Istriku Terus Memakan Bangkai di Jalan Kisah Mencekam Bagian Kedua

Oleh VOXBLICK

Rabu, 14 Januari 2026 - 02.30 WIB
Istriku Terus Memakan Bangkai di Jalan Kisah Mencekam Bagian Kedua
Istri misterius dan bangkai jalan (Foto oleh Adrienn)
<>

VOXBLICK.COM - Langit malam itu terasa lebih pekat dari biasanya. Angin yang meniup dedaunan di pinggir jalan seolah membawa bisikan-bisikan ngeri, menambah sesak di dadaku. Aku berjalan pelan di belakang istrikusosok yang dulu begitu kukenal, kini terasa asing, bahkan menakutkan. Setiap langkah kaki kami di atas aspal sepi meninggalkan jejak keputusasaan yang sulit kuhapus dari ingatan.

Sudah dua malam berturut-turut aku membuntutinya. Setiap kali matahari tenggelam, ia keluar rumah tanpa suara, matanya kosong menatap ke depan, bibirnya bergetar entah merapal apa. Aku mengikuti, meski ketakutan menjeratku semakin erat.

Malam itu, aku bersumpah, aku harus tahu apa yang sesungguhnya terjadi padanya.

Istriku Terus Memakan Bangkai di Jalan Kisah Mencekam Bagian Kedua
Istriku Terus Memakan Bangkai di Jalan Kisah Mencekam Bagian Kedua (Foto oleh KoolShooters)

Rahasia Mencekam di Bawah Cahaya Lampu Jalan

Malam itu, langkahnya terhenti di sudut jalan yang remang. Ia menunduk, tangannya meraih sesuatu di tanah. Aku menahan napasdi sana, bangkai seekor kucing sudah membusuk.

Tanpa ragu, istriku mencabik daging busuk itu, memakannya dengan rakus, seolah-olah kelaparan bertahun-tahun. Suara lirih kunyahan, aroma amis menusuk, dan pemandangan itu... Tuhan, aku hampir muntah.

Aku terpaku. Tubuhku membeku antara keinginan untuk lari dan dorongan untuk menyelamatkannya. Ada hal-hal yang lebih menakutkan daripada bayangan sendiri: melihat orang yang kau cintai berubah menjadi sesuatu yang tak manusiawi.

Bisikan Malam dan Bayang-Bayang Hitam

Di kejauhan, aku mendengar suara-suara aneh, seperti bisikan samar yang tertiup angin. Setiap aku melangkah mundur, mereka semakin nyaring, seolah menertawakanku. Istriku tiba-tiba menoleh. Matanya merah, menatapku tanpa kedip.

Tubuhku gemetar, keringat dingin membasahi tengkuk. Ia mendekat perlahan, darah segar menetes dari sudut bibirnya.

  • Wajahnya bukan lagi wajah yang kukenalkini dipenuhi gurat-gurat aneh, seperti goresan kuku di tanah basah.
  • Suaranya ketika memanggil namaku terdengar seperti dua orang berbicara bersamaan, satu lembut, satu parau.
  • Di belakangnya, bayangan hitam yang tak seharusnya ada, mengikuti setiap geraknya.

"Kamu tidak seharusnya di sini," bisiknya, setengah mengancam, setengah memohon. Aku tak mampu menjawab, hanya menatapnya dengan ngeri.

Luka Lama dan Rahasia yang Terungkap

Ingatan-ingatan masa lalu tiba-tiba berkelebat. Aku teringat malam itu, beberapa minggu lalu, saat ia pulang dengan luka di kakinyakatanya digigit anjing liar.

Sejak itu, ia sering melamun, berbicara sendiri, dan selalu terdengar suara-suara aneh dari kamar mandi. Aku mengabaikannya, mengira hanya stres. Tapi malam ini semua berubah. Aku sadar, ada sesuatu yang jauh lebih gelap daripada yang bisa kujelaskan.

Istriku mendekat, tangannya gemetar. "Maafkan aku," ucapnya, suara itu lirih, tetapi matanya tetap kosong. "Aku tak bisa melawan... mereka terlalu kuat. Mereka sudah mengambilku."

Aku ingin memeluknya, tetapi tubuhku menolak. Ketakutan mengalahkan segalanya. Tiba-tiba, bayangan hitam di belakangnya bergerak, membesar, menelan cahaya lampu jalan. Segalanya berubah menjadi gelap.

Malam yang Tak Pernah Berakhir

Aku terbangun di kamar, tubuhku basah oleh keringat. Jendela terbuka, angin malam membawa aroma anyir yang familiar. Di atas meja, ada secarik kertas dengan tulisan tangan istrikuatau sesuatu yang mengaku sebagai istriku:

"Jangan cari aku. Jangan pernah keluar saat malam. Mereka mengintai."

Di kejauhan, suara langkah kaki dan suara kunyahan samar kembali terdengar. Aku tak yakin malam ini akan berakhir.

Atau mungkin, aku sudah terjebak di antara dunia manusia dan sesuatu yang lebih gelap, bersama rahasia yang tak pernah ingin kutahu.

Apa Reaksi Anda?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Marah Marah 0
Sedih Sedih 0
Wow Wow 0