Rahasia Menyeramkan di Bawah Rumah Saat Menjadi Babysitter Malam
VOXBLICK.COM - Malam itu, udara dingin merambat pelan di sela-sela dinding rumah tua di pinggiran kota. Aku menyesuaikan sweaterku, menatap jam dinding yang berdetak pelan di ruang tamu. Ini adalah pertama kalinya aku mendapat pekerjaan sebagai babysitter di rumah keluarga Meyer, dan dari luar tak ada yang tampak anehkecuali satu hal. Sebelum pergi, Ny. Meyer menarikku mendekat dan berbisik, “Jangan pernah sebut tentang pria di basement, apa pun yang terjadi. Jangan bertanya, jangan bicara.”
Petuah aneh itu menempel di pikiranku, bahkan saat aku berusaha mengalihkan perhatian dengan menonton kartun bersama Clara, putri kecil mereka. Tapi tiap kali langkah kakiku mendekati pintu basement yang kusam di ujung lorong, bulu kudukku meremang.
Apakah itu hanya perasaanku, atau memang ada sesuatu yang mengintai dari bawah rumah?
Petang yang Sunyi dan Bisikan Tak Terlihat
Malam semakin larut. Clara sudah terlelap di kamarnya, sementara aku duduk di sofa, mencoba menenangkan diri dengan membaca buku. Namun, suara samarseperti seseorang menyeret rantaimembelah keheningan.
Sumbernya jelas, dari bawah lantai rumah, dari basement yang gelap itu. Aku menahan napas, mengingat lagi peringatan Ny. Meyer. Tiba-tiba, lampu ruang tamu berkelip, lalu padam sesaat sebelum menyala kembali dengan redup.
Rasa ingin tahu mulai mengalahkan ketakutanku. Aku berdiri, melangkah pelan ke arah lorong. Dari celah pintu basement yang sedikit terbuka, hembusan udara dingin menerpa wajahku.
Saat aku hampir menutup pintunya, terdengar suarabukan erangan, bukan juga bisikan, tapi suara berat seorang pria, “Siapa di sana?”
Satu Aturan yang Dilanggar
Jantungku berdegup kencang. Aku tahu aku tidak boleh membalas, tapi bibirku seakan bergerak sendiri, “Siapa di bawah sana?” Suara langkah kaki pelan mendekat dari bawah.
Tiba-tiba, Clara muncul di belakangku, matanya setengah terpejam, “Jangan bicara dengan pria di basement, Kak… Dia lapar.”
- Pintu basement mulai bergetar, seperti ada sesuatu yang mencoba keluar.
- Udara di sekitarku mendadak terasa sangat berat dan dingin.
- Kunci pintu entah sejak kapan sudah tidak ada di gantungan.
Aku menarik Clara ke belakangku, berusaha menahan pintu yang kini bergerak sendiri. Dari celahnya, aku melihat sepasang mata merah menatapku dari kegelapan. Suara berat itu bergema lagi, “Sudah waktunya keluar. Kau memanggilku.”
Menjelang Fajar: Antara Imajinasi dan Teror Nyata
Seluruh rumah bergetar. Aku berlari membawa Clara ke kamar, menguncinya dari dalam, menahan napas hingga fajar menyingsing.
Sepanjang malam, suara-suara dari basement tidak berhentitawa lirih, suara rantai, dan kadang suara langkah kaki yang tak pernah sampai ke atas tangga.
Pagi datang dengan sinar matahari yang seakan tak sanggup mengusir pekatnya kengerian malam tadi. Ketika Ny. Meyer pulang, ia hanya menatapku datar, seolah tahu apa yang terjadi.
“Kau sudah melanggarnya, ya?” bisiknya pelan, mengambil Clara dari pelukanku. Aku hanya bisa mengangguk, masih membayangkan mata merah itu menatap dari balik pintu basement.
Sejak saat itu, aku tak pernah lagi menerima pekerjaan babysitter. Tapi setiap malam, dalam tidurku, aku masih mendengar suara berat itu memanggil. Terkadang, saat aku melewati rumah tua Meyer, aku melihat pintu basement sedikit terbuka.
Dan aku tahu, sesuatu di bawah rumah itu masih menunggukuatau menunggu seseorang lain yang berani melanggar satu aturan sederhana: jangan pernah sebut tentang pria di basement.
Apa Reaksi Anda?
Suka
0
Tidak Suka
0
Cinta
0
Lucu
0
Marah
0
Sedih
0
Wow
0