Jusuf Kalla Desak Indonesia Bela Iran, Minta Prabowo Temui Trump

Oleh VOXBLICK

Selasa, 10 Maret 2026 - 06.15 WIB
Jusuf Kalla Desak Indonesia Bela Iran, Minta Prabowo Temui Trump
Jusuf Kalla serukan bela Iran (Foto oleh www.kaboompics.com)

VOXBLICK.COM - Jusuf Kalla, mantan Wakil Presiden Republik Indonesia, secara terbuka mendesak pemerintah agar mengambil posisi tegas dalam konflik global yang melibatkan Iran dan Amerika Serikat. Ia menegaskan pentingnya Indonesia untuk berpihak pada Iran dan menyerukan agar Menteri Pertahanan sekaligus presiden terpilih, Prabowo Subianto, melakukan diplomasi langsung dengan mantan Presiden AS, Donald Trump, demi mendorong penghentian serangan militer Amerika terhadap Iran.

Pernyataan tersebut disampaikan Jusuf Kalla dalam sebuah diskusi kebangsaan di Jakarta pada awal Juni 2024. Kalla menyoroti peran strategis Indonesia sebagai negara mayoritas Muslim terbesar di dunia serta anggota G20 dan Dewan Keamanan PBB.

Menurutnya, Indonesia tidak boleh bersikap netral dalam menghadapi agresi yang berpotensi memperpanjang konflik di Timur Tengah.

Jusuf Kalla Desak Indonesia Bela Iran, Minta Prabowo Temui Trump
Jusuf Kalla Desak Indonesia Bela Iran, Minta Prabowo Temui Trump (Foto oleh Pixabay)

Desakan Jusuf Kalla: Indonesia Diminta Aktif Bela Iran

Dalam pernyataannya, Jusuf Kalla menilai, “Indonesia punya tanggung jawab moral untuk membela negara yang tertindas, apalagi jika itu negara Muslim seperti Iran.

” Ia menambahkan bahwa sikap pasif dapat dipandang sebagai bentuk pembiaran terhadap tindakan agresi Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah.

Jusuf Kalla juga menyinggung mekanisme diplomasi internasional yang bisa dimanfaatkan Indonesia, antara lain melalui:

  • Aktif dalam forum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB)
  • Menggerakkan Organisasi Kerja Sama Islam (OKI)
  • Menjalin komunikasi diplomatik langsung dengan negara-negara besar, khususnya Amerika Serikat

Menurut Kalla, Indonesia harus menegaskan posisi politik luar negerinya yang bebas aktif, dengan lebih menonjolkan keberpihakan pada perdamaian dan keadilan global.

Prabowo Diminta Temui Trump: Upaya Diplomasi Langsung

Salah satu usulan paling menonjol dari Jusuf Kalla adalah permintaan agar Prabowo Subianto menemui Donald Trump, tokoh berpengaruh dalam politik Amerika Serikat.

Kalla menilai, Trump memiliki jejaring politik yang masih sangat kuat, terutama menjelang pemilihan presiden AS 2024.

“Prabowo punya hubungan baik dengan tokoh internasional. Adalah langkah strategis jika beliau melakukan pendekatan personal ke Trump untuk mencari solusi damai,” ujar Kalla dalam diskusi tersebut.

Pendekatan ini diharapkan mampu membuka kanal dialog baru yang lebih informal, namun efektif untuk meredakan ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat, khususnya dalam konteks serangan militer yang belakangan terjadi.

Respons Pemerintah Indonesia dan Pihak Terkait

Hingga berita ini diturunkan, pemerintah Indonesia belum mengeluarkan pernyataan resmi terkait desakan Jusuf Kalla tersebut.

Namun, Kementerian Luar Negeri Indonesia sebelumnya menegaskan komitmennya untuk mendorong penyelesaian damai di Timur Tengah dan menolak segala bentuk tindakan militer sepihak.

Prabowo Subianto sendiri dikenal aktif dalam diplomasi pertahanan dan memiliki rekam jejak hubungan internasional yang luas.

Meski demikian, belum ada konfirmasi apakah ia akan menindaklanjuti saran dari Jusuf Kalla untuk bertemu dengan Donald Trump dalam waktu dekat.

Implikasi Terhadap Diplomasi, Ekonomi, dan Stabilitas Kawasan

Desakan Jusuf Kalla agar Indonesia lebih tegas membela Iran dan terlibat aktif dalam diplomasi damai membawa sejumlah implikasi penting:

  • Peran Diplomatik Indonesia: Jika direspons positif, Indonesia berpotensi memperkuat posisinya sebagai juru damai di panggung internasional, khususnya di kawasan Timur Tengah.
  • Dampak Ekonomi: Stabilitas di kawasan Timur Tengah sangat berpengaruh pada harga minyak dunia. Konflik yang berlarut-larut bisa berdampak pada inflasi dan pertumbuhan ekonomi Indonesia.
  • Hubungan Bilateral: Langkah tegas terhadap AS atau Iran dapat memengaruhi hubungan dagang dan investasi. Indonesia perlu menjaga keseimbangan antara prinsip politik luar negeri dan kepentingan nasional.
  • Citra Indonesia: Keberpihakan terhadap perdamaian dan keadilan akan memperkuat citra Indonesia sebagai negara yang konsisten memperjuangkan nilai-nilai kemanusiaan.

Pendekatan diplomasi aktif juga dapat menginspirasi negara-negara lain di kawasan Asia Tenggara untuk lebih terlibat dalam upaya perdamaian global, sekaligus memperkuat solidaritas antarnegara Muslim.

Langkah Jusuf Kalla menyoroti pentingnya kebijakan luar negeri Indonesia yang adaptif, relevan, dan berani mengambil posisi strategis di tengah dinamika geopolitik dunia.

Dalam konteks ini, peran tokoh nasional dan diplomasi lintas negara menjadi kunci untuk menjaga stabilitas dan kepentingan nasional di level global.

Apa Reaksi Anda?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Marah Marah 0
Sedih Sedih 0
Wow Wow 0