Diary Misteri Perjalanan Rapture Jalanan Menuju Teror Tak Terduga
VOXBLICK.COM - Gelap melahap jalanan malam itu. Hanya lampu jalan yang remang-remang, menuntunku dan tiga sahabatku dalam perjalanan pulang dari konser kecil di pinggir kota. Aku, Rapture, duduk di kursi belakang mobil tua milik Dito, mencoba menenangkan detak jantung yang tak kunjung reda setelah mendengar cerita aneh dari penduduk lokal tentang "Jalanan Rapture"sebutan untuk jalur pintas penuh tikungan tajam dan pepohonan tua yang konon menyimpan misteri. Siapa sangka, perjalanan yang awalnya sekadar ingin menghindari macet berubah menjadi kisah horor yang tak akan pernah kami lupakan.
Perjalanan Dimulai: Aroma Malam yang Mencurigakan
Angin malam menerpa kaca mobil yang sedikit terbuka. Dito, seperti biasa, asyik dengan playlist musiknya, sementara Rioteman paling skeptis di antara kamiberulang kali mengejekku yang tampak gelisah. "Ah, Rap, jangan paranoid.
Jalanan ini cuma sepi, bukan angker," katanya, sembari tertawa kecil. Tapi entah mengapa, hawa malam itu terasa berbeda. Ada aroma tanah basah bercampur sesuatu yang amis, seperti darah segar yang baru tumpah di aspal. Aku menyalakan ponsel, menulis di aplikasi diary digital, mencoba mengalihkan pikiran dari bayang-bayang gelap di luar jendela.
Kami melaju makin dalam ke jalanan yang tak lagi ditandai lampu penerangan. Hanya sorot lampu mobil yang menembus kabut tipis, menciptakan siluet-siluet aneh di antara pepohonan. Tiba-tiba, sinyal radio terganggu.
Suara statik menyusup di antara lagu, lalu samar terdengar bisikanatau mungkin hanya imajinasi kami yang mulai bermain?
Bayangan di Tikungan: Teror Mulai Menjelma
Tikungan demi tikungan kami lewati. Di satu sudut jalan, ban mobil tiba-tiba melindas sesuatu yang keras. Mobil oleng sejenak. "Apa itu?" tanya Dito panik. Rio keluar, menyorotkan senter ponsel.
Di tengah jalan, ada boneka lusuh dengan gaun putih, berlumur tanah dan noda merah kehitaman. Boneka itu duduk menatap ke arah kami, matanya kosong dan melotot.
- Suasana berubah mencekam, sunyi senyap seolah menelan suara kami.
- Angin berhenti berhembus, daun-daun tak lagi bergoyang.
- Rio kembali masuk ke mobil, wajahnya pucat pasi. "Ini... bukan kebetulan," bisiknya.
Dito menyalakan mesin, namun mobil tiba-tiba mogok. Suara dentingan pelan terdengar dari atas atap mobil, seperti kuku-kuku kecil yang menggaruk pelan.
Aku menekan tombol kunci pintu berulang kali, berharap ini hanya mimpi buruk yang akan segera berakhir.
Diary Perjalanan Rapture: Misteri yang Tak Terjawab
Aku membuka aplikasi diary, menuliskan setiap detik yang berlalu. Tiba-tiba, layar ponsel berubah hitam, lalu muncul tulisan: "Jangan menoleh ke belakang." Aku membeku. Teman-temanku juga melihat pesan serupa di ponsel mereka.
Tak ada jaringan, tak ada suara, hanya nafas kami yang berat dan degup jantung yang makin keras. Dito mencoba menelepon, tapi hanya terdengar suara bisikan, seperti seseorang memanggil nama kami satu per satu.
Kami memutuskan keluar mobil, berjalan pelan menyusuri jalanan sepi. Setiap langkah terasa berat, seolah ada ribuan mata tak kasat mata yang mengawasi. Di balik pepohonan, sesosok bayangan tinggi muncul, bergerak perlahan mengikuti kami.
Tak ada yang berani bicara. Hanya suara ranting patah dan bisikan yang makin dekat di telinga.
Akhir yang Menggantung di Jalanan Rapture
Kami berlari, tak tahu arah, hingga akhirnya menemukan jalan besar dengan lampu terang. Tapi, ketika menoleh ke belakang, mobil kami sudah tak ada. Begitu pula boneka itulenyap tanpa jejak. Nafas kami masih memburu, tubuh gemetar.
Kami berhasil pulang malam itu, tapi setiap kali membuka aplikasi diary, pesan yang sama selalu muncul: "Perjalanan belum selesai."
Beberapa malam setelahnya, di kamar yang terkunci rapat, aku mendengar bisikan yang sama. Tak berani menoleh, aku hanya bisa menulis di diary, berharap jawaban tak pernah datang.
Entah hingga kapan, teror itu terus mengikutidan aku tahu, di suatu titik, perjalanan Rapture di jalanan misterius itu belum benar-benar berakhir.
Apa Reaksi Anda?
Suka
0
Tidak Suka
0
Cinta
0
Lucu
0
Marah
0
Sedih
0
Wow
0