Lonjakan Permintaan Data Center AI Picu Perburuan Lahan dan Listrik

Oleh VOXBLICK

Rabu, 11 Maret 2026 - 07.15 WIB
Lonjakan Permintaan Data Center AI Picu Perburuan Lahan dan Listrik
Perburuan lahan dan listrik pusat data AI (Foto oleh Markus Winkler)

VOXBLICK.COM - Permintaan pusat data berbasis kecerdasan buatan (AI) melonjak tajam sepanjang tahun 2024, memacu perusahaan teknologi global dan investor untuk secara agresif berburu lahan strategis serta pasokan listrik berkapasitas besar. Fenomena ini tercermin dari laporan CBRE yang mencatat pertumbuhan kebutuhan ruang pusat data di Asia Pasifik mencapai 25% dibanding tahun sebelumnya, didorong oleh tren adopsi AI generatif, machine learning, dan aplikasi komputasi awan skala besar.

Sejumlah raksasa teknologi seperti Google, Microsoft, Amazon Web Services, hingga penyedia pusat data independen seperti Equinix dan Digital Realty, berlomba mengamankan lokasi baru di kawasan dengan akses listrik kuat dan infrastruktur serat optik

mumpuni. Di Indonesia, kawasan Jabodetabek, Batam, serta beberapa kota di Jawa dan Sumatera menjadi target utama ekspansi, sejalan dengan proyeksi pertumbuhan pasar cloud nasional yang diperkirakan menembus USD 3,2 miliar pada 2025 menurut IDC.

Lonjakan Permintaan Data Center AI Picu Perburuan Lahan dan Listrik
Lonjakan Permintaan Data Center AI Picu Perburuan Lahan dan Listrik (Foto oleh panumas nikhomkhai)

Permintaan Lahan dan Listrik Meningkat Drastis

Peningkatan kebutuhan data center AI menyebabkan harga lahan di sejumlah kawasan industri melonjak hingga 30% dalam dua tahun terakhir.

Data dari Colliers menyebutkan bahwa permintaan lahan untuk pusat data di Indonesia kini mendekati 200 hektare per tahun, dengan sebagian besar proyek membutuhkan akses langsung ke gardu listrik berkapasitas minimal 50 megawatt.

CEO PT DCI Indonesia, Toto Sugiri, menegaskan bahwa kebutuhan listrik untuk satu kampus data center AI bisa mencapai 100 megawatt, setara dengan konsumsi listrik kota kecil.

"Permintaan listrik ini unprecedented, dan menjadi tantangan tersendiri bagi penyedia infrastruktur energi di Indonesia," ujar Toto dalam sebuah konferensi baru-baru ini.

Dorongan pada Sektor Infrastruktur dan Energi

Lonjakan pembangunan pusat data AI turut mendorong investasi di sektor energi, khususnya pada pembangkit listrik baru dan jaringan transmisi.

PLN mencatat kenaikan permohonan sambungan listrik dari sektor data center sebesar 40% selama 2023-2024. Hal ini memaksa penyedia utilitas mempercepat proyek perluasan kapasitas dan integrasi sumber energi terbarukan agar suplai tetap stabil dan berkelanjutan.

  • Peningkatan investasi pada gardu induk dan jaringan listrik di kawasan industri strategis
  • Pergeseran fokus pemanfaatan energi terbarukan untuk mengurangi jejak karbon pusat data
  • Kolaborasi antara pengelola data center dan pemerintah daerah dalam tata ruang dan izin pembangunan

Implikasi Lebih Luas: Tata Ruang, Ekonomi, dan Lingkungan

Perburuan lahan dan listrik untuk pusat data AI membawa konsekuensi luas bagi tata ruang wilayah, kebijakan energi, dan dinamika ekonomi lokal.

Pemerintah daerah kini dihadapkan pada tantangan menyeimbangkan kebutuhan investasi digital dengan keberlanjutan lingkungan dan ketersediaan lahan untuk sektor lain.

Menurut laporan Bappenas, pertumbuhan pesat pusat data dapat mendorong terciptanya ekosistem industri digital dan lapangan kerja baru, namun juga berpotensi meningkatkan kompetisi penggunaan lahan, tekanan pada pasokan listrik, serta risiko lonjakan

emisi karbon jika tidak dikelola dengan prinsip ramah lingkungan.

Sejumlah pemerintah daerah telah mulai merevisi tata ruang untuk mengakomodasi zona khusus pusat data, serta mempercepat proses perizinan investasi digital.

Di sisi lain, regulasi efisiensi energi dan insentif penggunaan energi terbarukan juga didorong agar pertumbuhan pusat data AI tidak menimbulkan beban lingkungan yang berlebihan.

Peluang dan Tantangan ke Depan

Lonjakan permintaan pusat data AI membuka peluang besar bagi industri infrastruktur, energi, dan penyedia lahan.

Namun, keberlanjutan pertumbuhan sektor ini sangat bergantung pada kolaborasi lintas sektor serta kemampuan beradaptasi terhadap tantangan tata ruang, ketersediaan listrik, dan kepatuhan terhadap standar lingkungan. Bagi pengambil keputusan, memahami kompleksitas isu ini menjadi kunci dalam memanfaatkan momentum transformasi digital secara inklusif dan bertanggung jawab.

Apa Reaksi Anda?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Marah Marah 0
Sedih Sedih 0
Wow Wow 0