Tom Steyer Usulkan Jaminan Kerja untuk Pekerja Terdampak AI di California

Oleh VOXBLICK

Selasa, 12 Mei 2026 - 06.00 WIB
Tom Steyer Usulkan Jaminan Kerja untuk Pekerja Terdampak AI di California
Jaminan kerja untuk pekerja AI (Foto oleh Tara Winstead)

VOXBLICK.COM - California mendorong respons kebijakan terhadap dampak otomatisasi berbasis kecerdasan buatan (AI) pada dunia kerja. Dalam kampanye politiknya, kandidat gubernur Tom Steyer mengusulkan skema jaminan kerja bagi pekerja yang terdampak perpindahan tugas akibat penerapan AItujuannya menjaga stabilitas pendapatan rumah tangga sekaligus membantu transisi menuju pekerjaan baru yang lebih relevan dengan kebutuhan industri.

Usulan ini muncul di tengah kekhawatiran yang makin luas: ketika AI meningkatkan efisiensi, sebagian pekerjaan dapat berubah atau hilang, terutama pada sektor yang melibatkan tugas rutin dan pengambilan keputusan berbasis pola.

Steyer menempatkan kebijakan tersebut sebagai perlindungan sosial yang lebih “aktif”, bukan sekadar bantuan setelah pemutusan hubungan kerja.

Tom Steyer Usulkan Jaminan Kerja untuk Pekerja Terdampak AI di California
Tom Steyer Usulkan Jaminan Kerja untuk Pekerja Terdampak AI di California (Foto oleh Stephen Leonardi)

Secara garis besar, gagasan Steyer menargetkan pekerja yang menghadapi risiko kehilangan pekerjaan karena AI mengubah kebutuhan tenaga kerja.

Dalam kerangka yang dibahas, pemerintah berperan memastikan ketersediaan jalur kerja atau pekerjaan pengganti, termasuk melalui pelatihan dan penempatan. Langkah ini penting karena pasar tenaga kerja tidak selalu menyerap pekerja yang “tergeser” secara cepatpadahal jeda waktu pengangguran dapat berdampak langsung pada pendapatan, keterampilan, dan mobilitas ekonomi.

Siapa Tom Steyer dan apa inti usulan jaminan kerja?

Tom Steyer dikenal sebagai tokoh yang aktif mengangkat isu kebijakan publik, termasuk isu ekonomi dan transisi tenaga kerja. Dalam konteks California, ia mengusulkan jaminan kerja untuk pekerja yang terdampak perpindahan akibat AI.

Inti dari usulan tersebut adalah mekanisme perlindungan yang lebih terstruktur ketika perusahaan mengadopsi teknologi baru. Alih-alih hanya mengandalkan bantuan pengangguran setelah pekerjaan hilang, pendekatan jaminan kerja berupaya:

  • memberikan kepastian bahwa pekerja yang terdampak akan memperoleh kesempatan kerja atau penempatan ulang,
  • menghubungkan pekerja dengan program peningkatan keterampilan agar cocok dengan kebutuhan pekerjaan baru,
  • mengurangi “shock” ekonomi yang biasanya muncul saat perubahan teknologi berlangsung lebih cepat daripada penyesuaian tenaga kerja.

Dengan kata lain, kebijakan ini memosisikan pemerintah sebagai penstabil transisi tenaga kerja, terutama di wilayah dengan pasar kerja dinamis seperti California.

AI, perpindahan pekerjaan, dan alasan California perlu merespons

California memiliki ekosistem industri teknologi yang sangat kuat, namun justru karena itu dampak AI terhadap pekerjaan juga berpotensi terasa lebih cepat.

AI dapat digunakan untuk otomatisasi tugas, pengolahan data, analitik, hingga dukungan layanan pelanggan. Ketika proses tersebut diadopsi, beberapa peran dapat berkurang jam kerjanya, berubah komposisinya, atau digantikan oleh sistem otomatis.

Perubahan seperti ini tidak selalu berarti “semua pekerjaan hilang”. Namun, transisi sering kali sulit karena:

  • keterampilan yang dibutuhkan dapat bergeser (misalnya dari tugas manual rutin ke kemampuan mengelola sistem, data, atau proses baru),
  • penyerapan pekerjaan baru tidak selalu terjadi dalam waktu singkat,
  • perbedaan tingkat pendidikan dan pengalaman membuat sebagian pekerja lebih rentan tertinggal.

Dalam kerangka kebijakan, usulan jaminan kerja menjadi respons terhadap kenyataan bahwa pasar tenaga kerja bisa mengalami ketidaksesuaian (mismatch) antara lowongan dan kompetensi pekerja terdampak.

Bagaimana skema jaminan kerja bisa bekerja di praktik?

Walau detail teknis kebijakan biasanya berkembang melalui proses legislatif dan perumusan program, konsep jaminan kerja umumnya menuntut beberapa elemen kunci: identifikasi kelompok pekerja terdampak, penilaian kebutuhan keterampilan, serta jalur

penempatan kerja yang realistis.

Dalam konteks AI, pendekatan yang sering dibahas dalam kebijakan transisi tenaga kerja dapat mencakup:

  • Skema deteksi dan pemberitahuan: mekanisme bagi perusahaan atau lembaga pelatihan untuk menandai peran yang berubah akibat adopsi AI, sehingga pekerja dapat menerima dukungan lebih awal.
  • Program pelatihan yang ditargetkan: pelatihan berbasis kebutuhan industri (misalnya pengelolaan data, pemeliharaan sistem, quality assurance berbasis teknologi, atau peran operasional yang tetap membutuhkan manusia).
  • Penempatan kerja dan kemitraan: kolaborasi dengan sektor swasta, komunitas industri, dan lembaga pendidikan untuk memperluas peluang kerja transisi.
  • Insentif untuk penyerapan: dukungan bagi pemberi kerja yang merekrut pekerja terdampak, agar penempatan tidak hanya berhenti pada pelatihan.

Poin pentingnya: jaminan kerja bukan sekadar “bantuan finansial”, melainkan upaya menutup jarak antara dampak teknologi dan kebutuhan pekerjaan baru.

Implikasi lebih luas: industri, ekonomi, dan regulasi di California

Usulan Tom Steyer terkait jaminan kerja untuk pekerja terdampak AI membawa implikasi yang melampaui satu siklus pemilihan. Ada beberapa dampak yang relevan bagi pembaca, terutama dari sisi industri, ekonomi, dan arah regulasi.

1) Mendorong perusahaan merencanakan transisi tenaga kerja

Ketika kebijakan menuntut jaminan untuk pekerja terdampak, perusahaan cenderung terdorong untuk lebih proaktif dalam manajemen perubahan. Ini dapat mencakup perencanaan pelatihan internal, penyesuaian peran, dan komunikasi lebih awal kepada karyawan.

2) Mengurangi risiko ketimpangan dan ketidakstabilan pendapatan

Transisi akibat AI dapat memperlebar kesenjangan jika pekerja dengan keterampilan yang lebih mudah dipindahtugaskan lebih cepat menemukan pekerjaan baru, sementara kelompok rentan membutuhkan waktu lebih lama.

Skema jaminan kerja berpotensi menjadi “penyangga” agar dampak ekonomi tidak menumpuk pada kelompok tertentu.

3) Membentuk ekosistem pelatihan dan sertifikasi

Jika jaminan kerja berjalan, kebutuhan akan program pelatihan yang terukur akan meningkat. Hal ini dapat memperkuat sistem sertifikasi berbasis kompetensi dan mempercepat kemitraan antara pemerintah, penyedia pendidikan, dan industri.

4) Menggeser fokus regulasi dari respons pasca PHK ke pencegahan

Kebijakan yang menempatkan pemerintah sebagai fasilitator transisi dapat mendorong perubahan paradigma regulasi: dari pendekatan yang dominan reaktif (setelah kerugian terjadi) menuju pendekatan preventif (mempersiapkan pekerja sebelum dampak penuh

terasa).

Dengan demikian, usulan jaminan kerja untuk pekerja terdampak AI tidak hanya memengaruhi individu, tetapi juga dapat membentuk cara industri teknologi mengelola adopsi AI secara bertanggung jawab terhadap tenaga kerja.

Kenapa isu ini penting untuk diketahui sekarang?

Perubahan teknologi berbasis AI bergerak cepat, sementara penyesuaian tenaga kerja biasanya membutuhkan waktu: mulai dari pelatihan, pencocokan kompetensi, hingga proses rekrutmen.

Bagi pembacaterutama pekerja, mahasiswa, profesional, dan pengambil keputusanisu ini penting karena menentukan bagaimana California akan mengelola transisi ekonomi di tengah inovasi.

Jika skema jaminan kerja benar-benar diwujudkan, dampaknya dapat terasa pada beberapa lapisan sekaligus: stabilitas pendapatan pekerja, ketersediaan tenaga kerja terampil, serta kecepatan penyerapan perubahan teknologi oleh industri.

Namun, keberhasilan kebijakan akan sangat bergantung pada desain program, pendanaan, koordinasi lintas lembaga, dan kemampuan mengukur kebutuhan keterampilan secara akurat.

Usulan Tom Steyer menempatkan California pada diskusi yang lebih luas tentang masa depan kerja: bagaimana memastikan inovasi tidak hanya meningkatkan produktivitas, tetapi juga memberi perlindungan dan jalur yang jelas bagi pekerja yang terdampak

perpindahan akibat AI.

Apa Reaksi Anda?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Marah Marah 0
Sedih Sedih 0
Wow Wow 0