Malam Itu Aku Mencuci Pakaian dan Menemukan Mayat Misterius
VOXBLICK.COM - Malam itu, jam dinding tua di dapur berdentang pelan menandai pukul sebelas. Hujan rintik-rintik menari di atap seng, mengisi udara dengan aroma tanah basah yang menusuk hidung. Aku berjalan pelan ke ruang belakang, membawa keranjang pakaian kotor yang sudah menumpuk sejak tiga hari lalu. Biasanya aku mencuci sore hari, tapi entah mengapa malam itu ada dorongan aneh untuk menyelesaikan semua sebelum tidur. Lampu kuning remang-remang di area cuci membuat bayangan memanjang di dinding, seolah ada sosok lain yang mengintai di balik pintu kayu lapuk.
Suara mesin cuci tua menderu pelan. Aku mengucek beberapa pakaian dengan tangan, membiarkan pikiran mengembara. Tiba-tiba, angin malam membawa bau anyir samar yang asing, membuat bulu kudukku meremang.
Aku terdiam, mencoba mengabaikan getaran aneh di dada. Tapi aroma itu semakin kuat, menusuk dan membuat napas terasa sesak. Aku menengok ke sudut ruangan, ke arah tumpukan pakaian yang basah kuyup. Ada sesuatu yang mengganjal di antara kain-kain itusesuatu yang tak pernah kulihat sebelumnya.
Kejanggalan di Tengah Malam
Tangan gemetar, aku menarik kain kusam itu. Di bawahnya, ada sebentuk daging pucat yang dingin saat disentuh. Aku mundur spontan, hampir tersandung ember sabun. Perlahan, dengan jantung berdebar liar, aku menyingkap lebih banyak pakaian.
Di sanalah, terbujur kaku sosok tubuh manusiamayat! Kulitnya pucat kebiruan, matanya terbuka menatap kosong ke langit-langit, mulutnya menganga seolah ingin menjerit namun tak mampu. Darah membeku di sela kuku-kuku, dan aroma busuk bercampur sabun menyerbak menyesakkan ruangan.
Aku terpaku. Ingin berteriak, tapi suara tercekat di tenggorokan.
Siapa orang ini? Bagaimana bisa ada mayat di antara cucian rumahku? Kepalaku berputar-putar mencari penjelasan, tapi satu-satunya yang kudengar hanya gemericik air dan suara napasku sendiri yang terengah-engah.
Bayangan yang Bergerak di Kegelapan
Saat aku berusaha mundur, lampu tiba-tiba berkedip-kedip. Sekilas, aku melihat bayangan di kaca jendelatinggi, kurus, dan bergerak perlahan, seolah mengawasi dari luar. Aku membalikkan badan, berharap itu hanya ilusi.
Tapi suara langkah kaki di teras belakang jelas terdengar, menggeser kerikil dan daun-daun kering. Aku menahan napas, mencoba menenangkan diri, namun rasa takut mengunci tubuhku di tempat.
- Terdapat bekas cakar di tangan mayat, seperti tanda perlawanan sengit.
- Di saku celana orang itu, ada secarik kertas bertuliskan: "Jangan cuci di malam hari."
- Di luar, suara ketukan pelan muncul dari arah sumur tua di pojok halaman.
Aku menutup mulut, menahan isak. Siapa yang menulis pesan itu? Apakah mayat ini korban sebelumnya? Atau ada sesuatu di luar sana yang kini mengincar aku?
Teror Tak Berujung
Lampu padam seketika, meninggalkan aku dalam gelap gulita. Hanya samar bau anyir dan sabun sisa yang menuntun napas. Dari balik pintu, suara bisikan lirih terdengar, seperti suara anak kecil yang bermain petak umpet di tengah malam.
Aku meraba-raba ke arah pintu, tapi mendadak suara derit perlahan membuka sendiri, memperlihatkan lorong gelap yang menganga menunggu mangsanya.
Aku terdiam, tubuh kaku, tangan masih berlumur sabun dan darah yang tak kukenal. Di luar, bayangan tinggi itu kini berdiri menatapku, matanya merah menyala di tengah hujan.
Dan sebelum aku sempat berteriak, suara berat berbisik di telingaku, “Sekarang giliranmu yang harus dicuci.”
Sampai detik ini, aku tak pernah tahu siapa mayat itu, atau apa yang sebenarnya terjadi malam itu.
Tapi setiap malam, saat suara mesin cuci mulai berputar, aku bisa mencium kembali bau anyir itu, dan mendengar ketukan pelan dari arah sumur tuamenunggu seseorang yang lain untuk mencuci di malam hari.
Apa Reaksi Anda?
Suka
0
Tidak Suka
0
Cinta
0
Lucu
0
Marah
0
Sedih
0
Wow
0