Buku Anak Ajaib yang Membuat Bahagia Selamanya Ternyata Berbahaya
VOXBLICK.COM - Perpustakaan tua di sudut kota selalu membuatku merinding, bahkan di siang hari. Aroma kertas tua dan kayu lapuk menguar pekat di antara rak-rak buku usang. Namun, rasa penasaran mengalahkan rasa takut malam itu. AkuRaka, mahasiswa sejarah yang suka memburu cerita misterimenemukan sebuah buku anak berjudul Buku Anak Ajaib yang Membuat Bahagia Selamanya di rak paling belakang, tersembunyi di balik tumpukan novel lusuh. Sampulnya biru pudar dengan ilustrasi anak kecil tersenyum terlalu lebar, matanya kosong menatap lurus ke arahku.
Buku itu terasa dingin di tanganku, seolah mengisap hangat dari kulit. Judulnya terdengar menjanjikan, siapa yang tak ingin bahagia selamanya? Tapi ada sesuatu yang anehentah kenapa aku merasa seolah-olah aku diperhatikan sejak menyentuhnya.
Rasa takut merayap di dada, tapi rasa ingin tahu mendorongku membuka halaman pertamanya.
Halaman Pertama: Janji Kebahagiaan Abadi
Aku membaca kalimat demi kalimat. “Siapa pun yang membaca buku ini akan bahagia selamanya.” Tulisan tangan itu melingkar indah, namun ada noda merah samar di ujung halaman. Setiap kalimat terasa menghipnotis, membuatku tersenyum tanpa sadar.
Namun, di balik kebahagiaan palsu itu, aku mendengar bisikan pelan di telingasuara anak kecil tertawa getir.
Tiba-tiba, lampu perpustakaan berpendar redup. Bayangan di sudut ruangan tampak bergerak. Aku berhenti membaca. Tapi buku itu seperti hidup, halaman-halamannya bergetar perlahan, seolah meminta untuk dibaca lebih lanjut.
Daftar Keanehan Setelah Membaca Buku Ajaib Itu
- Bayangan anak kecil mulai muncul di cermin dan sudut-sudut ruangan, selalu tersenyum namun matanya kosong.
- Suara tawa pelan terdengar setiap malam, makin lama makin keras hingga menusuk telinga.
- Setiap mimpi dipenuhi adegan bermain di taman yang sama, bersama anak-anak tak dikenal yang memegang buku serupa.
- Semua makanan terasa hambar, kecuali saat membaca buku itu, barulah rasa kembali membuncah.
- Setiap kali mencoba membuang atau mengembalikan buku, entah bagaimana buku itu selalu kembali ke meja kerjaku keesokan harinya.
Pertemuan dengan Penjaga Perpustakaan
Pada malam keempat, aku memberanikan diri menemui penjaga perpustakaan, Pak Ronipria tua dengan tatapan kosong dan gerak lamban. Aku mengangkat buku itu di hadapannya, “Pak, buku ini… aneh. Apa Bapak tahu dari mana asalnya?”
Pak Roni menatapku lama. “Buku itu sudah ada di sini sejak aku kecil. Tidak pernah ada yang berhasil mengembalikannya. Siapa pun yang membacanya, hidupnya tak pernah sama lagi,” gumamnya pelan, nyaris berbisik.
Aku semakin takut. Tapi buku itu seperti merayap dalam pikiranku, menuntut untuk dibaca lagi. Setiap halaman baru yang kubuka, semakin banyak kisah anak-anak yang hilang, wajah mereka semakin jelas di mimpiku.
Aku mulai kehilangan jejak waktuterkadang pagi, terkadang malam, aku tak tahu lagi di mana aku berada.
Akhir yang Menggantung di Antara Halaman
Suatu malam, aku terbangun di perpustakaan yang gelap. Buku itu terbuka lebar di depanku. Di halaman terakhir, tertulis dengan tinta merah:
“Selamat datang di kebahagiaan abadi. Jangan pernah berhenti membaca, atau kau akan menjadi bagian dari cerita ini.”
Aku mencoba menutup buku itu, namun jari-jariku membeku. Di sekelilingku, suara tawa anak-anak memenuhi udara. Aku melihat ke cermin tua di dekat rakbayanganku telah berubah, tersenyum lebar dengan mata kosong. Buku itu kini menatapku kembali.
Jika suatu hari kau menemukan Buku Anak Ajaib yang Membuat Bahagia Selamanya di antara tumpukan buku tua… akankah kau berani membukanya? Atau… mungkin kau sudah pernah membacanya, tanpa kau sadari?
Apa Reaksi Anda?
Suka
0
Tidak Suka
0
Cinta
0
Lucu
0
Marah
0
Sedih
0
Wow
0