Teguh Santosa Soroti Board of Peace dan Kebijakan Politik Bebas Aktif Indonesia
VOXBLICK.COM - Teguh Santosa, akademisi dan pengamat hubungan internasional, menyoroti peran Board of Peace yang digagas pemerintah Indonesia sebagai bagian dari konsistensi penerapan politik luar negeri bebas aktif. Inisiatif ini dinilai sejalan dengan komitmen Indonesia dalam mendukung diplomasi dan penciptaan perdamaian dunia, terutama di tengah dinamika geopolitik global yang semakin kompleks.
Board of Peace, yang diperkenalkan dalam beberapa forum internasional sejak 2023, melibatkan sejumlah tokoh dan lembaga strategis di bidang perdamaian.
Teguh Santosa menyampaikan dalam diskusi publik di Jakarta, “Langkah Indonesia melalui Board of Peace adalah upaya konkret untuk menjaga peran aktif dalam penyelesaian konflik internasional tanpa terjerat poros kekuatan besar.”
Pandangan Teguh tersebut merespons sejumlah kebijakan luar negeri Indonesia, termasuk sikap pemerintah dalam berbagai forum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan keterlibatan dalam proses perdamaian di kawasan Asia Tenggara maupun Timur Tengah.
Board of Peace, menurut Teguh, menjadi salah satu instrumen inovatif yang memperkuat posisi Indonesia sebagai mediator dan penjaga stabilitas kawasan.
Board of Peace dan Prinsip Politik Bebas Aktif
Politik luar negeri bebas aktif telah menjadi pedoman utama diplomasi Indonesia sejak era kemerdekaan.
Prinsip ini menegaskan independensi Indonesia dalam menentukan sikap tanpa terikat blok kekuatan mana pun, sekaligus aktif berperan dalam menjaga perdamaian dunia. Board of Peace diinisiasi sebagai forum lintas sektor yang memfasilitasi dialog, mediasi, hingga kajian strategis terkait isu-isu konflik internasional.
- Memberikan ruang konsultasi dan rekomendasi kebijakan bagi pemerintah dalam merespons krisis global.
- Memperkuat kapasitas diplomasi Indonesia melalui pelibatan akademisi, praktisi, dan tokoh perdamaian.
- Menjadi jembatan komunikasi antara Indonesia dan negara-negara terdampak konflik, terutama di kawasan Asia dan Afrika.
Teguh Santosa menilai, kehadiran Board of Peace tidak sekadar simbolis, melainkan bagian dari upaya memperkuat ekosistem perdamaian yang inklusif dan adaptif terhadap tantangan baru, seperti perubahan iklim, ekonomi digital, hingga ancaman
disinformasi.
Dampak terhadap Kebijakan Luar Negeri dan Peran Indonesia di Dunia
Penguatan Board of Peace membawa dampak signifikan bagi kebijakan politik luar negeri Indonesia.
Dalam beberapa tahun terakhir, Indonesia tercatat aktif dalam berbagai misi perdamaian PBB, termasuk pengiriman lebih dari 2.800 personel pasukan pemelihara perdamaian ke sejumlah negara.
Berdasarkan data Kementerian Luar Negeri RI, keterlibatan Indonesia dalam diplomasi multilateral meningkat 18% pada periode 2021-2023, mencerminkan peran strategis Indonesia sebagai negara penengah.
Melalui Board of Peace, kapasitas ini dikonsolidasikan dengan memperluas jejaring internasional dan memperkuat peran masyarakat sipil.
- Memperbesar peluang Indonesia dalam membangun aliansi non-blok dan memperkuat posisi di forum-forum global seperti G20 dan ASEAN.
- Mendukung ekosistem diplomasi preventif, yang menekankan penyelesaian konflik melalui dialog dan mediasi, bukan intervensi militer.
- Memberikan citra positif bagi Indonesia sebagai pelopor perdamaian dan penegak prinsip-prinsip hukum internasional.
Inisiatif Board of Peace juga membuka pintu bagi penguatan diplomasi ekonomi, investasi, dan kerja sama lintas sektor, mengingat stabilitas politik berdampak langsung pada iklim bisnis dan kepercayaan internasional terhadap Indonesia.
Implikasi Lebih Luas untuk Dunia dan Masyarakat Indonesia
Implementasi kebijakan politik bebas aktif melalui Board of Peace memberikan nilai tambah bagi kepentingan nasional dan regional.
Indonesia mendapatkan kepercayaan sebagai aktor utama dalam berbagai proses perdamaian, yang pada gilirannya memperkuat posisi tawar di ranah diplomasi ekonomi, perdagangan, hingga pengembangan teknologi.
Bagi masyarakat Indonesia, peran aktif dalam diplomasi perdamaian berpotensi membuka peluang mobilitas internasional, pertukaran ilmu pengetahuan, dan peningkatan soft power Indonesia di mata dunia.
Selain itu, keterlibatan masyarakat sipil dalam Board of Peace berkontribusi pada penguatan demokrasi partisipatif dan literasi global di tingkat nasional.
Dengan konsistensi penerapan politik luar negeri bebas aktif yang diperkuat melalui Board of Peace, Indonesia diharapkan mampu menghadirkan solusi inovatif bagi tantangan global, sekaligus mengokohkan posisi sebagai negara yang berkomitmen pada
perdamaian dunia.
Apa Reaksi Anda?
Suka
0
Tidak Suka
0
Cinta
0
Lucu
0
Marah
0
Sedih
0
Wow
0