Starlink dan Deutsche Telekom Hadirkan Layanan Satelit Mobile di Eropa

Oleh VOXBLICK

Jumat, 06 Maret 2026 - 19.30 WIB
Starlink dan Deutsche Telekom Hadirkan Layanan Satelit Mobile di Eropa
Kolaborasi Starlink dan Deutsche Telekom (Foto oleh Malte Luk)

VOXBLICK.COM - Starlink, perusahaan penyedia internet satelit milik SpaceX, resmi menjalin kemitraan strategis dengan Deutsche Telekom, operator telekomunikasi terkemuka asal Jerman. Kolaborasi ini bertujuan menghadirkan layanan mobile berbasis satelit di Eropa, menawarkan solusi konektivitas internet yang lebih merata, terutama di wilayah yang selama ini sulit dijangkau jaringan seluler konvensional.

Pengumuman resmi dari kedua perusahaan menyebutkan bahwa layanan ini akan memanfaatkan jaringan satelit orbit rendah milik Starlink yang telah beroperasi secara global, dipadukan dengan infrastruktur dan keahlian Deutsche Telekom di bidang

komunikasi mobile. Kerja sama ini diharapkan dapat memberikan akses internet broadband langsung ke perangkat mobile pelanggan, tanpa bergantung pada menara BTS atau jaringan fiber optik yang mahal dan memakan waktu dalam pembangunan.

Starlink dan Deutsche Telekom Hadirkan Layanan Satelit Mobile di Eropa
Starlink dan Deutsche Telekom Hadirkan Layanan Satelit Mobile di Eropa (Foto oleh Sanket Mishra)

Kedua perusahaan menegaskan bahwa peluncuran layanan satelit mobile ini akan dilakukan secara bertahap, dimulai dengan uji coba di wilayah pedesaan Jerman pada akhir 2024. Setelah fase pilot terbukti sukses, implementasi penuh akan diperluas ke

negara-negara Eropa lainnya. Pengguna ponsel pintar di area yang belum terjangkau sinyal seluler atau internet kabel dapat mengakses internet langsung dari satelit dengan latensi rendah dan kecepatan yang diklaim mampu bersaing dengan layanan broadband darat.

Detail Kemitraan dan Teknologi yang Digunakan

Kolaborasi antara Starlink dan Deutsche Telekom merupakan langkah penting dalam pengembangan layanan direct-to-device (D2D), yang memungkinkan perangkat mobile berkomunikasi langsung dengan satelit tanpa perangkat tambahan khusus.

Teknologi ini memanfaatkan konstelasi satelit Starlink di orbit rendah (LEO) yang saat ini telah berjumlah lebih dari 5.000 unit di seluruh dunia.

Deutsche Telekom akan menyediakan lisensi layanan, integrasi jaringan, serta dukungan pelanggan di wilayah Eropa.

Sementara itu, Starlink bertanggung jawab atas penyediaan kapasitas satelit dan teknologi komunikasi berbasis space-to-ground untuk memastikan koneksi tetap stabil, bahkan di daerah terpencil.

  • Kemampuan direct-to-device (D2D) memungkinkan ponsel biasa terkoneksi ke satelit tanpa perangkat tambahan.
  • Kecepatan unduh yang ditargetkan mencapai 100 Mbps dengan latensi di bawah 50 milidetik.
  • Jangkauan mencakup area rural, pegunungan, pesisir, hingga wilayah perbatasan negara-negara Eropa.
  • Penerapan standar komunikasi 3GPP Release 17 untuk kompatibilitas dan keamanan.

Dampak dan Implikasi bagi Industri Telekomunikasi Eropa

Inisiatif bersama Starlink dan Deutsche Telekom diperkirakan membawa perubahan signifikan bagi lanskap telekomunikasi regional.

Selama bertahun-tahun, kesenjangan digital di Eropa masih menjadi tantangan, khususnya di wilayah pedesaan yang infrastrukturnya terbatas. Dengan layanan mobile berbasis satelit, hambatan geografis dan biaya pembangunan jaringan fisik dapat diatasi secara efisien.

Peluang ini diproyeksikan akan:

  • Meningkatkan inklusi digital dan pemerataan akses internet di seluruh lapisan masyarakat.
  • Mendorong inovasi pada sektor ekonomi digital, pendidikan, dan kesehatan jarak jauh.
  • Mengurangi ketergantungan pada infrastruktur telekomunikasi tradisional yang mahal dan sulit dikembangkan di area terpencil.
  • Menjadi alternatif penting saat terjadi bencana alam atau gangguan jaringan darat.
  • Memicu persaingan baru di antara operator seluler, baik dari sisi tarif maupun kualitas layanan.

Sejumlah regulator Eropa telah menyambut baik pengujian dan penerapan teknologi ini, asalkan tetap mematuhi standar privasi data dan interoperabilitas.

Adopsi layanan satelit mobile juga diyakini akan mendorong lebih banyak investasi dalam riset teknologi komunikasi, serta mempercepat tercapainya target konektivitas Uni Eropa pada 2030.

Masa Depan Layanan Satelit Mobile di Eropa

Dengan kolaborasi antara Starlink dan Deutsche Telekom, Eropa berpotensi menjadi salah satu wilayah pertama di dunia yang menikmati akses internet mobile berbasis satelit secara massal.

Langkah ini tak hanya memperkecil kesenjangan digital, tetapi juga membuka peluang baru bagi pertumbuhan ekonomi digital, inovasi teknologi, dan pemerataan akses informasi di seluruh benua.

Keberhasilan implementasi layanan ini akan menjadi tolok ukur bagi negara dan operator telekomunikasi lain, baik di Eropa maupun di kawasan lain yang memiliki tantangan geografis serupa.

Kerja sama ini menandai babak baru integrasi teknologi satelit dan seluler untuk menghadirkan konektivitas tanpa batas bagi masyarakat luas.

Apa Reaksi Anda?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Marah Marah 0
Sedih Sedih 0
Wow Wow 0