Terungkap! Warga Bangun Pesawat Sederhana di Rumah, Ini Kisahnya

Oleh VOXBLICK

Minggu, 01 Maret 2026 - 16.30 WIB
Terungkap! Warga Bangun Pesawat Sederhana di Rumah, Ini Kisahnya
Warga bangun pesawat sederhana (Foto oleh RDNE Stock project)

VOXBLICK.COM - Seorang warga dari Desa Sukamaju, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, berhasil merakit pesawat sederhana di halaman rumahnya. Proyek ini mencuri perhatian masyarakat dan komunitas teknologi lokal, setelah foto-foto proses perakitan dan uji coba pesawat tersebut beredar luas di media sosial sejak awal Juni 2024. Pembuatnya, Fajar Ramadhan (34), adalah seorang teknisi otomotif dengan latar belakang pendidikan menengah teknik mesin.

Fajar memulai proyek pembuatan pesawat ini sejak pertengahan 2022, bermodalkan literatur daring, forum teknik, dan bantuan komunitas pecinta kedirgantaraan.

Pesawat yang dirakit menggunakan material aluminium ringan dan beberapa komponen modifikasi dari kendaraan bermotor. Dengan panjang sayap 8 meter dan berat total 320 kilogram, pesawat ini dirancang untuk penerbangan rendah dalam jarak terbatas, terutama untuk edukasi dan demonstrasi teknologi.

Terungkap! Warga Bangun Pesawat Sederhana di Rumah, Ini Kisahnya
Terungkap! Warga Bangun Pesawat Sederhana di Rumah, Ini Kisahnya (Foto oleh Nur Andi Ravsanjani Gusma)

Proses Pembuatan dan Sumber Daya

Fajar merakit pesawat di garasi rumahnya, memanfaatkan lahan seluas 100 meter persegi. Ia mengaku banyak belajar dari kanal YouTube, manual pesawat ultralight, dan diskusi online dengan para ahli.

"Saya ingin membuktikan bahwa inovasi bisa dimulai dari rumah, selama ada kemauan belajar dan kerja keras," ungkap Fajar saat diwawancarai oleh tim redaksi pada 12 Juni 2024.

Seluruh dana, sekitar Rp 65 juta, berasal dari tabungan pribadi dan sumbangan kecil dari komunitas. Komponen utama yang digunakan meliputi:

  • Rangka utama dari aluminium bekas
  • Mesin modifikasi dari sepeda motor 250cc
  • Panel instrumen sederhana berbasis Arduino
  • Baling-baling kayu buatan tangan
  • Sistem kendali hasil modifikasi komponen kendaraan

Pengerjaan berlangsung selama hampir dua tahun, dengan waktu aktif sekitar 8-10 jam tiap pekan.

Uji coba darat dilakukan di lapangan desa, sementara pengujian terbang perdana dilakukan pada 5 Juni 2024, dengan pengawasan komunitas dirgantara dan perangkat desa setempat.

Tantangan Teknis dan Regulasi

Merakit pesawat ringan di lingkungan domestik bukan tanpa kendala. Fajar menghadapi berbagai tantangan, mulai dari keterbatasan fasilitas, akses suku cadang, hingga tantangan keamanan.

Selain itu, proses perizinan untuk uji coba pesawat sipil juga cukup kompleks. Menurut Peraturan Menteri Perhubungan Nomor PM 41 Tahun 2022 tentang Pengoperasian Pesawat Udara Kecil, setiap aktivitas penerbangan wajib mengantongi izin dan pengawasan otoritas terkait.

Fajar mengakui, proses konsultasi dan pengajuan izin dilakukan dengan dukungan komunitas Aeromodeller Indonesia dan perangkat desa. Seluruh rangkaian uji coba dilakukan dalam batas keselamatan yang ketat dan tidak melanggar wilayah udara komersial.

Dampak dan Implikasi bagi Inovasi Lokal

Keberhasilan Fajar dalam membangun pesawat sederhana di rumah menyoroti potensi besar inovasi akar rumput di Indonesia.

Menurut data Kementerian Riset dan Teknologi, minat terhadap teknologi kedirgantaraan di kalangan masyarakat mengalami kenaikan 18% sejak 2020, seiring perkembangan akses informasi dan komunitas daring.

Fenomena seperti ini memiliki beberapa implikasi penting:

  • Pemberdayaan SDM Lokal: Inisiatif seperti yang dilakukan Fajar mempertegas bahwa pendidikan dan pelatihan teknis bisa mendorong kemajuan teknologi berbasis masyarakat.
  • Peningkatan Literasi Teknologi: Proyek pesawat rumahan menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk mengeksplorasi bidang STEM (Science, Technology, Engineering, Mathematics) secara mandiri.
  • Regulasi dan Keselamatan: Kasus ini mendorong diskusi lanjutan tentang perlunya regulasi yang adaptif dan bimbingan teknis bagi inovator perorangan, agar keselamatan dan manfaat sosial dapat berjalan seimbang.
  • Peluang Ekonomi Kreatif: Pengembangan teknologi pesawat ringan domestik dapat membuka peluang usaha baru di bidang pendidikan, pariwisata, hingga layanan khusus di area terpencil.

Dukungan komunitas, kemudahan akses informasi, dan penguatan kebijakan menjadi faktor kunci agar inovasi seperti ini tidak hanya berakhir sebagai proyek pribadi, melainkan menjadi pendorong ekosistem teknologi yang lebih maju dan inklusif di

tingkat lokal maupun nasional.

Proyek Fajar Ramadhan membuktikan bahwa kreativitas dan kemandirian teknis masyarakat bisa menghasilkan karya yang nyata, bahkan di tengah keterbatasan.

Kisah ini membuka babak baru bagi semangat inovasi mandiri di Indonesia dan mempertegas pentingnya kolaborasi antara individu, komunitas, dan regulator untuk kemajuan teknologi nasional.

Apa Reaksi Anda?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Marah Marah 0
Sedih Sedih 0
Wow Wow 0