TikTok Terancam Wajib Ubah Desain Aplikasinya Gara-Gara Aturan Uni Eropa

Oleh VOXBLICK

Kamis, 16 April 2026 - 18.30 WIB
TikTok Terancam Wajib Ubah Desain Aplikasinya Gara-Gara Aturan Uni Eropa
TikTok terancam ubah desain aplikasi (Foto oleh Solen Feyissa)

VOXBLICK.COM - Siapa yang tak kenal TikTok? Aplikasi ini telah menjadi fenomena global, menawarkan hiburan tanpa batas lewat video singkat yang mudah diakses, interaktif, dan seringkali membuat pengguna lupa waktu. Namun, di balik popularitasnya yang melesat, TikTok kini menghadapi tekanan berat dari Uni Eropa. Regulator di benua biru tersebut menilai desain aplikasi TikTok terlalu adiktif dan dinilai melanggar Digital Services Act (DSA), sebuah regulasi baru yang diberlakukan untuk melindungi konsumen digital dari praktik yang merugikan.

DSA bukan sekedar kumpulan aturan biasa.

Peraturan ini secara spesifik mengatur bagaimana platform digital besar seperti TikTok, Facebook, dan Instagram harus mendesain layanannya agar tidak memanipulasi perilaku pengguna, terutama anak-anak dan remaja. Lalu, teknologi seperti apa sebenarnya yang dianggap "adiktif" oleh Uni Eropa? Dan jika TikTok harus mengubah desain aplikasinya, fitur-fitur mana saja yang kemungkinan besar akan terkena dampaknya?

TikTok Terancam Wajib Ubah Desain Aplikasinya Gara-Gara Aturan Uni Eropa
TikTok Terancam Wajib Ubah Desain Aplikasinya Gara-Gara Aturan Uni Eropa (Foto oleh Monstera Production)

Bagaimana Uni Eropa Menilai Desain "Adiktif" TikTok?

Salah satu kelebihan sekaligus kelemahan TikTok terletak pada algoritma rekomendasinya.

Dengan memanfaatkan machine learning canggih, setiap gerakan penggunadari waktu menonton, jenis video yang disukai, hingga pola interaksidiolah untuk menyajikan konten yang semakin relevan dan sulit dilepaskan. Inilah yang disebut sebagai endless scroll atau infinite feed, di mana video baru terus bermunculan tanpa henti, mendorong pengguna menonton lebih lama dari yang mereka sadari.

Menurut Uni Eropa, fitur-fitur seperti:

  • Autoplay tanpa henti
  • Animasi dan efek visual yang memicu dopamin rush
  • Peringatan dan notifikasi yang mendorong interaksi lebih sering
  • Kurangnya kontrol orang tua dan transparansi pada data pengguna anak-anak

...semua dinilai berpotensi melanggar DSA karena mendorong perilaku berlebihan dan eksploitasi waktu layar anak-anak.

Potensi Perubahan Desain TikTok di Eropa

Jika TikTok diwajibkan mematuhi DSA, mereka harus melakukan sejumlah perubahan signifikan pada desain aplikasinya. Berikut beberapa kemungkinan yang sudah mulai diuji atau diwacanakan:

  • Penghapusan atau pembatasan fitur autoplay Pengguna harus secara aktif menekan tombol untuk memulai video berikutnya.
  • Pengaturan waktu layar (screen time limit) yang lebih ketat, khususnya untuk pengguna di bawah usia 18 tahun.
  • Peningkatan transparansi algoritma TikTok harus menjelaskan dengan bahasa sederhana mengapa sebuah video direkomendasikan.
  • Opsi feed non-personalized Pengguna bisa memilih feed tanpa personalisasi, mirip dengan kronologi waktu nyata.
  • Pembatasan notifikasi push yang bisa mengganggu waktu istirahat atau belajar anak-anak.
  • Kebijakan perlindungan data yang lebih ketat untuk anak-anak, termasuk pelarangan iklan bertarget usia muda.

Dampak untuk Pengguna dan Industri

Bagi pengguna, perubahan ini bisa menjadi pedang bermata dua. Di satu sisi, pengguna muda akan lebih terlindungi dari potensi kecanduan dan manipulasi algoritma. Orang tua juga semakin mudah memantau aktivitas digital anak-anak mereka.

Namun, di sisi lain, pengalaman menggunakan TikTok mungkin akan terasa "kurang seru" karena hilangnya kemudahan dan kecepatan konsumsi konten yang selama ini jadi ciri khas aplikasi tersebut.

Dari perspektif industri, aturan DSA bisa menjadi standar baru dalam mendesain aplikasi sosial media. Tidak menutup kemungkinan, platform lain seperti Instagram, YouTube, dan Snapchat juga akan dikenai aturan serupa.

Hal ini bisa memicu inovasimisalnya, pengembangan fitur keamanan dan kendali orang tua yang lebih canggih, serta algoritma rekomendasi yang lebih ramah konsumen.

Mengapa Isu Ini Penting untuk Dunia Teknologi?

Kisah TikTok dan Uni Eropa menyoroti tantangan utama dalam dunia teknologi saat ini: bagaimana menyeimbangkan antara inovasi, kenyamanan, dan perlindungan konsumen.

Algoritma cerdas memang membawa kemudahan dan hiburan, namun tanpa aturan yang jelas, mereka bisa menjadi pedang bermata dua. DSA menjadi langkah konkret agar teknologi tetap berada dalam kendali manusia, bukan sebaliknya.

Apakah perubahan desain TikTok nanti akan merembet ke seluruh dunia? Masih harus kita tunggu. Namun, satu hal pasti: ke depan, desain aplikasi sosial media akan makin memperhatikan hak dan keamanan pengguna, terutama yang paling rentan.

Apa Reaksi Anda?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Marah Marah 0
Sedih Sedih 0
Wow Wow 0