam. Beberapa kalangan menilai keterlibatan ini dapat memperkuat posisi Indonesia di kancah internasional dan membuka ruang dialog lebih luas.

Namun, ada pula kekhawatiran bahwa langkah ini bisa ditafsirkan sebagai pergeseran sikap Indonesia terhadap isu-isu sensitif, terutama Palestina.

  • Penguatan posisi diplomatik: Indonesia berpotensi lebih didengar dalam penyelesaian konflik global.
  • Tekanan terhadap prinsip bebas aktif: Keterlibatan dengan dewan yang dipimpin Trump dapat memicu persepsi berubahnya orientasi politik luar negeri Indonesia.
  • Respons domestik dan internasional: Sikap pemerintah akan terus diawasi publik dan komunitas internasional terkait konsistensi dukungan pada Palestina.

Dampak Lebih Luas bagi Politik Luar Negeri dan Hubungan Internasional

Langkah Prabowo bergabung dengan Dewan Perdamaian Global dapat membawa beberapa implikasi jangka panjang bagi Indonesia:

  • Peran Indonesia sebagai mediator: Dengan posisi strategis di dewan internasional, Indonesia berpeluang memainkan peran lebih aktif sebagai penengah konflik di Asia Tenggara, Timur Tengah, maupun kawasan lain.
  • Dinamika hubungan bilateral: Keterlibatan dalam inisiatif yang dipelopori oleh tokoh seperti Trump bisa memperkuat atau justru mempersulit hubungan bilateral dengan negara-negara yang memiliki pandangan bertolak belakang, terutama di dunia Muslim.
  • Pengaruh terhadap kebijakan domestik: Keterlibatan tokoh nasional dalam forum global bisa mendorong penyesuaian kebijakan dalam negeri, baik dalam aspek regulasi, keamanan, maupun penegakan HAM.
  • Persepsi internasional terhadap Indonesia: Negara-negara mitra dan organisasi internasional akan memantau sikap Indonesia ke depan, terutama dalam isu-isu sensitif seperti Palestina-Israel dan berbagai konflik geopolitik lain.

Sejauh ini, pemerintah Indonesia menegaskan tidak ada perubahan mendasar dalam prinsip politik luar negeri.

Namun, dinamika baru yang dibawa oleh partisipasi Prabowo di Dewan Perdamaian akan terus menjadi perhatian, baik di tingkat nasional maupun global. Arah kebijakan luar negeri Indonesia ke depan akan sangat menentukan posisi negara ini dalam peta diplomasi dunia.

Apa Reaksi Anda?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Marah Marah 0
Sedih Sedih 0
Wow Wow 0