Tangga Misterius Muncul di Kamarku Setiap Malam Siapakah di Atas Sana
VOXBLICK.COM - Malam-malamku berubah sejak benda itu muncul. Setiap kali aku mematikan lampu dan membaringkan tubuh di atas kasur, ada sensasi aneh yang merayap di kulit. Dinding kamarku, yang biasanya sunyi dan tak berubah, tiba-tiba menyimpan rahasia yang tak terduga. Jam dinding berdetak perlahan, dan tepat di tengah malam, suara yang tak lazim terdengar dari sudut ruangan. Ketika kubuka mata, di sanasebuah tangga kayu tua berdiri tegak, menempel pada tembok, menuju kegelapan di atas langit-langit. Padahal, aku tahu betul, kamarku tak pernah memiliki loteng.
Pertama kali aku melihat tangga misterius itu, aku mengira hanya mimpi. Tapi keesokan paginya, saat aku menyentuh lantai, masih terasa dingin di tempat tangga itu berdiri.
Bekas jejak debu membekas samar, dan udara di kamar terasa lebih berat, seolah-olah sesuatu telah lewat di sana. Ketakutan dan rasa ingin tahu berbaur menjadi satu. Malam berikutnya, aku sengaja menunggu, jantungku berdegup keras ketika suara kayu berderit kembali terdengar.
Langkah-Langkah Menuju Kegelapan
Ada beberapa hal yang selalu terjadi setiap tangga itu muncul:
- Udara kamar tiba-tiba dingin dan pengap
- Lampu kamar berkedip, bahkan kadang padam sejenak
- Suara langkah kaki samar terdengar di atas langit-langit
- Aroma kayu tua dan debu memenuhi ruangan
Malam ketiga, aku memberanikan diri mendekati tangga tersebut. Setiap anak tangga tampak lapuk, dipenuhi goresan seolah ada kuku yang menggarukinya. Ketika kutempelkan telinga pada papan kayu, kudengar bisikan lirih: "Naiklah...".
Suaranya seperti berasal dari masa lalu, namun juga terasa sangat dekat, seakan-akan seseorang mengintip dari celah-celah gelap di atas sana.
Bisikan dari Atas Sana
Setiap kali aku menatap ke arah puncak tangga, bayangan hitam samar menunggu di ujungnya. Aku tak pernah melihat wujudnya dengan jelas, hanya siluet yang bergerak-gerak gelisah.
Suatu malam, aku mendengar suara tawa kecil, diikuti suara langkah turun yang berat. Aku mematung di sudut kamar, seluruh tubuhku gemetar. Tangga itu bergetar pelan, dan sesuatuatau seseorangtampak turun satu anak tangga. Aku ingin berteriak, tapi suara tercekat di tenggorokan.
Pernah suatu malam, aku mencoba mengabaikan keberadaan tangga itu. Namun, kertas-kertas di meja belajar berhamburan, dan lampu meja padam tiba-tiba. Aroma anyir memenuhi kamar.
Saat aku menoleh, anak tangga paling bawah retak, meninggalkan serpihan kayu di lantai. Ada bekas jejak kaki kecil di sana, basah dan berlumpur.
Keberanian yang Terlambat
Rasa penasaranku semakin besar. Aku menyiapkan senter dan kamera, berharap bisa membuktikan bahwa semua ini hanya imajinasiku saja. Namun, setiap kali kamera diarahkan ke tangga, layar hanya menampilkan statis kelabu dan suara dengungan aneh.
Senterku redup mendadak, padahal baru diganti baterainya. Aku mencoba memanggil ayah dan ibu, tapi mereka selalu tidur terlalu lelap, seakan tak mendengar teriakan atau suara gaduh di kamarku.
Pada malam ke tujuh, aku mengumpulkan semua keberanian. Kugenggam gagang tangga, terasa dingin menusuk tulang. Kutapaki satu demi satu anak tangga, lututku lemas tiap kali papan kayu berderit di bawah berat tubuhku.
Setiap langkah, bisikan semakin keras, suaranya bercampur tangis dan tawa, seperti anak-anak yang bermain petak umpet di dunia lain.
Ketika aku sampai di anak tangga terakhir, aku menengadah. Ada pintu kecil di langit-langit, terbuka sedikit, menganga seperti mulut lapar. Dari celah itu, tangan-tangan mungil meraih perlahan, seolah mengundangku masuk.
Aku ingin mundur, tapi kakiku tak bisa bergerak. Suara dari balik pintu itu berbisik, "Sudah waktunya."
Hening. Lalu, tiba-tibasemua gelap. Ketika kubuka mata, aku tak lagi berada di kamarku. Aku berdiri di sebuah lorong sempit, dindingnya dipenuhi foto-foto masa kecilku. Di ujung lorong, ada sebuah tangga lain...
dan suara langkah kaki yang sangat familiar, perlahan naik mendekat dari bawah.
Apa Reaksi Anda?
Suka
0
Tidak Suka
0
Cinta
0
Lucu
0
Marah
0
Sedih
0
Wow
0