Dibuntuti Sosok Tak Kasat Mata di Malam Mencekam

Oleh VOXBLICK

Jumat, 09 Januari 2026 - 00.00 WIB
Dibuntuti Sosok Tak Kasat Mata di Malam Mencekam
Dibuntuti sosok tak kasat mata (Foto oleh Kaique Rocha)
<>

VOXBLICK.COM - Malam itu langit tampak kelam, seolah menelan seluruh cahaya yang tersisa. Aku berjalan sendirian di gang sempit yang membelah perumahan tua, hanya ditemani suara gesekan sandal dan detak jantung yang makin kencang. Tak ada angin, tak ada suara burung malamhanya sunyi yang terasa menekan. Tapi di balik kesunyian itu, aku bisa merasakan sesuatu: sepasang mata yang tak kasat mata, mengawasi setiap langkahku dari balik kegelapan.

Aku mencoba mengabaikan firasat buruk itu. Tapi, semakin jauh langkahku, semakin berat kaki ini, seolah ada yang menahan dari belakang. Entah kenapa, hawa di sekitarku berubah dingin, menusuk sampai ke tulang. Aku menoleh ke belakang.

Jalanan kosong. Namun, telingaku menangkap bisikan lirih, samar, seperti sejumput angin yang membawa suara dari dunia lain.

Dibuntuti Sosok Tak Kasat Mata di Malam Mencekam
Dibuntuti Sosok Tak Kasat Mata di Malam Mencekam (Foto oleh KoolShooters)

Aku mempercepat langkah, berharap segera sampai rumah. Namun, suara langkah kaki lainyang bukan milikkuterdengar samar di belakang. Satu… dua… tiga… Aku berhenti, langkah itu pun berhenti. Aku berjalan lagi, suara itu mengikuti.

Ingin rasanya menjerit, tapi suara tercekat di tenggorokan. Malam mencekam seperti menelan semua keberanianku.

Suara Bisikan yang Tak Terjelaskan

Di antara suara detak jantung yang memburu, terdengar bisikan. Kadang lirih, kadang seperti ada seseorang yang berbisik tepat di telingaku. “Jangan lihat ke belakang…” suara itu mengambang, dingin, dan menyeramkan.

Aku mengusap tengkuk yang mulai basah oleh keringat. Wajahku menegang, bulu kudukku berdiri.

  • Langkah kaki yang terus mengikuti di belakang
  • Bisikan samar yang seolah berasal dari kegelapan
  • Hawa dingin yang tiba-tiba mengelilingi tubuh
  • Perasaan ada yang mengawasi tanpa wujud

Aku mencoba mengabaikan, tapi suara itu semakin keras, seperti berbisik di dalam kepala. “Jangan lihat ke belakang…” Aku menutup telinga dengan kedua tangan, tapi bisikan itu tetap menembus, mengalir bersama darahku.

Kegelapan yang Memeluk

Semakin aku berlari, semakin gelap jalanan di depanku. Lampu-lampu jalan meredup satu per satu, seolah ada yang memadamkannya. Aku menabrak sesuatu yang dinginbukan tembok, tapi seperti kabut yang padat dan berat.

Nafasku memburu, langkahku terhenti. Aku merasa seperti tenggelam dalam kegelapan yang memeluk erat, menahan tubuhku agar tak bisa bergerak.

Di sela-sela keheningan itu, aku mendengar suara napas berat, sangat dekat, seolah ada seseorangatau sesuatutepat di belakangku. Aku menahan napas, berharap itu hanya imajinasiku.

Tapi tiba-tiba, dari balik bayangan, muncul siluet tipis, nyaris tak berbentuk, hanya sepasang mata merah menyala yang menatapku tajam. Aku tak bisa bergerak, tubuhku membeku oleh teror.

Teror yang Tak Pernah Usai

Malam itu, waktu seperti berhenti. Aku berdiri terpaku, menatap sosok tak kasat mata yang hanya bisa kulihat dari sudut mataku. Ia mendekat, perlahan, tanpa suara, namun setiap langkahnya membuat udara di sekitarku semakin berat.

Aku ingin berteriak, ingin berlari, tapi tubuhku seolah tak lagi milikku. Bisikan itu berubah menjadi jeritan di kepalaku, memekakkan telinga.

Entah berapa lama aku berdiri di sana, sampai tiba-tiba lampu jalan menyala kembalidan sosok itu lenyap dalam sekejap. Aku terjatuh, lututku lemas, napasku tersengal.

Namun, di kejauhan, aku masih bisa merasakan tatapan itu, menembus dari balik gelap, menunggu saat untuk kembali muncul.

Sejak malam itu, setiap aku berjalan sendirian di malam mencekam, aku selalu merasa dibuntuti sosok tak kasat mata. Mungkin, malam ini dia pun sedang mengawasimusiap menampakkan diri ketika kau paling lengah.

Apa Reaksi Anda?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Marah Marah 0
Sedih Sedih 0
Wow Wow 0