Game Terlarang Ini Menghitung Mundur Hidupku Selama Tiga Hari

Oleh VOXBLICK

Selasa, 04 November 2025 - 00.30 WIB
Game Terlarang Ini Menghitung Mundur Hidupku Selama Tiga Hari
Game terlarang menghitung mundur hidup (Foto oleh Faruk Tokluoğlu)

VOXBLICK.COM - Gemetar, aku menatap layar komputerkku yang remang. Suara detak jam di kamarku terasa lebih keras dari biasanya malam itu. Aku tidak tahu apa yang membuatku membeli game misterius itugame tanpa nama, tanpa publisher, hanya sebuah disk polos berlabel angka-angka samar di pojoknya. “Tiga Hari.” Begitulah tulisan yang tergores di permukaannya, seolah disengaja namun terburu-buru.

“Lu yakin mau beli ini?” tanya si penjual di pojok pasar loak, suaranya berat dan matanya menatapku tajam. Aku hanya mengangguk, mengira ini sekadar urban legend murahan.

Tapi rasa penasaran menuntunku sejauh ini, dan kini aku duduk sendiri, jari-jari kaku di atas keyboard, menunggu menu utama game yang katanya “tidak pernah ada di pasaran” itu menyala.

Malam Pertama: Pesan yang Tak Bisa Diabaikan

Game itu memulai dengan layar hitam. Tidak ada logo, tidak ada musik. Hanya suara napas berat yang samar, lalu muncul angka besar berwarna merah: 72:00:00. Angka itu mulai menghitung mundur.

Aku mengira ini bagian dari gameplay, semacam challenge. Tapi saat aku menekan tombol, layar berubah. Sebuah pesan muncul:

  • “Selamat datang. Sisa hidupmu kini tiga hari.”

Aku tertawa kecil, menganggap ini sekadar trik scare-jump. Tapi semakin lama kupandang, semakin dingin udara di sekitarku. Menu game hanya menampilkan satu opsi: “Mulai”. Dengan tangan gemetar, aku klik.

Setiap langkah karaktermu, kata-kata aneh bermunculan di layar. Nama, tanggal lahir, alamatsemua benar, semua tentangku. Bagaimana game ini tahu?

Game Terlarang Ini Menghitung Mundur Hidupku Selama Tiga Hari
Game Terlarang Ini Menghitung Mundur Hidupku Selama Tiga Hari (Foto oleh ahmed akeri)

Hari Kedua: Realita dan Dunia Virtual Menyatu

Aku mencoba menghapus gamenya, tapi file-nya tak bisa dihapus. Tiap kali komputerku dinyalakan, timer itu muncul lagi, selalu berjalan mundur.

Anehnya, aku mulai mendengar suara di sekitarkubisikan samar dari speaker, kadang seperti suara seseorang menggumamkan namaku.

Ketika aku tidur, mimpi buruk menelanku. Dalam mimpi itu, aku berjalan menyusuri lorong gelap, dindingnya dipenuhi angka-angka yang berputar, selalu menurun.

Setiap aku berbalik, ada sosok hitam tanpa wajah mengikutiku, dan suaranya berbisik, “Waktumu hampir habis.”

  • Jam di dinding tiba-tiba mati pada pukul yang sama dengan timer di game.
  • Ponselku menampilkan notifikasi aneh: “Dua hari lagi.”
  • Orang tuaku berkata aku tampak pucat dan tak seperti biasanya, tapi aku tak bisa menjelaskan apa pun.

Detik-Detik Terakhir: Tak Ada Jalan Keluar

Hari terakhir, timer di game hanya tersisa beberapa jam. Aku mencari-cari di internet, berharap ada orang lain yang pernah mengalami hal serupa. Tidak ada. Forum, blog, bahkan dark websemuanya nihil.

Satu-satunya jejak adalah disk polos itu, yang kini terasa lebih berat di tanganku.

Pukul tiga pagi, komputerku menyala sendiri. Layar langsung menampilkan timer: 00:05:00. Suara napas berat kembali terdengar, kali ini lebih dekat. Lampu kamar berkedip. Aku berlari ke pintu, tapi gagangnya tak bergerak.

Layar komputer menampilkan wajahku sendiri, namun mataku kosong, mulutku tertarik dalam senyum aneh yang bukan milikku.

Pesan terakhir muncul di layar:

  • “Terima kasih sudah bermain. Sekarang, giliranmu menghitung mundur.”

Suara di belakangku tiba-tiba berbisik, “Sudah siap?” Aku menoleh, tapi tak ada siapa-siapa. Layar komputer kini gelap. Timer berhenti di 00:00:00.

Pintu yang Tidak Pernah Bisa Dibuka

Aku tidak tahu apa yang terjadi setelah itu. Hanya rasa dingin menusuk di tengkuk, dan keheningan yang tiba-tiba.

Konon, sejak malam itu, disk game itu kembali ke pasar loak, menunggu pembeli berikutnya yang cukup bodohatau cukup penasaranuntuk mencoba peruntungannya.

Dan jika suatu hari kau menemukan disk polos dengan angka samar bertuliskan “Tiga Hari”, berhati-hatilah. Karena suara napas berat itu mungkin kini sudah menunggumu di balik layar.

Apa Reaksi Anda?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Marah Marah 0
Sedih Sedih 0
Wow Wow 0