Teror Menjijikkan di Rumah Baruku Kembali Menghantui Malam Ini

Oleh VOXBLICK

Sabtu, 15 November 2025 - 00.30 WIB
Teror Menjijikkan di Rumah Baruku Kembali Menghantui Malam Ini
Rumah baru penuh teror (Foto oleh Daniil Ustinov)

VOXBLICK.COM - Aku tak pernah membayangkan bahwa rumah yang selama ini kuimpikan justru berubah menjadi sumber teror menjijikkan yang mengoyak malam-malamku. Di balik tembok barunya yang tampak kokoh, rumah ini menyembunyikan sesuatu yang bahkan tak sanggup kujelaskan dengan kata-kata. Setiap sudutnya kini terasa seperti perangkap, setiap malamnya bagai mimpi buruk yang terus berulang. Satu hal yang pasti: teror itu kembali menghantui malam ini.

Suara-Suara dari Balik Dinding

Awalnya, aku mengira suara berdecit dan ketukan pelan itu hanyalah ulah tikus. Namun, suara itu terlalu beraturan. Seakan-akan ada sesuatu yang sengaja memanggilku, menunggu aku benar-benar terjaga setiap malam pukul dua lewat tiga belas menit.

Aku mencoba menahan napas, mendengarkan dengan seksama. Setiap detik terasa panjang, dan detak jantungku seolah bergema di seluruh ruangan gelap itu.

Aroma busuk perlahan merambat, menembus pori-pori dinding bata. Bau busuk itu seperti campuran tanah basah, daging membusuk, dan sesuatu yang lebih… purba. Aku menyusuri lorong rumah dengan senter kecil, mencari sumber bau itu.

Tapi lorong itu seperti tak berujung, seakan-akan rumah ini meluas di malam hari. Setiap langkah membawa sensasi dingin menelusup ke tulang.

Teror Menjijikkan di Rumah Baruku Kembali Menghantui Malam Ini
Teror Menjijikkan di Rumah Baruku Kembali Menghantui Malam Ini (Foto oleh Dany Arriaga)

Aroma Busuk dan Bayangan yang Mengintai

Malam berikutnya, aroma itu semakin tajam. Seperti ada sesuatu yang membusuk, tersembunyi di balik dinding. Aku menempelkan telinga ke tembok ruang tengah, berharap mendengar sesuatu yang masuk akal.

Tapi yang kudengar hanya bisikan samar, kata-kata yang terpotong, dan tawa lirih yang membuat bulu kudukku berdiri. Kucoba menyibak wallpaper yang mulai mengelupas, dan aku menemukan bercak-bercak hitam lembab di baliknya.

  • Suara ketukan teratur dari balik dinding
  • Aroma busuk yang semakin pekat
  • Bayangan gelap yang bergerak di pojok ruangan
  • Bisikan aneh di tengah malam

Sejak saat itu, aku mulai melihat bayangan melintas di sudut mataku. Kadang kala, bayangan itu berdiri mematung di ujung lorong, memperhatikan. Setiap aku menoleh, ia menghilang. Tapi aku tahu, malam ini ia lebih dekat dari biasanya.

Pintu Terkunci dan Dinding Berdarah

Kamis malam, aku terbangun oleh suara pintu kamar yang berderit. Aku yakin sudah menguncinya sebelum tidur. Namun, kini pintu itu menganga, dan dari sela-sela gelap lorong, aroma busuk menyeruak lebih pekat.

Dengan tangan gemetar, aku menyalakan senter dan melangkah ke luar kamar. Di dinding lorong, bercak merah gelap mengalir, membentuk pola-pola aneh yang tak pernah kulihat sebelumnya. Seperti tangan-tangan kecil yang berusaha keluar dari balik tembok.

Aku mencoba menelepon seseorangsiapa sajanamun sinyal hilang entah ke mana. Rumah ini seolah telah terputus dari dunia luar. Ketika aku berlari menuju pintu depan, kunci yang biasanya kugantung di dekat rak sepatu tiba-tiba lenyap.

Suara ketukan dari balik dinding kini terdengar seperti jeritan, memohon, atau mungkin… menertawakan keputusasaanku.

Malam yang Tak Pernah Usai

Malam ini, teror di rumah baruku mencapai puncaknya. Lampu padam. Aku terkurung dalam kegelapan, hanya ditemani suara napasku dan suara-suara aneh yang terus berulang.

Aku menggenggam senter, duduk di pojok ruang tamu, menunggu pagi, berharap teror menjijikkan ini akan berakhir. Tapi suara dari dinding itu semakin keras, semakin dekat. Bau busuk menusuk hingga ke kerongkongan, membuatku hampir muntah.

Seketika, sebuah tangan kecil, basah dan dingin, merayap keluar dari retakan dinding. Aku ingin berteriak, tapi lidahku kelu. Dalam kegelapan, aku bisa merasakan sesuatu bergerak di belakangku.

Suara bisikan itu kini terdengar jelas, "Jangan pergi… malam ini belum selesai."

Dan saat aku menoleh, pintu kamar menutup sendiri dengan hentakan keras. Suara ketukan berubah menjadi hentakan. Aroma busuk menyesak.

Aku sadar, apa pun yang mengintai di balik dinding, malam ini ia ingin keluardan aku, mungkin tak akan pernah bisa keluar dari rumah ini lagi.

Apa Reaksi Anda?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Marah Marah 0
Sedih Sedih 0
Wow Wow 0