Aku Menyesal Membeli Mobil Itu Malam Itu Berubah Selamanya
VOXBLICK.COM - Langit malam itu kelam, nyaris tanpa bintang. Hanya lampu jalan yang temaram menerangi sebagian kecil aspal di depan rumahku. Aku masih ingat jelas bau logam dan karet yang menempel di hidung ketika penjual itu menyerahkan kunci mobil bekas berwarna hitam legammobil yang akan mengubah malam-malamku selamanya. Aku, yang selama ini selalu berhati-hati, entah mengapa merasa tertarik pada mobil itu. Ada sesuatu yang aneh, tapi aku tidak mampu mengungkapkannya saat itu. Satu hal yang pasti, aku menyesal membeli mobil itu malam itu.
Malam Pertama: Bayangan di Kursi Belakang
Begitu mesin dinyalakan, suara dentuman aneh terdengar dari bawah kap. Aku mengabaikannya, mengira itu hanya suara usang dari kendaraan tua.
Namun, sepanjang perjalanan pulang, kaca spion tengah seperti memantulkan kilatan samarseolah ada sesuatu yang bergerak di kursi belakang. Aku menoleh cepat, tapi kursi itu kosong. Kuanggap itu hanya imajinasiku yang terlalu lelah.
Sesampainya di rumah, aku memarkir mobil itu di depan garasi. Lampu rumah berkedip-kedip seperti menolak kehadirannya. Malam itu, aku bermimpi anehsuara ketukan keras dari dalam mobil, seruan lirih memanggil namaku dari kejauhan.
Aku terbangun dengan keringat dingin, jantung berdegup tak karuan.
Peringatan yang Tak Diindahkan
Keesokan harinya, aku bertemu dengan Pak Seno, tetanggaku yang sudah tua. Ia menatap mobil itu dengan pandangan tajam, lalu berkata dengan suara bergetar, “Jangan biarkan mobil itu bermalam di sini, Nak.
” Aku tertawa kecil, mengira Pak Seno hanya bercanda. Tapi malam-malam berikutnya, suara-suara aneh semakin sering terdengar. Setiap kali aku melewati mobil itu, ada bau amis menusuk yang tidak pernah hilang, meski aku sudah membersihkan seluruh interiornya.
- Suara langkah kaki samar di dalam kabin saat aku sendirian.
- Bekas tangan berminyak di kaca jendela setiap pagi.
- Head unit mobil menyala sendiri dan memutar lagu-lagu lawas yang tak pernah aku kenal.
Hanya aku yang merasakan semua itu. Orang rumah mengira aku terlalu stres. Tapi aku tahu, ada sesuatu yang menempel pada mobil itusesuatu yang seolah menunggu saat yang tepat untuk menampakkan wujud aslinya.
Malam Terakhir di Jalan Sepi
Suatu malam, aku harus pulang larut. Jalanan sepi dan kabut turun perlahan, membuat pandangan semakin terbatas. Di tengah perjalanan, mesin mobil tiba-tiba mati mendadak. Semua lampu padam. Hening, hanya terdengar detak jam tanganku sendiri.
Aku mencoba menyalakan mesin, tapi sia-sia. Lalu, dari kaca spion, aku melihat bayangan samar berdiri di belakang mobil. Wajahnya buram, matanya merah menyalaseolah menatap tajam ke arahku.
Tanpa sadar, aku terkunci di dalam mobil. Aku berteriak, memukul-mukul kaca, tapi tidak ada yang mendengar. Bayangan itu perlahan mendekat, menempelkan wajahnya ke kaca belakang sambil berbisik pelan, “Terima kasih sudah membawaku pulang...”
Misteri yang Tak Pernah Usai
Keesokan paginya, mobil itu ditemukan terparkir rapi di depan rumah. Tapi aku tidak ingat bagaimana aku bisa sampai rumah. Satu hal yang membuat bulu kudukku merinding: di kursi belakang, ada bekas duduk basah dan bau amis yang semakin menusuk.
Sejak malam itu, setiap kali aku menoleh ke kaca spion, aku selalu merasa ada yang memperhatikanku dari kursi belakang. Aku menyesal membeli mobil itu malam itu, dan entah sampai kapan mimpi buruk ini akan berakhir.
Apa Reaksi Anda?
Suka
0
Tidak Suka
0
Cinta
0
Lucu
0
Marah
0
Sedih
0
Wow
0