Jangan Lewatkan Taman Ini Saat Malam Jika Masih Ingin Pulang

Oleh VOXBLICK

Selasa, 06 Januari 2026 - 04.40 WIB
Jangan Lewatkan Taman Ini Saat Malam Jika Masih Ingin Pulang
Legenda taman menunggu di malam hari (Foto oleh Gonzalo Carlos Novillo Lapeyra)

VOXBLICK.COM - Aku masih ingat betul malam itu, ketika langkah kakiku terpaku di gerbang taman kota yang seharusnya sudah lama kutinggalkan. Lampu-lampu jalan meredup aneh, seolah-olah enggan menyinari jalan setapak yang mengular di antara pohon-pohon tua. Angin malam membawa harum getir tanah basah, namun juga suara-suara samar yang tak pernah ingin kudengar lagi.

Taman ini, selama bertahun-tahun, hanyalah potongan hijau di antara padatnya kota. Tapi setiap kali malam turun, bisik-bisik warga selalu memperingatkan: jangan pernah melintas di sana jika kau masih ingin pulang dengan selamat.

Aku menertawakan mereka waktu itu. Kini, aku tahu, beberapa tempat memang lebih baik dihindari setelah matahari tenggelam.

Jangan Lewatkan Taman Ini Saat Malam Jika Masih Ingin Pulang
Jangan Lewatkan Taman Ini Saat Malam Jika Masih Ingin Pulang (Foto oleh lil artsy)

Langkah-Langkah yang Tak Pernah Sendiri

Awalnya, hanya suara sepatuku yang terdengar di antara kerikil dan dedaunan kering. Tapi lama-kelamaan, aku mulai mendengar napas. Bukan milikku. Aku mempercepat langkah, mencoba menepis rasa panik, namun suara itu makin jelas.

Seperti ada yang mengikutiku. Setiap kali aku berhenti, suara itu juga berhenti. Aku menoleh, tapi hanya menemukan bayangan pohon yang berayun pelan dihembus angin. Atau mungkin bukan hanya pohon?

Ponselku bergetar pelan. Pesan dari teman: "Sudah sampai rumah? Jangan bilang lewat taman itu lagi, ya." Aku tak sempat membalas.

Mataku terpaku pada sesuatu di kejauhan: bangku taman kayu tua, di bawah lampu temaram, dan sesosok siluet duduk membelakangiku. Rambut panjangnya menjuntai, gaun putihnya seolah bersinar pucat di bawah cahaya kekuningan. Aku menahan napas. Apakah aku harus melewati dia untuk keluar dari taman ini?

Rahasia yang Terkunci di Balik Pohon Tua

  • Sekilas aku menangkap suara bisikan, seolah-olah pohon-pohon saling berkonspirasi.
  • Setiap langkahku semakin berat, udara terasa dingin menusuk tulang.
  • Ada aroma anyir samar, bercampur dengan wangi bunga melati yang tak wajar di tengah malam.

Aku mencoba memutar balik, tapi jalan setapak di belakangku kini lenyap ditelan kabut tipis. Bangku taman itu semakin dekat. Siluet itu tidak bergerak, tapi aku bisa merasakan tatapannya menembus punggungku. "Sudah malam, pulanglah...

" bisik suara serak dari arah bangku, pelan namun jelas di antara senyap. Aku terdiam, tubuhku membeku. Suara itu bukan milik siapa pun yang kukenal.

Dialog yang Tak Pernah Terjawab

Dengan sisa keberanian, aku memberanikan diri bertanya, "Siapa kamu? Apa yang kamu tunggu di sini?" Tak ada jawaban, hanya suara gemerisik daun yang tiba-tiba terdengar lebih keras dari biasanya.

Sosok itu perlahan berdiri, kepalanya menunduk, dan aku melihat kakinya... atau, lebih tepatnya, tak melihat sama sekali. Gaunnya menggantung, tanpa pijakan, melayang beberapa sentimeter di atas tanah.

Seketika, udara di sekelilingku terasa menekan. Aku ingin lari, tapi kakiku seolah menancap di tanah. Telingaku berdenging, dan di antara suara angin, aku mendengar tangis lirih, memohon, meminta sesuatu yang tak pernah bisa kuberikan.

Tanganku gemetar, aku menutup mata, berharap ini semua hanya mimpi buruk, tapi suara itu makin mendekat. "Jangan tinggalkan aku di sini sendirian..."

Malam Tak Pernah Benar-Benar Usai

Saat aku kembali membuka mata, taman itu sunyi seperti semula. Tak ada bangku, tak ada sosok bergaun putih. Hanya suara sirine samar dari kejauhan dan bayangan pohon yang menari di bawah lampu jalan.

Aku berlari keluar taman, tak menoleh lagi ke belakang.

Sejak malam itu, aku tak pernah berani melewati taman kota setelah gelap. Setiap kali melintas di siang hari, aku selalu melihat bangku tua itu, kosong, di bawah pohon besar.

Tapi kadang, saat angin bertiup, aku bisa mencium wangi melati samardan suara bisikan yang mengingatkanku: jangan pernah lewat taman ini saat malam, jika kau masih ingin pulang. Karena mungkin, malam itu... aku sebenarnya belum benar-benar pulang.

Apa Reaksi Anda?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Marah Marah 0
Sedih Sedih 0
Wow Wow 0