Wagub Lampung Bahas Tantangan Perempuan dalam Politik Bersama KPPI
VOXBLICK.COM - Wakil Gubernur Lampung, Chusnunia Chalim, menerima kunjungan pengurus Kaukus Perempuan Politik Indonesia (KPPI) Provinsi Lampung pada Selasa (11/6/2024) di Kantor Gubernur. Dalam pertemuan ini, kedua pihak membahas secara mendalam tantangan yang dihadapi perempuan dalam dunia politik serta strategi memperkuat partisipasi dan representasi perempuan di ranah publik.
Pertemuan ini dihadiri oleh sejumlah tokoh perempuan Lampung, termasuk Ketua KPPI Lampung, serta jajaran pengurus.
Fokus diskusi adalah minimnya keterwakilan perempuan di lembaga legislatif dan eksekutif, serta berbagai hambatan yang masih ditemui dalam proses pencalonan dan pengambilan keputusan politik.
Tantangan Perempuan dalam Ranah Politik
Wagub Lampung dalam dialog tersebut menyoroti sejumlah tantangan utama yang masih dihadapi perempuan untuk terlibat aktif di politik.
Data KPU Lampung menunjukkan bahwa pada Pemilu 2019, keterwakilan perempuan di DPRD Provinsi Lampung baru mencapai sekitar 18,5%, masih di bawah target afirmasi nasional sebesar 30%. Hal ini mengindikasikan perlunya upaya lebih serius untuk mendorong keterlibatan perempuan.
Beberapa kendala yang dibahas meliputi:
- Kurangnya akses perempuan terhadap pendidikan politik dan pelatihan kepemimpinan.
- Stigma sosial yang membatasi peran perempuan dalam pengambilan keputusan publik.
- Keterbatasan dukungan finansial dan jaringan politik.
- Minimnya regulasi yang berpihak pada penguatan kapasitas perempuan di partai politik.
Ketua KPPI Lampung menyampaikan bahwa perempuan kerap menghadapi tantangan berlapis, mulai dari beban domestik hingga stereotipe gender yang masih kuat di masyarakat.
“Kami berharap pemerintah daerah dapat memfasilitasi pelatihan kepemimpinan dan pendidikan politik bagi calon-calon pemimpin perempuan,” ujarnya.
Potensi dan Langkah Strategis
Wakil Gubernur menegaskan, Lampung memiliki banyak figur perempuan potensial yang dapat berperan dalam pembangunan dan pengambilan keputusan.
“Pemerintah daerah berkomitmen membuka ruang partisipasi yang lebih luas bagi perempuan, baik di birokrasi maupun politik,” kata Wagub Lampung.
Beberapa strategi yang dibahas mencakup:
- Mendorong partai politik memenuhi kuota 30% calon legislatif perempuan.
- Mengembangkan program mentoring dan jejaring antarperempuan politik.
- Penguatan edukasi politik berbasis komunitas agar keterlibatan perempuan merata hingga tingkat desa dan kelurahan.
- Kolaborasi antara pemerintah, organisasi masyarakat sipil, dan KPPI untuk advokasi kebijakan afirmatif.
Dalam kesempatan itu, KPPI Lampung juga menyoroti pentingnya penguatan regulasi berbasis gender di tingkat daerah agar suara perempuan semakin terakomodasi di dalam perumusan kebijakan publik.
Dampak Lebih Luas bagi Pembangunan Daerah
Diskusi antara Wagub Lampung dan KPPI Lampung memiliki implikasi signifikan, tidak hanya untuk proses politik, tetapi juga pembangunan sosial-ekonomi di daerah.
Studi Bank Dunia menunjukkan, peningkatan partisipasi perempuan di politik berbanding lurus dengan kualitas kebijakan publik, terutama di sektor pendidikan, kesehatan, dan perlindungan anak.
Dengan semakin banyak perempuan terlibat dalam pengambilan keputusan, keberagaman perspektif dapat memperkaya proses legislasi dan program-program pemerintah.
Hal ini berpotensi mempercepat pencapaian target pembangunan berkelanjutan (SDGs), khususnya tujuan kelima, yakni kesetaraan gender.
Selain itu, keterlibatan aktif perempuan juga dapat mendorong perubahan budaya organisasi di instansi pemerintah dan partai politik, menuju tata kelola yang lebih inklusif, transparan, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
Upaya Berkelanjutan untuk Keterwakilan Perempuan
Langkah-langkah yang telah dan akan dijalankan oleh Pemerintah Provinsi Lampung bersama KPPI menunjukkan komitmen untuk memperkuat posisi perempuan di bidang politik.
Keberhasilan agenda ini akan sangat ditentukan oleh sinergi berbagai pihak, mulai dari partai politik, lembaga pemerintah, hingga masyarakat sipil.
Peningkatan representasi perempuan di politik Lampung diharapkan dapat menjadi contoh bagi daerah lain dalam mengakselerasi pencapaian kesetaraan gender di tingkat nasional.
Apa Reaksi Anda?
Suka
0
Tidak Suka
0
Cinta
0
Lucu
0
Marah
0
Sedih
0
Wow
0